logo
  • Panggilan Kedaruratan
    024 - 845 7000
  • Reservasi & Call Centre
    024 - 8646 6000
  • Hotline BPJS
    0811 - 261 - 5046
  • Humas SMC RS Telogorejo
    0811 - 2791 - 949
  • Jaga Kesehatan, Waspadai 3 Gejala Mycoplasma Pneumoniae Ini

    Jaga Kesehatan, Waspadai 3 Gejala Mycoplasma Pneumoniae Ini

    Mycoplasma pneumoniae adalah salah satu jenis penyakit pada sistem pernapasan manusia yang membuat seseorang memiliki gangguan bernapas dan demam. Penyakit ini pertama kali ditemukan di daerah Tiongkok Utara. Setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa terjadi peningkatan jumlah pasien di sana, tak lama kemudian di Indonesia pun ditemukan kasus ini.

    Berdasarkan laporan dari Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan pada 8 Desember 2023, tercatat ada enam pasien yang terkonfirmasi dan sedang dirawat di rumah sakit Jakarta. Lantas, apa saja gejala mycoplasma pneumoniae dan bagaimana cara mencegahnya? Berikut panduan lengkapnya untuk Anda!

    Gejala Mycoplasma Pneumoniae

    Mycoplasma pneumoniae merupakan penyakit yang kerap menyerang anak usia 3-12 tahun. Ini dia beberapa gejala yang mungkin akan dialami oleh si kecil.

    1. Demam tinggi

    Gejala pertama yang nampak adalah demam tinggi. Berbeda dari sakit flu biasa, demam ini akan datang dan pergi tak menentu. Sehingga, mungkin saja anak akan mengalami demam tinggi pada malam hari, lalu esoknya mereda seperti tak terjadi apa-apa. Kemudian, saat tiba malam hari demam itu bisa datang lagi, sehingga membuat si kecil merasa tidak nyaman.

          2. Sesak napas

    Gejala kedua yang sering dijumpai pada anak-anak penderita mycoplasma pneumoniae adalah sesak napas. Karena penyakit ini memang menyerang paru-paru manusia, tidak heran bila seseorang yang terjangkit menjadi mengalami kesulitan bernapas. Ini tentunya menambah kesan ketidaknyamanan pada sang buah hati.

          3. Batuk berdahak

    Ketiga, si kecil biasanya menderita batuk berdahak. Dahak yang dihasilkan bisa berwarna hijau atau kekuningan dan produksi dahaknya cukup intens. Itulah mengapa banyak anak yang kemudian merasa sangat tidak nyaman, sehingga harus pergi ke dokter supaya lekas sembuh dari penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini.

    Senior woman, cough and sick on sofa in home, chest pain and pneumonia with tuberculosis. Pensioner.

     

    Faktor yang Meningkatkan Risiko Mycoplasma Pneumoniae

    Setelah mengenali beberapa gejala yang menjadi penanda, sekarang mari simak beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit ini.

    1. Minimnya social distancing

    Faktor pertama yang membuat si kecil semakin rentan untuk tertular penyakit ini adalah karena minimnya social distancing. Ya, meskipun penyakit yang satu ini tidak memiliki risiko sebesar Covid-19, tapi cara penyebaran bakteri sebenarnya cukup mirip.

    Ketika seseorang yang menderita mycoplasma pneumoniae bersin atau batuk, residu air yang dikeluarkan oleh mereka biasanya akan mengandung bakteri mycoplasma. Bakteri ini bisa terhirup oleh orang lain yang jaraknya dekat, durasi kebersamaannya lama, dan berada di ruang tertutup.

          2. Kebiasaan merokok

    Faktor berikutnya yang akan meningkatkan risiko tertular salah satu jenis penyakit pneumoniae ini adalah kebiasaan merokok. Sebab, seorang perokok aktif biasanya akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dan ini membuat dirinya rentan tertular penyakit pada sistem pernapasan ini.

           3. Tingkat stres yang tinggi

    Penyebab berikutnya yang semakin meningkatkan peluang seseorang terkena mycoplasma pneumoniae adalah tingkat stres yang tinggi. Seseorang dengan tingkat stres tinggi otomatis akan memiliki imunitas tubuh rendah. Dengan begitu, ia akan lebih mudah terkontaminasi bakteri mycoplasma yang ditularkan dari residu bersin atau batuk seseorang.

    Cara Mencegah Mycoplasma Pneumoniae

    Sebenarnya, penyakit mycoplasma pneumoniae cenderung lebih lama penyebarannya jika dibandingkan dengan Covid-19. Karena masa inkubasi dan penyebarannya yang membutuhkan waktu lama tersebut, akhirnya muncul istilah walking pneumoniae untuk penyakit satu ini. Namun, meski penularannya tak secepat itu, Anda dan si kecil tetap mesti berhati-hati supaya tidak tertular patogen yang terdapat di percikan bersin atau batuk orang lain. Caranya, Anda bisa melakukan beberapa hal seperti yang kami sebutkan berikut ini.

    • Lakukan vaksin yang berfokus pada sistem pernapasan;
    • Cobalah menerapkan social distancing ketika berada di ruang publik;
    • Mulailah membiasakan diri memakai masker ketika berada di tempat umum;
    • Terapkan pola hidup sehat;
    • Pastikan ventilasi di rumah Anda baik;
    • Saat sedang sakit, lebih baik tinggal di rumah untuk meminimalkan potensi penularan;
    • Kunjungi fasilitas kesehatan setempat bila mengalami tiga gejala di atas.

    Sekarang Anda sudah tahu apa saja yang menjadi gejala, penyebab, dan cara mengatasi mycoplasma pneumoniae. Agar si kecil dan Anda bisa terhindar dari penyakit ini, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter di SMC RS Telogorejo untuk menyusun langkah-langkah pencegahannya. Mari, jaga kesehatan keluarga bersama kami!

    Leave a reply →

Leave a reply

Cancel reply

Photostream