logo
  • Panggilan Kedaruratan
    024 - 845 7000
  • Reservasi & Call Centre
    024 - 8646 6000
  • Hotline BPJS
    0811 - 261 - 5046
  • International Corner
    081 - 1277 - 6767
  • Gangguan Kesuburan pada Pria

    Gangguan Kesuburan pada Pria

    dr. Andrian, Sp.And.
    Spesialis Andrologi SMC RS Telogorejo Semarang

    Indonesia adalah negara yang sudah dapat dikatakan ‘melek kesehatan’.Salah satu problema kehidupan yang dahuludiabaikan namun sekarang mulai mendapat perhatian adalah keinginan untuk mendapatkan keturunan/momongan bagi pasanganyang belum dikaruniai keturunan. Terlebih lagi dengan perkembangan zaman dan teknologi kedokteran dewasa ini, di mana penyebab-penyebab gangguan kesuburan, baik priamaupun wanitamulai terkuak satu demi satu.

    Seperti telah kita ketahui, proses mendapatkan keturunan, didahului oleh adanya suatu kehamilan. Nah, kehamilan ini terjadi sebagai akibat dari usaha kerjasama antara pihak laki-laki dan pihak perempuan. Apabila terjadi gangguan dari salah satu pihak, atau keduanyamaka, kehamilan yang diharapkan pun sulit terwujud. Kemandulan atauInfertilitas (dalam bahasa medis) diartikan sebagai ketidakmampuan untuk mendapatkan suatu kehamilan (hamil atau menghamili) dalam waktu 12 bulan dengan frekuensi hubungan seksual yang teratur (2-3x seminggu) tanpa pengaman.

    Gangguan kesuburan ini identik dengan istilah awam sebagai kemandulan. Pihak wanita selalu menjadi pihak yang terpojok dan yang selalu disalahkan apabila hal ini terjadi, padahal pihak laki-laki memberikan kontribusi sebesar ±30% sebagai penyebab tunggal ketidakhamilan, dan faktor bersama sebesar  ±20%. Jadi penyebab ketidakmampuan untuk hamil yang disebabkan oleh pihak laki-laki adalah sebesar ±50%. Sebuah angka yang cukup besar bukan? 50% bukanlah angka yang dapat diabaikan. Ada baiknya, kedua belah pihak memeriksakan diri untuk menentukan status kesuburan masing-masing agar dapat diambil langkah-langkah yang sesuai. Jangan enggan untuk mengonsultasikan masalah anda ke dokter yang tepat. Untuk pihak perempuan dapat ke dokter kandungan, sedangkan untuk pihak laki-laki ke dokter andrologi.

    Sedikit mengupas masalah kesuburan laki-laki, penyebab gangguan kesuburan laki-laki dapat diklasifikasikan menjadi banyak macam. Setiap ahli memiliki cara dan dasarnya sendiri dalam menentukan klasifikasinya. Secara ringkas, gangguan kesuburan pada laki-laki dapat kita kategorikan kedalam masalah-masalah:

    1. Masalah produksi dan pematangan sel benih laki-laki

    Sel benih laki-laki diproduksi di buah zakar (dalam bahasa medis disebut testis). Gangguan-gangguan yang dapat terjadi pada organ ini di antaranya adalah:

    • Gangguan genetik

    Gangguan genetik yang dimaksudkan di sini adalah gangguan pembentukan organ testis itu sendiri sejak dalam kandungan.

    • Penyakit bawaan

    Penyakit bawaan, misalnya testis yang tidak turun ke kantung zakar, yang tidak terkoreksi.

    • Trauma/ perlukaan pada testis 
    • Infeksi dan proses imunologi

    Infeksi yang berkaitan dengan masalah kesuburan adalah infeksi yang terjadi langsung pada testis, atau infeksi pada organ lain, misalnya gondongan yang terjadi pada setelah usia akil balik.

    • Hormonal

    Produksi sel benih laki-laki sangatlah tergantung pada hormon testosteron. Apabila ada gangguan pada hormon ini, entah kadarnya berkurang, entah ada gangguan pada reseptor, sedikit banyak akan berpengaruh pada produksi dan maturasi sel benih.

    • Pengaruh obat-obatan

    Obat-obatan ada yang memiliki efek samping pada produksi sel benih. Yang paling mudah yang dijadikan contoh adalah obat-obatan keganasan, dimasa obat tersebut akan membunuh semua sel benih yang ada.

    • Keganasan

    Keganasan yang terjadi pada testis sangatlah jarang. Namun bila terjadi dapat menyebabkan jaringan testis rusak karena berubah menjadi jaringan ganas.

    • Faktor lingkungan di luar testis

    Diantaranya suhu yang panas, polusi, dan faktor-faktor pembuluh darah, misalnya varikokel. Sedangkan, gangguan pematangan sel benih juga memiliki penyebab yang hampir sama, hanya saja terjadi pada tahap yang lebih lanjut, yang nantinya akan mempengaruhi kemampuan gerak sel benih,  dan bentuk sel benih.

    1. Masalah transportasi sel benih laki- laki

    Sel benih yang diproduksi tentulah hasus diantarkan ke dalam saluran reproduksi perempuan supaya dapat membuahi sel telur. Masalah gangguan transportasi yang sering dijumpai adalah :

    • Gangguan genetik

    Biasanya ditandai dengan tidak terbentuknya saluran reproduksi laki-laki, walaupun buah zakar dapat berfungsi baik dalam hasil produksi

    • Sumbatan

    Sumbatan biasanya terjadi sebagai akibat adanya peradangan lokal, atau sebagai akibat adanya infeksi saluran kencing yang tidak tertangani dengan baik

    • Gangguan seksual

    Gangguan seksual yang dapat mengganggu trnasportasi sel benih adalah gangguan ereksi dan gangguan ejakulasi terhambat atau bahkan tidak bisa ejakulasi sama sekali.

    1. Masalah fungsi sel benih laki-laki dalam kaitannya dengan kemampuan untuk membuahi sel telur

    Gangguan fungsi, utamanya disebabkan adanya kelaian bentuk sel benih, kerusakan kandungan DNA sel benih, dan adanya faktor-faktor antibodi yang mengganggu kemampuan sperma.

    Serious patient listening to advice of professional practitioner after examination

    Tatalaksana

    Dengan melihat banyaknya penyebab gangguan kesuburan pada pihak laki-laki, maka seyogyanya laki-laki juga ikut memeriksakan diri apabila dihadapkan pada masalah kesulitan memiliki anak. Pemeriksaan untuk pihak laki-laki meliputi konsultasi dan pencatatan keluhan serta riwayat keluarga, riwayat penyakit dan lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, meliputi pemeriksaan seluruh tubuh, dan difokuskan pada alat kelamin laki-laki, dan juga payudara laki-laki. Setelah itu dilakukan pemeriksaan cairan ejakulat, dan pemeriksaan lain-lain bila diperlukan.

    Pemeriksaan analisa cairan ejakulat, atau kita sebut sebagai analisa semen rutin. Di mana nantinya akan diketahui apakah jumlah cairan ejakulat cukup, kekentalan cairan ejakulat, kandungan sel benih dalam cairan ejakulat, kemampuan gerak sel benih, bentuk sel benih, apakah ada tanda-tanda infeksi atau tidak. Pemeriksaan lanjutan dapat meliputi pemeriksaan biokimiawi cairan ejakulat, pemeriksaan radiologis saluran reproduksi, dan pemeriksaan darah.

    Pengobatan dapat dilakukan dalam beberapa kasus, tetapi proses pengobatan ini tidaklah instan, karena kita akan memperbaiki produksi sel benih yang keseluruhan waktunya mencapai 72 ± 9 hari, atau singkatnya 3 bulan. Selain pengobatan, ada pula teknik-teknik lain, yang dapat mempermudah terjadinya proses pembuahan yang kita sebut dengan teknologi reproduksi berbantu, seperti inseminasi, dan bayi tabung.

    Bagaimana? Sedikit banyak sudah mulai terbuka wawasan kita tentang masalah kejantanan pada pria bukan? Pemeriksaan dapat dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan pranikah, bulan ke-6 dalam masa perkawinan, atau pada bulan ke-13.

    Jangan pernah malu konsultasi yaa .

     

    Leave a reply →

Leave a reply

Cancel reply

Photostream