Thumbnail
19 Agustus 2026

4 Penyebab Hipertensi saat Usia Muda, Waspada!

Hipertensi sering dianggap sebagai penyakit yang hanya dialami oleh orang lanjut usia. Padahal, risiko tekanan darah tinggi sudah bisa muncul sejak usia 25 tahun. Lebih bahayanya lagi, hipertensi pada usia muda umumnya tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak orang tidak menyadarinya.

Jika terus dibiarkan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi serius, seperti stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal. Yuk, simak apa saja penyebab hipertensi di usia muda dan bagaimana cara mencegahnya melalui artikel berikut!

Faktor Risiko Hipertensi di Usia Muda

Hipertensi pada usia muda umumnya dipicu oleh gaya hidup yang kurang sehat. Tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari dapat menyebabkan tekanan darah meningkat dan berujung pada berbagai komplikasi jika tidak segera diatasi. Berikut beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai:

1. Pola makan kurang sehat

Pola makan tinggi garam, lemak jenuh, dan gula menjadi salah satu penyebab utama hipertensi di usia muda. Makanan cepat saji, makanan instan, serta ultra-processed food mengandung natrium tinggi yang dapat meningkatkan tekanan darah. Ditambah dengan rendahnya konsumsi buah dan sayur, kebiasaan ini juga meningkatkan risiko obesitas dan kerusakan pembuluh darah.

2. Jarang berolahraga

Kurangnya aktivitas fisik membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah dan menyebabkan pembuluh darah menjadi kurang elastis. Akibatnya, tekanan darah lebih mudah meningkat. Untuk membantu mencegah hipertensi, lakukan olahraga berintensitas ringan hingga sedang selama sekitar 30 menit, 3-5 kali dalam seminggu.

3. Kebiasaan merokok

Merokok, baik rokok tembakau maupun rokok elektrik, dapat memicu penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan detak jantung akibat nikotin. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga merusak dinding pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, dan stroke sejak usia muda.

4. Stres berlebih

Stres berkepanjangan dapat memicu pelepasan hormon adrenalin dan kortisol yang menyebabkan tekanan darah meningkat. Selain itu, stres juga sering diikuti oleh kebiasaan yang kurang sehat, seperti makan berlebihan, kurang tidur, atau merokok. Oleh karena itu, mengelola stres melalui olahraga, relaksasi, dan istirahat yang cukup menjadi salah satu cara penting untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Cegah Hipertensi saat Muda?

Mencegah hipertensi sejak usia muda jauh lebih mudah dibandingkan mengobatinya setelah komplikasi muncul. Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, risiko tekanan darah tinggi dapat dikurangi sejak dini. Berikut caranya!

1. Rutin berkonsultasi dengan dokter

Pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi hipertensi sejak awal, terutama karena kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala. Bagi orang berusia 18-39 tahun tanpa faktor risiko, pemeriksaan tekanan darah sebaiknya dilakukan setiap 1-2 tahun sekali. Namun, jika memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi, obesitas, atau faktor risiko lainnya, pemeriksaan dapat dilakukan lebih sering sesuai anjuran dokter.

Selain kontrol ke fasilitas kesehatan, Anda juga dapat memantau tekanan darah secara mandiri di rumah menggunakan tensimeter digital. Catatan hasil pengukuran ini dapat membantu dokter mengevaluasi tekanan darah secara lebih akurat.

2. Terapkan pola hidup sehat

Menjalani pola hidup sehat merupakan cara paling efektif untuk mencegah hipertensi di usia muda. Mulailah dengan membatasi konsumsi makanan tinggi garam, makanan cepat saji, dan makanan olahan, serta memperbanyak asupan buah, sayur, dan makanan tinggi serat. Rutin berolahraga setidaknya 150 menit per minggu juga membantu menjaga berat badan ideal dan kesehatan pembuluh darah.

Selain itu, hindari kebiasaan merokok, batasi konsumsi kafein maupun alkohol, kelola stres dengan baik, dan pastikan waktu tidur sekitar 7-8 jam setiap malam. Kebiasaan sederhana ini berperan besar dalam menjaga tekanan darah tetap normal dan menurunkan risiko penyakit jantung di kemudian hari.

Ingat, bahaya hipertensi juga dapat terjadi pada usia muda akibat pola hidup yang kurang sehat. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan gaya hidup sehat, rutin memantau tekanan darah, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar gejalanya dapat dideteksi serta ditangani sedini mungkin sebelum menimbulkan komplikasi.

Jika Anda memiliki faktor risiko hipertensi atau ingin mengetahui kondisi tekanan darah secara lebih menyeluruh, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di SMC RS Telogorejo. Anda dapat dengan mudah menjadwalkan konsultasi maupun medical check-up melalui website resmi SMC RS Telogorejo atau aplikasi MySMC App yang tersedia di iOS dan Android.