Thumbnail
28 Juli 2025

5 Tanda Tumor Otak yang Tidak Boleh Diabaikan di Semua Usia

Tumor otak tidak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga bisa dialami oleh anak-anak hingga lansia. Meski gejalanya bisa berbeda-beda tergantung usia dan lokasi tumor, ada beberapa tanda umum yang sebaiknya tidak diabaikan. Mendeteksi tumor otak sejak dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan peluang kesembuhan lebih besar. Berikut lima tanda tumor otak yang perlu Anda waspadai di semua usia!

Jenis Tumor Otak yang Paling Umum

Berikut beberapa jenis tumor otak yang paling sering ditemukan, baik jinak maupun ganas:

  • Meningioma: Tumor jinak yang tumbuh dari selaput otak (meningen). Umumnya tumbuh lambat dan paling sering ditemukan pada wanita usia dewasa hingga lansia.

  • Glioma: Berasal dari sel glial (sel pendukung otak). Bisa terjadi pada semua usia, namun lebih sering pada orang dewasa. Glioma terbagi lagi menjadi beberapa jenis, seperti astrocytoma, oligodendroglioma, dan ependymoma.

  • Glioblastoma (GBM): Jenis glioma paling ganas dan agresif. Tumbuh sangat cepat dan sulit diobati. Paling sering menyerang orang dewasa usia paruh baya hingga lanjut usia.

  • Tumor otak metastatik: Jenis tumor yang awalnya berkembang di organ lain, seperti paru-paru, payudara, atau kulit (melanoma), kemudian menyebar ke otak. Jenis ini tergolong paling sering ditemukan pada pasien dewasa.

Tanda Awal Tumor Otak

Berikut lima tanda awal tumor otak yang tidak boleh diabaikan:

1. Pusing berulang

Sakit kepala memang keluhan umum yang bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari stres hingga kurang tidur. Namun, jika sakit kepala terjadi berulang kali, makin parah di pagi hari, atau disertai mual dan muntah tanpa sebab yang jelas, ini bisa menjadi sinyal adanya tekanan intrakranial akibat tumor otak. 

Sakit kepala karena tumor biasanya terasa tumpul dan dalam, serta tidak membaik meskipun sudah minum obat pereda nyeri biasa. Gejala ini terjadi karena pertumbuhan massa di otak menekan jaringan sekitarnya dan meningkatkan tekanan dalam tengkorak.

2. Gangguan penglihatan

Gangguan penglihatan dapat menjadi tanda awal adanya tumor di otak, terutama bila tumor berkembang di area dekat saraf mata atau bagian otak yang mengatur fungsi visual, seperti lobus oksipital. Keluhan yang mungkin muncul meliputi pandangan buram, melihat ganda (diplopia), atau kehilangan sebagian area pandang seperti sisi samping mata. Beberapa pasien juga mengeluhkan sering melihat kilatan cahaya atau bayangan yang bergerak. Karena gejala ini bisa muncul secara bertahap, banyak orang mengira itu hanya akibat kelelahan atau masalah mata biasa.

3. Perubahan perilaku

Jika tumor berkembang di bagian depan otak (lobus frontal), hal ini bisa berdampak pada pengendalian emosi dan pola perilaku seseorang. Perubahan ini mungkin berupa peningkatan sifat impulsif, mudah marah, menjadi lebih pendiam atau menarik diri dari lingkungan sosial, serta kesulitan dalam konsentrasi dan pengambilan keputusan. Terkadang, perubahan ini dianggap sebagai gangguan psikologis biasa, padahal bisa jadi merupakan tanda dari masalah neurologis yang lebih serius.

4. Kesulitan berbicara

Masalah komunikasi bisa menjadi gejala penting tumor otak, terutama jika tumor terletak di area Broca (penghasil bahasa) atau Wernicke (pemahaman bahasa). Kesulitan ini dapat berupa bicara tidak jelas (disartria), sulit menemukan kata yang tepat (afasia), atau kesulitan memahami apa yang dikatakan orang lain. Beberapa orang juga bisa mengalami kesulitan menulis atau membaca. Jika kesulitan berbicara terjadi mendadak dan disertai gejala neurologis lain, segera cari bantuan medis.

5. Kelumpuhan di satu sisi tubuh

Tumor otak yang menekan area motorik bisa menyebabkan gangguan pada fungsi gerak tubuh. Kondisi ini umumnya ditandai dengan lemas atau lumpuh pada salah satu sisi tubuh, bergantung pada area otak yang terkena gangguan. Kondisi ini disebut hemiparesis (kelemahan sebagian) atau hemiplegia (kelumpuhan total). Misalnya, jika tumor berada di bagian kanan otak, gejala akan muncul di sisi kiri tubuh, dan sebaliknya. Gejala ini bisa disertai dengan kehilangan keseimbangan, kesulitan berjalan, atau mati rasa.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami salah satu dari tanda-tanda tumor otak di atas, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke tenaga medis. Deteksi dan penanganan dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan serta mencegah komplikasi yang lebih serius. Melakukan pemeriksaan secara berkala sangat disarankan, terutama bagi individu yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat tumor otak atau faktor risiko lainnya.

Untuk konsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis saraf dan mendapatkan evaluasi menyeluruh, Anda bisa menjadwalkan pemeriksaan di SMC RS Telogorejo. Silakan hubungi kami melalui call center (024 - 8646 6000) atau WhatsApp (081 6666 340). Anda juga bisa melakukan pemesanan online melalui website SMC RS Telogorejo atau aplikasi MySMC yang tersedia di iOS dan Android.