Kanker prostat merupakan masalah kesehatan serius, terutama bagi pria usia lanjut. Risiko kanker prostat meningkat seiring usia, dengan pria di atas 65 tahun paling berisiko. Bahkan, ada 13.563 kasus baru dan lebih dari 4.800 kematian akibat kanker prostat di tanah air tahun 2020. Mari lebih waspada dengan ketahui gejala, penyebab, dan pengobatannya disini!
Apa Itu Kanker Prostat?
Kanker prostat adalah jenis kanker yang berkembang di kelenjar prostat, yaitu organ kecil berbentuk kenari yang berada di bawah kandung kemih pria. Padahal, kelenjar ini berfungsi menghasilkan cairan semen yang memberi nutrisi dan mengangkut sperma.
Gejala Kanker Prostat
Kanker prostat umumnya tidak menunjukkan tanda-tanda pada tahap awal. Namun, seiring waktu, penderita bisa merasakan gejala berikut:
Kesulitan saat buang air kecil;
Aliran urin yang lemah atau terputus-putus;
Rasa sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil;
Darah dalam urin atau air mani;
Nyeri pada punggung bawah, pinggul, atau paha;
Disfungsi ereksi.
Faktor Risiko Penyebab Kanker Prostat
Berikut beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker prostat:
1. Obesitas dan gaya hidup
Gaya hidup tidak sehat seperti terlalu sering makan makanan tinggi lemak dan minim bergerak dapat meningkatkan peluang seseorang terkena kanker prostat. Obesitas juga berkaitan dengan kanker prostat yang lebih agresif dan stadium lanjut yang lebih sulit untuk diobati.
2. Faktor genetik
Riwayat kanker prostat dalam keluarga menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko terhadap penyakit ini. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan adanya mutasi genetik tertentu yang diwariskan dan memengaruhi pertumbuhan sel di prostat.
3. Perubahan prostat di usia lanjut
Seiring bertambahnya usia, perubahan pada jaringan prostat menjadi lebih umum, termasuk pembesaran prostat yang dikenal sebagai benign prostatic hyperplasia (BPH). Meskipun BPH sendiri bukan kanker, perubahan ini bisa meningkatkan risiko pertumbuhan sel tidak normal yang bisa berkembang menjadi kanker prostat.
Pengobatan Kanker Prostat
Pengobatan untuk kanker prostat sangat dipengaruhi oleh stadium penyakit, tingkat keparahan, serta kondisi fisik pasien secara keseluruhan. Berikut beberapa metode pengobatan yang tersedia:
1. Pengawasan aktif: Untuk kanker prostat stadium awal, dokter sering merekomendasikan pendekatan "wait and watch" dengan pengawasan ketat lewat tes PSA dan biopsi prostat rutin.
2. Operasi (prostatektomi radikal): Tindakan operasi pengangkatan seluruh kelenjar prostat dan jaringan sekitarnya. Ini adalah salah satu cara utama untuk mengobati kanker yang masih terbatas pada satu area.
3. Terapi radiasi: Radioterapi digunakan untuk membunuh sel kanker yang tersisa pascaoperasi atau sebagai terapi utama untuk kanker yang belum menyebar.
4. Terapi hormon: Terapi ini bertujuan menurunkan kadar testosteron karena hormon ini bisa mendorong pertumbuhan sel kanker prostat.
5. Kemoterapi: Terapi ini menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker yang berkembang pesat, dan umumnya diberikan pada kasus kanker prostat yang telah menyebar ke organ tubuh lainnya.
6. Krioterapi: Dalam metode ini, jaringan kanker prostat dibekukan menggunakan suhu sangat rendah untuk menghentikan pertumbuhannya. Biasanya diterapkan pada kasus tertentu, terutama kanker stadium awal.
7. Imunoterapi: Imunoterapi membantu meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker.
Cara Mendeteksi dan Mencegah Kanker Prostat
Berikut langkah-langkah pencegahan kanker prostat yang bisa Anda lakukan:
1. Jalani tes DRE dan PSA secara rutin
Digital Rectal Examination (DRE) dan Prostate-Specific Antigen (PSA) adalah tes yang bisa membantu mendeteksi kanker prostat sejak dini. Pria di atas 50 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan ini minimal setahun sekali.
2. Perbanyak asupan makanan kaya antioksidan
Cobalah untuk lebih sering mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung antioksidan tinggi. Misalnya, tomat (likopen), brokoli, dan buah beri yang bisa membantu menurunkan risiko kanker prostat.
3. Istirahat dan olahraga yang cukup
Aktivitas fisik teratur dan tidur yang cukup bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh. Ini berkontribusi pada pengendalian berat badan, yang dapat menurunkan risiko kanker prostat.
Kanker prostat adalah penyakit serius yang bisa berdampak besar pada kualitas hidup pria, terutama yang sudah memasuki usia lanjut. Namun, dengan peningkatan kesadaran tentang gejala, faktor risiko, dan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan rutin, kanker prostat bisa dikendalikan dan diobati dengan lebih efektif.
Jangan tunda lagi jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala yang bisa menunjukkan kanker prostat. Segera konsultasikan dengan dokter spesialis dan jadwalkan tes melalui call center (024 - 8646 6000) atau WhatsApp (081 6666 340) di SMC RS Telogorejo. Anda juga bisa melakukan pemesanan online melalui website SMC RS Telogorejo atau aplikasi MySMC yang tersedia di iOS danAndroid.