logo
  • Panggilan Kedaruratan
    024 - 845 7000
  • Reservasi & Call Centre
    024 - 8646 6000
  • Hotline BPJS
    0811 - 261 - 5046
  • Humas SMC RS Telogorejo
    0811 - 2791 - 949
  • Mengenal Apa Itu Hiperlipidemia, Gejala dan Cara Penanganannya?

    Mengenal Apa Itu Hiperlipidemia, Gejala dan Cara Penanganannya?

    Dalam dunia medis, ada banyak sekali istilah yang kurang familier di telinga orang awam. Istilah-istilah itu bisa berupa nama obat-obatan, penyakit, atau keadaan tertentu dalam tubuh. Jadi, sebenarnya bisa saja istilah-istilah yang terdengar asing di telinga kita itu ternyata sangat dekat dengan keseharian.

    Salah satu contoh istilah asing yang ternyata dekat dengan keseharian adalah hiperlipidemia, yaitu suatu keadaan yang terjadi pada darah manusia dengan potensi memicu penyakit jantung. Seperti apa sebenarnya hiperlipidemia itu dan bagaimana cara menanganinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini!

    Pengertian hiperlipidemia

    Hiperlipidemia adalah kondisi ketika kandungan lemak di dalam darah menumpuk. Keadaan tersebut sebenarnya sering dibicarakan, namun masyarakat umumnya lebih mengenal istilah kolesterol tinggi. Padahal, hiperlipidemia tidak hanya berdampak pada kolesterol, tapi juga membuat kadar trigliserida tinggi. Tentu saja peningkatan ini bukanlah hal yang baik bagi kesehatan tubuh.

    Jika terus dibiarkan, masalah ini bisa memicu terjadinya penyakit jantung, stroke, bahkan serangan jantung. Dapat diketahui bahwa nyawa manusia bisa terancam karenanya. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena ketidakseimbangan lemak tersebut bisa dikontrol dan disembuhkan.

    Penyembuhannya pun dapat dilakukan dengan senantiasa menjaga pola hidup sehat, seperti memakan makanan yang bergizi dan rutin berolahraga. Apabila perlu, penderita dapat memperoleh bantuan berupa konsumsi obat-obatan yang sesuai dengan anjuran dan resep dokter.

    Bagaimana kondisi ini bisa terjadi pada tubuh?

    Ada dua hal yang bisa menjadi penyebab terjadinya keadaan ini, salah satunya adalah faktor keturunan atau genetik. Apabila terjadi karena genetik, ketidakseimbangan lemak bisa disebut sebagai hiperlipidemia primer. Jadi, ketika orang tua memiliki riwayat hiperlipidemia, ada kemungkinan anaknya juga akan mengalami hal yang sama.

    Kemudian, ada juga hiperlipidemia sekunder yang disebabkan oleh gaya hidup kurang sehat. Contohnya adalah jarang berolahraga dan terlalu banyak konsumsi makanan dengan kandungan lemak tinggi.

    A closeup shot of a doctor with rubber gloves taking a blood test from a patient

    Seperti apa gejala hiperlipidemia ini?

    Sebenarnya, penderita hiperlipidemia sekunder hampir tidak menunjukkan tanda atau gejala tertentu. Namun, untuk hiperlipidemia karena faktor keturunan, biasanya terjadi gejala seperti adanya lemak kekuningan di sekitar mata atau persendian. Agar lebih yakin terkait keadaan tubuh Anda, lakukan tes darah di fasilitas kesehatan. Melalui tes darah, akan diperoleh informasi terkait kadar lemak pada darah dan risiko terjadinya hiperlipidemia.

    Kadar lemak dalam darah bisa dikatakan tinggi kalau angkanya sudah melebihi 240 mg/dL. Kadar LDL normal berada di antara 100-129 mg/dL. Terkait kadar trigliserida, kondisi seseorang bisa disebut normal jika angkanya masih di bawah 150 mg/dK. Sebaliknya, trigliserida sudah terlalu tinggi ketika sudah melebihi 200 mg/dL.

    Bisakah hiperlipidemia disembuhkan?

    Seperti yang telah dibahas dalam poin sebelumnya, masalah ini bisa dikontrol dengan menjaga pola hidup sehat. Berikut ini adalah cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya:

    • Menjaga pola makan sehat dan menghindari makanan berlemak secara berlebihan.
    • Memperbanyak makanan yang memiliki kandungan omega 3 seperti telur, makarel, salmon, atau kacang-kacangan.
    • Memperbanyak makanan yang mengandung serat seperti buah naga, pepaya, alpukat, brokoli, kubis, kacang merah, ubi jalar, dan lain-lain.
    • Rutin melakukan olahraga dengan intensitas ringan dan sedang, misalnya naik turun tangga, bersepeda, berenang, jalan santai.
    • Menjaga berat badan ideal.
    • Tidak memiliki kebiasaan merokok.

    Demikian penjelasan mengenai hiperlipidemia serta beberapa tips untuk mencegahnya. Anda bisa melakukan pencegahan dini dengan cara rutin memeriksakan kesehatan. Dengan begitu, Anda bisa tahu keadaan diri Anda sebelum terlambat.

    Pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan di Rumah Sakit Telogorejo yang berada di Jl. KH. Ahmad Dahlan, Pekunden, Semarang Tengah, Kota Semarang. Untuk informasi lebih lanjut soal layanan pemeriksaan hiperlipidemia, lakukan booking dengan menghubungi contact center melalui nomor 024 8646 6000 atau kirim pesan WhatsApp ke nomor 0816666340.

    Anda juga bisa mendapat layanan kesehatan lain di RS Telogorejo. Kunjungi website resmi RS Telogorejo untuk info selengkapnya. Pastikan juga Anda follow Instagram, TikTok, serta subscribe ke kanal YouTube kami agar tidak ketinggalan update terkini seputar dunia kesehatan dan berbagai promo layanan medis dari RS Telogorejo.

    Leave a reply →

Leave a reply

Cancel reply

Photostream