Thumbnail
15 Juli 2026

Pencapaian Orang Lain Picu Fear of Missing Out? Ini Solusinya!

Melihat kesuksesan atau pencapaian orang lain di media sosial sering kali menimbulkan perasaan minder, terutama ketika kita sendiri merasa belum meraih apa pun dalam hidup. Fenomena ini dikenal sebagai Fear of Missing Out (FOMO), yaitu kecemasan yang terjadi saat melihat kehidupan orang lain lebih bahagia, sukses, dan bermakna.

FOMO yang dibiarkan terus-menerus tanpa kendali, menurut Joko Pratomo, S.Psi., selaku psikolog di SMC RS Telogorejo, akan memicu kecemasan berlebih, stres kronis, hingga penurunan rasa percaya diri yang dapat mengganggu produktivitas serta kesehatan mental sehari-hari. Simak solusi mengatasi FOMO di bawah ini! 

Apa Itu Fear of Missing Out?

Secara harfiah, fear of missing out adalah rasa takut atau kecemasan yang mendalam akan ketertinggalan. Istilah ini merujuk pada persepsi seseorang bahwa lingkungan sekitarnya tengah mendapatkan peluang emas, kesuksesan finansial, atau kebahagiaan sosial yang terlewatkan oleh dirinya sendiri. Kondisi ini membuat penderitanya merasa cemas karena menganggap hidup mereka jalan di tempat saat orang lain terus melangkah lebih cepat.

Di era digital seperti sekarang, fenomena ini diperparah oleh kebiasaan memeriksa smartphone berulang kali sehingga bisa melihat kehidupan orang lain. Rasa takut tertinggal kini juga tidak hanya soal karier, melainkan juga bisa meluas ke hubungan asmara, gaya hidup, hingga pencapaian finansial. Akibatnya, seseorang akan kesulitan merasakan kepuasan hidup karena fokusnya selalu mengarah pada yang dimiliki oleh orang lain, bukan pada apa yang telah ada dalam diri sendiri.

Mengapa Pencapaian Orang Lain Memicu Fear of Missing Out?

Pencapaian orang lain merupakan pemicu utama kecemasan ini karena sifat alami manusia adalah membandingkan diri. Ketika melihat unggahan kelulusan, promosi jabatan, atau pernikahan orang lain, otak seakan terpicu secara otomatis untuk berpikir bahwa itu adalah standar kesuksesan yang mutlak. Kita lupa bahwa media sosial hanya menampilkan momen-momen terbaik dan menyembunyikan perjuangan berat di baliknya.

Selain itu, algoritma pada platform digital juga dirancang untuk terus menampilkan tren dan pencapaian orang lain secara masif. Paparan informasi semacam ini dapat menciptakan ilusi bahwa semua orang di dunia ini mampu meraih kesuksesan dengan mudah, kecuali diri kita sendiri. Tekanan ini akhirnya mengaburkan batasan realitas dan memicu perasaan bersalah di dalam diri, seakan-akan kita kurang berusaha keras dalam menjalani kehidupan.

Solusi Mengatasi Fear of Missing Out

Menghadapi tekanan sosial di era modern memang menantang, tetapi bukan berarti kecemasan ini tidak bisa diatasi. Berikut beberapa cara yang bisa Anda coba untuk mengendalikannya.

1. Pertimbangkan konteks dan kondisi di balik pencapaian orang lain

Saat melihat kesuksesan orang lain, penting untuk menyadari bahwa setiap individu memiliki garis start dan privilese yang berbeda. Supaya terhindar dari kecemasan tersebut, alangkah baiknya untuk tidak menyamakan perjalanan hidup sendiri dengan perjalanan hidup orang lain. Memahami garis start akan membantu Anda menghindari frustrasi yang tidak perlu.

2. Buat target pribadi yang realistis dan relevan

Daripada sibuk mengejar standar kesuksesan yang didefinisikan oleh lingkungan sosial, mulailah merancang peta jalan hidup Anda sendiri. Buatlah target-target jangka pendek dan jangka panjang yang realistis serta relevan dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan Anda. Setelah target terbentuk, fokuslah pada pencapaian kecil yang bisa diraih setiap hari. 

3. Jangan bandingkan diri dengan orang lain

Membandingkan proses unik Anda dengan hasil akhir orang lain adalah tindakan yang tidak adil terhadap diri sendiri. Jika Anda membutuhkan tolok ukur kemajuan hidup, coba bandingkan dengan diri Anda sendiri di masa lampau. Lihat seberapa banyak Anda telah belajar, berkembang, dan bertahan melewati masa-masa sulit dibandingkan dengan setahun atau beberapa tahun yang lalu. 

4. Fokus ke apa yang bisa Anda lakukan saat ini

Kecemasan sering kali muncul karena kita terlalu fokus pada hal-hal di luar kendali, termasuk opini dan pencapaian orang lain. Sebagai solusinya, coba alihkan kembali energi dan perhatian Anda pada hal-hal yang bisa Anda kendalikan saat ini. Misalnya, Anda bisa mengasah keterampilan baru, menyelesaikan pekerjaan, atau merawat kesehatan fisik untuk mengurangi frekuensi overthinking.

Jika perasaan fear of missing out atau FOMO masih terus hadir, bahkan sampai mengganggu pola tidur, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional. Anda bisa menjadwalkan sesi konseling dan melakukan reservasi jadwal konsultasi bersama Joko Pratomo, S.Psi. di SMC RS Telogorejo secara mudah lewat website resmi SMC RS Telogorejo maupun aplikasi MySMC.