Thumbnail
08 Juli 2025

5 Faktor Risiko dan Gejala Stroke yang Perlu Diwaspadai

Pada Mei 2025, keluarga jurnalis ternama Najwa Shihab berduka atas kepergian sang suami, Ibrahim Sjarief Assegaf, yang wafat akibat serangan stroke hemoragik mendadak. Kepergian beliau mengejutkan banyak pihak, terlebih karena almarhum dikenal menjalani gaya hidup sehat, rajin berolahraga, dan tidak memiliki riwayat penyakit serius sebelumnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa stroke bisa menyerang siapa saja, tanpa pandang usia, kondisi fisik, atau gaya hidup. Salah satu kunci untuk mencegah dampak fatal dari stroke adalah dengan mengenali gejala stroke sejak dini. Simak lima faktor risiko serta gejala stroke yang perlu Anda waspadai berikut ini!

Faktor Risiko Stroke

Meskipun gejala stroke bisa muncul secara tiba-tiba, ada sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalaminya. Berikut lima di antaranya:

1. Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama stroke, baik untuk stroke iskemik (sumbatan pembuluh darah otak) maupun hemoragik (pecahnya pembuluh darah). Tekanan darah tinggi dapat menyempitkan dan mengeraskan pembuluh darah serta melemahkan dindingnya. Kondisi ini secara drastis memperbesar kemungkinan terkena stroke dibandingkan individu dengan tekanan darah yang stabil.

2. Diabetes

Penderita diabetes, terutama tipe 2, memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke. Gula darah yang terus-menerus tinggi dapat merusak pembuluh darah dan menghambat aliran darah ke otak. Risiko stroke meningkat hampir dua kali lipat, terutama jika disertai kondisi lain seperti hipertensi atau obesitas.

3. Kebiasaan merokok

Merokok merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah yang berujung pada risiko stroke. Nikotin dan zat kimia dalam rokok mempercepat pembentukan plak dan membuat darah lebih kental, sehingga meningkatkan kemungkinan penyumbatan pembuluh darah di otak.

4. Stres dan alkohol berlebih

Kebiasaan minum alkohol berlebihan dan stres kronis diketahui dapat menimbulkan gangguan tekanan darah dan menyebabkan aritmia atau gangguan irama jantung. Keduanya berkontribusi terhadap risiko stroke. Alkohol juga meningkatkan kemungkinan terbentuknya gumpalan darah. Meskipun bukan penyebab utama, stres dan alkohol dapat memperparah faktor risiko stroke yang sudah ada.

5. Kurangnya aktivitas fisik

Gaya hidup pasif meningkatkan risiko stroke karena berkontribusi terhadap hipertensi, diabetes, dan obesitas. Aktivitas fisik teratur membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Olahraga rutin dapat menurunkan risiko stroke hingga 25% atau lebih, dengan rekomendasi 150-300 menit aktivitas sedang hingga berat per minggu.

Gejala Stroke yang Tidak Boleh Diabaikan

Mengenali dan merespons gejala stroke dengan cepat dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah dampak jangka panjang. Berikut tanda-tanda peringatan gejala stroke yang tidak boleh diabaikan:

  • Kelemahan atau mati rasa: Jika salah satu sisi wajah atau tubuh mendadak terasa lemas atau mati rasa, kondisi ini bisa menandakan adanya gangguan fungsi otak.

  • Gangguan bicara: Kesulitan berbicara, cadel mendadak, atau kesulitan memahami perkataan orang lain.

  • Gangguan penglihatan: Penglihatan kabur, ganda, atau hilang secara tiba-tiba pada salah satu atau kedua mata.

  • Sakit kepala parah: Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, sering disertai mual atau muntah.

  • Gangguan keseimbangan atau koordinasi: Kehilangan keseimbangan, kesulitan berjalan, atau merasa pusing/vertigo secara tiba-tiba.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Gejala Stroke Muncul?

Saat gejala stroke muncul, segera hubungi tenaga medis profesional, seperti di SMC RS Telogorejo, karena stroke adalah kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan secepat mungkin. Setiap menit sangat berharga, semakin lama otak tidak mendapat suplai darah, semakin besar kerusakan yang terjadi.

Semakin cepat dan tepat penanganan diberikan, semakin besar kemungkinan pasien pulih tanpa kerusakan otak permanen dan komplikasi jangka panjang. Tenaga medis di rumah sakit seperti SMC RS Telogorejo memiliki peralatan dan tim yang terlatih untuk menangani stroke secara efektif, baik itu stroke iskemik maupun stroke hemoragik.

Stroke bisa datang tiba-tiba dan menyerang siapa saja, bahkan mereka yang terlihat sehat dan aktif seperti mendiang Ibrahim Sjarief Assegaf. Kesadaran akan risiko dan gejala stroke sejak dini sangat penting untuk pencegahan dan penanganan yang lebih efektif. Pencegahan dimulai dari kesadaran, dan penanganan cepat dapat menyelamatkan nyawa serta mencegah kecacatan permanen.

Jika Anda atau orang terdekat mulai merasakan gejala yang mengarah ke stroke, jangan tunda. Cari bantuan medis secepatnya dengan berkonsultasi ke dokter atau mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Anda dapat menjadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis di SMC RS Telogorejo melalui call center (024 - 8646 6000) atau WhatsApp (081 6666 340). Anda juga bisa melakukan pemesanan online melalui website SMC RS Telogorejo atau aplikasi MySMC yang tersedia di iOS danAndroid.Jaga kesehatan Anda dan orang-orang tercinta!