Thumbnail
15 Oktober 2026

Gigi Bungsu Sebabkan Nyeri? Kenalan dengan Odontektomi!

Hampir semua orang dewasa memiliki gigi bungsu, yakni geraham ketiga yang biasanya tumbuh pada usia 17 hingga 25 tahun. Sayangnya, ruang yang terbatas di dalam rahang sering membuat gigi ini tumbuh miring, terjebak di dalam gusi, atau menekan gigi di sebelahnya. Kondisi ini dapat memicu nyeri, bengkak, hingga infeksi jika dibiarkan. Untungnya, ada prosedur medis yang dapat mengatasi masalah ini secara tuntas, yaitu odontektomi.

Apa Itu Odontektomi?

Odontektomi adalah prosedur bedah untuk mengangkat gigi yang tidak dapat tumbuh atau erupsi secara normal, terutama gigi bungsu yang mengalami impaksi. Berbeda dari pencabutan gigi biasa, dokter akan menyayat gusi sebelum mengangkat sebagian kecil tulang di sekitar gigi dan memotong gigi menjadi beberapa bagian kecil dalam odontektomi. Lalu, gigi yang sudah dipotong akan diangkat sepenuhnya.

Prosedur ini dilakukan di bawah anestesi lokal sehingga pasien tidak akan merasakan nyeri selama proses berlangsung. Dengan teknik bedah presisi dan penanganan pascaoperasi yang tepat, odontektomi kini dapat dilakukan dengan trauma jaringan yang minimal dan proses pemulihan yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan metode konvensional.

Manfaat Prosedur Odontektomi

Jika Anda mengalami gangguan pertumbuhan gigi bungsu, prosedur odontektomi dapat memberikan beberapa manfaat berikut untuk kesehatan rongga mulut Anda.

1. Melindungi gigi lain

Gigi bungsu yang tumbuh miring dapat menekan gigi geraham di sebelahnya secara terus-menerus sehingga posisinya bergeser, terkikis, atau bahkan rusak seiring waktu. Tekanan yang berlangsung lama ini juga dapat memicu penumpukan plak di celah gigi yang sulit dijangkau oleh sikat gigi. Dengan mengangkat gigi bungsu bermasalah, Anda dapat mencegah kerusakan struktural pada gigi sehat di sekitarnya dan mempertahankan susunan gigi tetap rapi dalam jangka panjang.

2. Menghilangkan rasa nyeri

Gigi bungsu yang terjebak di dalam gusi atau tulang rahang sering kali menimbulkan tekanan dan peradangan yang menyebabkan nyeri berkepanjangan. Bahkan, nyeri yang ditimbulkan dapat menjalar hingga ke telinga dan kepala. Untungnya, ada prosedur odontektomi yang dapat mengangkat sumber tekanan tersebut secara langsung. Alhasil, rasa sakit yang selama ini mengganggu aktivitas harian Anda dapat hilang secara signifikan setelah prosedur dilakukan.

3. Mencegah infeksi

Gigi bungsu yang hanya erupsi sebagian menciptakan celah kecil yang sulit dibersihkan dan menjadi tempat berkumpulnya bakteri serta sisa makanan. Kondisi ini berisiko memicu infeksi gusi kronis atau bahkan pembentukan kista di sekitar akar gigi. Dengan mengangkat gigi bermasalah lebih dini, odontektomi membantu mencegah komplikasi infeksi yang lebih serius di kemudian hari.

Kapan Odontektomi Diperlukan?

Jika gigi bungsu umumnya tumbuh pada rentang usia 17 hingga 25 tahun, lantas kapan prosedur odontektomi sebaiknya dilakukan? Berikut tiga ciri yang mesti Anda ketahui!

1. Nyeri atau bengkak berulang

Bila Anda kerap merasa nyeri atau bengkak pada gusi di area gigi bungsu, ini menjadi tanda bahwa ada masalah impaksi yang perlu ditangani secara tuntas. Kondisi ini sering kali disertai dengan gusi kemerahan, rasa tidak nyaman saat mengunyah, atau bahkan bau mulut. Bahkan, umumnya kondisi ini tidak cukup diredakan dengan obat pereda nyeri karena akar masalahnya tetap ada di dalam gusi.

2. Gigi bungsu tumbuh miring

Setelah mengalami nyeri dan melakukan rontgen gigi, Anda jadi tahu apakah gigi bungsu Anda tumbuh pada sudut yang tidak normal. Kondisi ini jarang membaik dengan sendirinya, bahkan berpotensi menimbulkan masalah lanjutan seperti infeksi atau kerusakan gigi di sekitarnya. Oleh karena itu, dokter gigi umumnya akan merekomendasikan odontektomi sebagai langkah penanganan yang paling tepat.

3. Pertumbuhan gigi bungsu menggeser gigi lain di sebelahnya

Tekanan dari gigi bungsu yang tumbuh tidak sempurna dapat mendorong gigi geraham di depannya secara perlahan, sehingga menyebabkan gigi lain bergeser dari posisi semula. Pergeseran ini dapat memengaruhi kerapian susunan gigi dan merusak hasil perawatan ortodontik yang pernah Anda jalani sebelumnya. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini berpotensi memerlukan perawatan ulang yang lebih kompleks di kemudian hari.

Apakah Odontektomi Menyakitkan?

Selama operasi berlangsung, Anda tidak akan merasakan nyeri sama sekali berkat anestesi yang digunakan. Setelah prosedur selesai, umumnya pasien hanya merasakan sedikit rasa mengganjal di area gusi dan itu pun biasanya berlangsung dalam waktu yang singkat. Bahkan, sehari setelah operasi, pasien sudah bisa berbicara seperti biasa.

Hal itu telah dibuktikan secara langsung oleh salah satu pasien SMC RS Telogorejo, Putri Suri, yang pernah menjalani odontektomi. Beliau mengatakan bahwa beberapa jam setelah operasi sudah bisa berbicara seperti biasa, hanya sedikit rasa ngilu karena gusi dalam keadaan masih bengkak setelah tindakan medis.

Anda tidak perlu khawatir atau menunda penanganan gigi bungsu yang bermasalah. SMC RS Telogorejo hadir dengan layanan odontektomi yang ditangani langsung oleh dokter gigi dan bedah mulut berpengalaman. Dengan begitu, prosedur dipastikan dapat berjalan dengan aman dan nyaman. Segera jadwalkan pemeriksaan dan konsultasi melalui website SMC RS Telogorejo atau aplikasi MySMC untuk mendapatkan informasi lengkap seputar tindakan medis ini!