Thumbnail
09 Desember 2025

Postur Tubuh yang Disarankan saat Menggunakan Smartphone

Sebagian besar orang, mungkin saja termasuk Anda, cenderung duduk membungkuk ketika menggunakan smartphone. Tanpa disadari, posisi ini dilakukan berulang-ulang setiap hari, baik saat bekerja, menunggu, maupun bersantai. Padahal, postur tubuh tersebut bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang. 

Menurut dr. Andreas Vincent H., Sp.OT, Dokter Spesialis Ortopedi di SMC RS Telogorejo, postur yang buruk saat menggunakan smartphone dapat menimbulkan tekanan berlebihan pada tulang belakang, otot, dan jaringan di sekitarnya. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini dapat berkembang menjadi berbagai masalah yang mengganggu aktivitas harian Anda.

Efek Postur Tubuh yang Buruk saat Menggunakan Smartphone

Saat kepala menunduk terlalu lama, beban yang diterima tulang leher meningkat beberapa kali lipat. Jika Anda terbiasa memandang layar dalam posisi membungkuk selama berjam-jam, tekanan ini akan menumpuk dan memicu berbagai gangguan berikut, seperti yang dijelaskan oleh dr. Andreas Vincent H., Sp.OT dan dalam penelitian The effect of smartphone usage time on posture and respiratory function:

1. Kifosis

Kifosis adalah kondisi ketika tulang punggung atas melengkung secara berlebihan. Banyak orang mengenalnya sebagai punggung bungkuk. Kebiasaan menunduk saat menggunakan smartphone mendorong posisi bahu mengarah ke depan. Dalam jangka panjang, otot punggung bagian atas melemah, sementara otot dada mengencang. Ketidakseimbangan ini membuat lengkungan tulang belakang makin menonjol. Bila tidak diperbaiki, kifosis dapat menyebabkan nyeri kronis, kesulitan berdiri tegak, dan penurunan fleksibilitas tubuh.

2. Bantalan tulang belakang rusak

Tulang belakang memiliki bantalan yang berfungsi meredam tekanan. Saat Anda sering menunduk, bagian tersebut mendapat tekanan tidak merata. Kebiasaan ini mempercepat kerusakan bantalan, terutama di area leher dan punggung atas. Pada tahap awal, Anda mungkin merasakan pegal atau kaku. Namun jika kerusakan berlanjut, risiko pergeseran bantalan akan meningkat hingga mengganggu fungsi gerak dan bahkan memengaruhi kualitas tidur Anda. 

3. Risiko syaraf terjepit

Postur yang buruk saat menggunakan smartphone juga meningkatkan risiko saraf terjepit. Ketika tulang belakang tidak sejajar, jaringan di sekitar saraf bisa tertekan. Gejalanya berupa nyeri yang menjalar, kesemutan, mati rasa, atau sensasi panas yang mengganggu. Apalagi, saraf terjepit tidak selalu sembuh dengan cepat. Pada beberapa kasus, keluhan bisa berlangsung lama dan membutuhkan terapi khusus dalam waktu yang cukup panjang.

Bagaimana Postur yang Tepat Ketika Menggunakan Smartphone?

Untuk mencegah dampak jangka panjang dari kebiasaan menunduk, Anda dapat menerapkan beberapa langkah sederhana namun efektif berikut ini dari dr. Andreas Vincent H., Sp.OT:

1. Sejajarkan layar dengan mata

Cara paling mudah memperbaiki postur tubuh saat menggunakan smartphone adalah dengan mengangkat perangkat hingga sejajar dengan pandangan. Posisi ini membantu menjaga leher tetap netral dan mengurangi tekanan pada tulang belakang. Anda tidak harus mengangkat lengan terlalu tinggi; cukup posisikan layar smartphone sedikit lebih tinggi dari kebiasaan normal. Jika sedang duduk, Anda bisa menopang siku pada meja atau sandaran. Semakin sering Anda melakukannya, semakin ringan beban yang diterima leher dan punggung atas.

2. Rutin menggerakkan leher

Menggerakkan leher secara rutin dapat membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi ketegangan otot. Anda bisa melakukan peregangan ringan setiap 20-30 menit sekali. Coba miringkan kepala ke kiri dan kanan, lalu lakukan gerakan memutar perlahan. Aktivitas sederhana ini membantu mengurangi kekakuan yang biasanya muncul setelah terlalu fokus pada layar. Selain itu, Anda dapat sesekali berdiri, menggoyangkan bahu, atau menarik napas dalam.

3. Perhatikan tinggi bantal

Banyak orang menggunakan smartphone sambil berbaring, terutama sebelum tidur. Sayangnya, posisi ini sering menyebabkan kepala terangkat terlalu tinggi atau justru terlalu menunduk karena tinggi bantal yang tidak sesuai. Solusinya, pastikan bantal berada pada tinggi yang menopang leher secara alami. Saat menggunakan smartphone dalam posisi berbaring, usahakan kepala tetap sejajar dengan tubuh. Dengan begitu, tulang belakang tetap berada pada garis netral, dan Anda bisa mengurangi risiko ketegangan berlebih.

Jika nyeri punggung atau leher tetap sulit hilang meski Anda sudah memperbaiki kebiasaan dan postur tubuh, terutama sampai mengganggu aktivitas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Penanganan lebih cepat dapat mencegah kondisi berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Untuk konsultasi dan reservasi, Anda dapat mengunjungi www.smc-hospital.com atau menggunakan aplikasi MySMC yang tersedia di Play Store dan App Store!