Thumbnail
11 September 2026

Tanda Gaming Disorder yang Perlu Anda Waspadai

Sebenarnya, anak tak perlu dilarang bermain game sepenuhnya. Pasalnya, menurut Indra Dwi Purnomo, M.Psi., Ph.D., psikolog dari SMC RS Telogorejo, game juga bisa menjadi media belajar yang menyenangkan maupun media hiburan di waktu luang agar anak tidak bosan.

Meski demikian, orang tua tetap perlu waspada terhadap risiko gaming disorder yang dapat menimbulkan masalah besar dalam berbagai aspek kehidupan anak. Lantas, apa itu gaming disorder? Berikut penjelasan serta tanda-tandanya yang perlu Anda perhatikan.

Apa Itu Gaming Disorder?

Menurut International Classification of Diseases 11th Revision (ICD-11) yang diterbitkan oleh World Health Organization (WHO), gaming disorder adalah pola perilaku bermain game yang ditandai dengan hilangnya kendali atas kebiasaan bermain. Hal ini karena prioritas yang diberikan pada game lebih tinggi dibandingkan dengan aktivitas lain, sehingga game mengambil alih minat dan kegiatan sehari-hari.

Berdasarkan pemaparan Indra Dwi Purnomo, M.Psi., Ph.D., perbedaan mendasar antara gaming disorder dan hobi bermain game yang wajar terletak pada tingkat keparahan gangguan tersebut. Jika mengacu pada panduan dari WHO, gaming disorder baru bisa didiagnosis apabila pola perilaku tersebut cukup parah hingga menyebabkan gangguan signifikan pada fungsi personal, keluarga, sosial, pendidikan, pekerjaan, atau area penting lainnya dan umumnya sudah berlangsung setidaknya 12 bulan. 

Sementara itu, pada anak yang hobi bermain game sewajarnya, mereka masih bisa berhenti sejenak ketika disuruh orang tua atau saat merasa lelah dengan game yang dimainkan.

Tanda-Tanda Gaming Disorder

Setelah mengetahui penjelasan tersebut, ada beberapa tanda-tanda gaming disorder yang perlu Anda waspadai. Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda!

1. Sulit berhenti main game

Salah satu tanda utama gaming disorder adalah anak yang sudah berulang kali berniat mengurangi atau berhenti bermain game, tetapi tetap tidak mampu melakukannya. Kondisi ini semakin perlu diwaspadai apabila kebiasaan bermain game sudah mulai mengganggu kondisi fisik, seperti kelelahan berlebih, gangguan tidur, munculnya kecemasan atau perubahan suasana hati yang signifikan.

2. Mengabaikan aspek lain dalam kehidupan

Anak yang mengalami gaming disorder cenderung mulai mengabaikan berbagai aspek penting dalam kehidupannya demi bermain game. Hal ini bisa terlihat dari tugas sekolah yang terbengkalai, berkurangnya interaksi sosial dengan teman maupun keluarga, waktu istirahat yang tidak cukup, hingga pola makan yang tidak teratur karena waktu dan perhatiannya lebih banyak tercurah pada game.

3. Marah dan gelisah ketika tidak bisa bermain

Reaksi emosional yang berlebihan saat tidak diizinkan atau tidak bisa bermain game juga menjadi tanda yang perlu diwaspadai dari gaming disorder. Anak yang menunjukkan kemarahan, kegelisahan, bahkan perilaku agresif ketika akses bermain game dibatasi bisa menandakan adanya ketergantungan emosional terhadap aktivitas tersebut.

4. Kehilangan minat pada kegiatan lain

Anak yang sebelumnya memiliki hobi atau kegiatan lain di luar bermain game, seperti olahraga, menggambar, atau bermain bersama teman, tetapi perlahan-lahan mulai kehilangan minat terhadap kegiatan tersebut karena fokus pada game, juga patut mendapatkan perhatian khusus dari orang tua. Sebab, itu merupakan salah satu pertanda paling jelas dari gaming disorder.

Efek Buruk Gaming Disorder dalam Jangka Panjang

Jika dibiarkan tanpa penanganan, gaming disorder dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang serius bagi anak. Secara akademik, prestasi belajar dapat menurun drastis akibat berkurangnya waktu dan fokus pada pelajaran. Secara sosial, anak berisiko mengalami kesulitan membangun relasi dengan teman sebaya karena lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar.

Dari sisi kesehatan, pola tidur yang terganggu, kurangnya aktivitas fisik, serta pola makan yang tidak teratur dapat memengaruhi tumbuh kembang anak secara keseluruhan. Tidak jarang pula gaming disorder berkaitan erat dengan masalah kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi yang membutuhkan penanganan profesional agar tidak semakin memburuk.

Jika Anda mencurigai anak atau orang terdekat menunjukkan tanda-tanda gaming disorder seperti yang telah disebutkan, sebaiknya jangan menunggu hingga kondisinya semakin parah. Segera jadwalkan konsultasi dan checkup bersama Indra Dwi Purnomo, M.Psi., Ph.D., psikolog di SMC RS Telogorejo melalui link berikut atau aplikasi MySMC di App Store dan Play Store untuk mendapatkan penanganan yang tepat.