Thumbnail
17 April 2026

Serba-serbi Prosedur Total Knee Replacement

Nyeri lutut yang semakin parah bukanlah kondisi yang boleh diabaikan. Jika kondisi tersebut sampai membuat Anda tidak bisa berjalan, salah satu cara paling efektif untuk mengatasinya adalah dengan menjalani total knee replacement (TKR). 

Meski begitu, bukan berarti semua pasien membutuhkan tindakan tersebut. Menurut dr. Andreas Vincent Handoyo, Sp.OT selaku Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi di SMC RS Telogorejo, tindakan TKR direkomendasikan bagi pasien dengan indikasi medis tertentu setelah evaluasi menyeluruh.

Apa Itu Total Knee Replacement? 

dr. Andreas menjelaskan bahwa total knee replacement adalah tindakan operasi untuk mengganti bagian sendi lutut yang rusak dengan sendi buatan (prostesis). Tujuannya adalah membantu memperbaiki fungsi lutut dan mengurangi nyeri, sehingga pasien bisa kembali beraktivitas dengan lebih nyaman.

Pada umumnya, prosedur TKR direkomendasikan pada kondisi kerusakan sendi yang sudah sangat berat, contohnya akibat rheumatoid arthritis, osteoarthritis, atau cedera serius yang tidak kunjung membaik dengan terapi non-bedah.

Operasi TKR dilakukan oleh dokter spesialis ortopedi dan biasanya berlangsung selama 1–2 jam. Ketahui prosedurnya berikut ini agar Anda memiliki gambaran tentang proses operasi TKR:

  1. Pemberian anestesi (bius) pada pasien, lalu area lutut dibersihkan untuk mencegah infeksi;

  2. Dokter membuat sayatan di bagian depan lutut untuk membuka akses ke sendi;

  3. Tulang rawan atau tulang yang sudah rusak diangkat perlahan dan dibuang;

  4. Dokter membentuk permukaan tulang yang sehat agar sesuai dengan prostesis yang akan dipasang;

  5. Dokter memasang prostesis lutut yang biasanya terbuat dari plastik dan logam medis;

  6. Dokter menggerakkan lutut untuk memastikan prostesis terpasang dengan stabil dan mampu bergerak optimal;

  7. Jika posisi dan fungsi prostesis sudah sesuai, dokter akan menutup sayatan menggunakan staples atau jahitan, lalu menutupnya dengan perban steril.

Siapa yang Memerlukan Total Knee Replacement? 

Lebih lanjut, dr. Andreas menyebutkan bahwa tidak semua nyeri lutut membutuhkan total knee replacement. Biasanya, tindakan ini akan direkomendasikan jika bantalan antara tulang paha dan kering telah terkikis habis, sehingga menyebabkan nyeri lutut hebat atau sendi lutut bengkak. Jika terus dibiarkan, dalam jangka panjang kondisi tersebut bisa mengganggu kemampuan berjalan pasien dan menurunkan kualitas hidup secara signifikan. 

Efek Samping Total Knee Replacement

Seperti tindakan operasi besar lainnya, total knee replacement juga memiliki risiko dan efek samping yang perlu diketahui oleh pasien. Berikut beberapa efek samping yang umumnya dapat terjadi setelah operasi TKR:

  • Sulit bergerak;

  • Lutut terasa kaku;

  • Kerusakan saraf;

  • Gangguan pada prostesis sendi lutut;

  • Luka dan perdarahan;

  • Hipersensitivitas terhadap logam di sendi buatan;

  • Alergi terhadap obat bius yang diberikan;

  • Infeksi hingga sepsis;

  • Penggumpalan darah setelah operasi.

Walaupun memiliki berbagai efek samping, tingkat keberhasilan TKR umumnya tergolong tinggi. Setelah operasi, mayoritas pasien mengalami penurunan nyeri yang signifikan dan peningkatan kualitas hidup. Untuk meminimalisir risiko efek samping, biasanya ada anjuran sebelum dan sesudah operasi bagi pasien. Lalu, pasien juga disarankan untuk menjalani fisioterapi rutin setelah menjalani tindakan TKR.

Apakah Total Knee Replacement Aman? 

Secara umum, total knee replacement termasuk tindakan medis yang aman, terutama jika dilakukan oleh dokter spesialis ortopedi yang berpengalaman dan di fasilitas kesehatan yang memadai. Sebagian besar pasien mengalami peningkatan fungsi lutut dan penurunan nyeri secara signifikan setelah operasi TKR. Mereka bisa kembali berjalan setelah melalui periode penyesuaian.

Perawatan Pasca Operasi Total Knee Replacement

Setelah operasi TKR, pasien biasanya akan dirawat inap selama 2–3 hari untuk pemantauan kondisi, kontrol nyeri, dan pencegahan pembekuan darah. Jika perlu, dokter akan meresepkan obat pereda nyeri dan anti-inflamasi untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Pada saat bersamaan, pasien perlu menjaga luka operasi tetap kering dan bersih demi mencegah infeksi.

Kemudian, pasien TKR juga perlu melakukan fisioterapi untuk membantu mengembalikan fungsi, fleksibilitas, dan kekuatan lutut. Sesi ini biasanya mencakup latihan menekuk dan meluruskan lutut, berjalan secara bertahap, serta penguatan otot paha dan betis.

Total knee replacement merupakan solusi efektif untuk mengatasi nyeri lutut parah akibat kerusakan sendi yang sudah tidak dapat ditangani dengan terapi non-bedah. Tindakan ini bertujuan membantu pasien kembali bergerak dengan lebih nyaman agar kualitas hidup meningkat secara signifikan.

Jika Anda merasakan nyeri lutut parah yang berlangsung lama atau bahkan sampai mengganggu aktivitas harian, sebaiknya segera periksakan diri agar kondisi sendi tidak semakin parah. Untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dr. Andreas Vincent Handoyo, Sp.OT di SMC RS Telogorejo. Segera reservasi jadwal konsultasi dan check-up melalui website resmi SMC resmi SMC Telogorejo, atau aplikasi MySMC yang tersedia di App Store dan Play Store.