Thumbnail
16 Oktober 2026

Holter Monitoring: Cara Akurat Deteksi Detak Jantung Tidak Beraturan

Sering merasa jantung berdebar-debar di rumah, tetapi hasil pemeriksaan EKG di rumah sakit menunjukkan angka normal? Anda belum tentu bebas dari masalah kesehatan jantung. Menurut dr. Kana Kurniati Elka, Sp.JP, FIHA, FAPSC selaku Dokter Spesialis Kardiologi SMC RS Telogorejo, kondisi ini justru bisa menjadi pertanda detak jantung tidak beraturan yang hanya muncul sewaktu-waktu, sehingga memerlukan pengawasan berkelanjutan menggunakan alat Holter.

Apa Itu Alat Holter?

Alat Holter atau dikenal juga dengan Holter monitoring adalah perangkat perekam jantung portabel seukuran ponsel yang dilengkapi baterai, kabel, dan beberapa elektroda kecil. Elektroda ini ditempelkan pada kulit dada menggunakan perekat khusus untuk mendeteksi aktivitas listrik jantung Anda secara langsung.

Berbeda dari pemeriksaan EKG biasa yang hanya berlangsung beberapa menit, alat Holter merekam data jantung Anda secara terus-menerus selama 24 hingga 48 jam, bahkan bisa lebih lama pada kondisi tertentu. Data ini kemudian disimpan dalam monitor kecil yang terhubung ke elektroda melalui kabel.

Selama alat terpasang, Anda bisa tetap menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja, berjalan, hingga istirahat malam. Dengan demikian, dokter dapat memperoleh gambaran yang jauh lebih nyata mengenai kondisi jantung Anda dibandingkan dengan hanya mengandalkan hasil pemeriksaan singkat di ruang praktik.

Mengapa Holter Monitoring Penting untuk Detak Jantung Tidak Beraturan

Gejala gangguan irama dan detak jantung tidak selalu muncul saat Anda berada di rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan EKG. Sifatnya yang hilang-timbul membuat gangguan ini sulit terekam apabila pemeriksaan hanya dilakukan dalam waktu singkat dan pada momen yang kebetulan tidak menunjukkan gejala.

Kondisi inilah yang membuat hasil EKG di rumah sakit bisa tampak normal, padahal detak jantung Anda sebenarnya sempat tidak beraturan beberapa jam sebelumnya di rumah. EKG standar sekadar memotret kondisi jantung pada satu momen tertentu, bukan menggambarkan pola menyeluruh sepanjang hari.

Di sinilah peran Holter monitoring menjadi penting. Dengan merekam aktivitas jantung Anda secara berkelanjutan selama beraktivitas maupun beristirahat, alat ini memberi gambaran yang lebih lengkap tentang pola detak dan irama jantung Anda dari waktu ke waktu. Sehingga, gangguan yang sebelumnya tersembunyi dapat teridentifikasi dengan lebih akurat.

Prosedur Pemasangan Alat Holter

Sebelum pemasangan, Anda akan diminta mandi terlebih dahulu karena tidak diperbolehkan membasahi dada selama alat terpasang. Anda juga disarankan mengenakan pakaian longgar, dan menghindari penggunaan losion atau bedak di area dada agar elektroda dapat menempel dengan baik.

Selama prosedur yang umumnya berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit, tenaga medis akan menempelkan tiga hingga lima elektroda di area dada menggunakan perekat khusus, kemudian menghubungkannya ke kotak monitor kecil yang dapat dikenakan di saku, ikat pinggang, atau digantung pada tas kecil di bahu. Proses ini tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat dilakukan secara rawat jalan.

Setelah pemasangan selesai, Anda dapat langsung beraktivitas normal. Selama masa pemantauan, Anda akan diminta mencatat waktu dan jenis aktivitas, terutama pada orang yang mengalami gejala jantung berdebar, pusing, atau nyeri dada. Pada hari kontrol, dokter akan melepas alat dan menjelaskan hasil rekamannya secara langsung kepada Anda.

Kapan Anda Perlu Mempertimbangkan Pemasangan Holter?

Anda perlu mempertimbangkan pemasangan Holter apabila mengalami detak jantung tidak beraturan, bahkan saat tidak melakukan aktivitas berat, misalnya saat beristirahat, duduk santai, atau tidur di malam hari. Alasannya, detak jantung yang tidak stabil dalam kondisi tenang semacam ini sering kali menjadi tanda adanya gangguan irama yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

Kondisi ini semakin perlu diwaspadai apabila disertai gejala tambahan, seperti pusing mendadak, sesak napas, mudah lelah tanpa sebab, hingga rasa hampir pingsan yang datang tiba-tiba. Gejala-gejala tersebut dapat menjadi indikasi bahwa jantung Anda mengalami gangguan ritme yang cukup signifikan.

Jangan abaikan detak jantung yang tidak beraturan, terlebih saat melakukan aktivitas peristirahatan. SMC RS Telogorejo menghadirkan layanan Holter monitoring dengan dukungan dr. Kana Kurniati Elka, Sp.JP, FIHA, FAPSC, serta teknologi medis canggih untuk membantu mendeteksi masalah irama jantung secara akurat. Segera jadwalkan pemeriksaan dan konsultasi melalui website SMC RS Telogorejo atau aplikasi MySMC!