logo
  • Panggilan Kedaruratan
    024 - 845 7000
  • Reservasi & Call Centre
    024 - 8646 6000
  • Hotline BPJS
    0811 - 261 - 5046
  • Humas SMC RS Telogorejo
    0811 - 2791 - 949
  • Pemanfaatan Plasma Kovalsen sebagai Terapi Pendamping Pasien dengan Covid-19

    Pemanfaatan Plasma Kovalsen sebagai Terapi Pendamping Pasien dengan Covid-19

    by Damai Santosa, MD,PhD, Internist, Consultan of Hematologist/Medical Oncologist  

    Wabah severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal sebagai COVID-19 telah menjadi perhatian yang luar biasa besar di seluruh dunia. Tehitung tanggal 6Juni 2020 telah terdapat 6,371,661 kasus COVID-19 dengan angka kematian sebesar 377,552 kasus di seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia sendiri sudah lebih dari 25.000 kasus dengan angka kematian mencapai 1600 orang. Sampai hari ini tidak ada terapi spesifik yang terbukti efektif terhadap infeksi SARS-CoV-2 ini.

    Manifestasi klinis yang sangat bervariasi dari tidak bergejala hingga kegagalan pernafasan dan multi organ disfungsi (MODs) membuat penyakit ini semakin sulit untuk dilawan dan dicegah penyebarannya. Pada pasien yang bergejala ringan dapat ditemui gejala umum seperti demam, batuk kering, dan tenggorokan terasa kering.

    Terapi plasma konvalesens yang memberikan harapan pada penanganan kasus COVID-19 terutama pada kasus yang berat. Plasma konvalesens adalah plasma dari pasien COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh. Plasma adalah bagian dari darah yang mengandung antibodi, yang diambil dari pasien COVID-19 yang sudah sembuh, di dalamnya terdapat antibodi terhadap COVID-19 atau yang disebut sebagai plasma konvalesens. Pemberian plasma konvalesens ini bersifat imunisasi pasif yang dapat diberikan kepada pasien COVID-19 yang masih dalam perawatan. Imunisasi pasif ini diharapkan dapat membantu pemulihan pasien COVID-19.

    041020300_1603280772-Terapi-Plasma-Konvalesen-untuk-COVID-19-Masuk-Uji-Klinis-Tahap-2-shutterstock_1807008745

    Plasma konvalesens sendiri telah menjadi amunisi terakhir pada berbagai wabah sebelumnya seperti SARS-CoV-1, Ebola dan H1N1 dan menunjukkan hasil yang sangat positif di berbagai belahan dunia. Plasma konvalesen pada COVID-19 sendiri bukan sesuatu hal baru yang belum pernah dikerjakan sebelumnya, dari berbagai studi penelitian mengenai pemberian plasma konvalesens pada pasien COVID-19 di Cina dan Italia menunjukkan hasil yang sangat positif. Pemberian plasma konvalesens sendiri bersifat sebagai terapi tambahan dalam artian terapi obat-obatan utama untuk COVID-19 tetap diberikan sesuai prosedur.

    Terapi ini memerluk donor untuk diambil plasma darahnya. Syarat -syarat sebagai donor plasma konvalesens adalah sebagai berikut :

    1. Donor merupakan pasien COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh (negatif pemeriksaan swab tenggorok pada 2 kali pemeriksaan)
    2. Menandatangani persetujuan menjadi donor plasma konvalesens
    3. Pemeriksaan skrining dasar donor dan jumlah antibodi IgG COVID-19
    4. Apabila persyaratan skrining terpenuhi maka pasien akan dilakukan swab tenggorok kembali untuk memastikan status COVID-19 sebelum dilakukan tindakan pengambilan plasma (plasmapheresis)
    5. Plasmapheresis sebanyak 600-900 ml selama 45-60 menit

     

    Efek samping dari tindakan ini bersifat ringan dan minimal seperti nyeri pada lokasi pengambilan plasma. Setelah beristirahat selama 15-30 menit, donor dapat kembali ke aktivitas normal meskipun harus menghindari aktivitas berat selama sisa hari itu. Donor juga disarankan untuk minum banyak air selama 24 jam ke depan untuk mengganti cairan yang hilang saat tindakan plasmapheresis. Plasma konvalesens kemudian dapat langsung diberikan ke resipien atau disimpan ke dalam lemari pendingin.

    dokter damai santosa

    Gambar 1. Prinsip terapi plasma konvalesens pada pasien COVID-19

    Pasien yang akan menerima plasma konvalesens adalah pasien COVID-19 yang berat atau mengancam nyawa. Sebelum diberikan plasma konvalesens, darah pasien dan donor dilakukan pemeriksaan kecocokan golongan darah dan antibodi untuk meminimalisir reaksi transfusi yang mungkin terjadi. Setelah darah dan plasma cocok maka plasma konvalesens dapat diberikan sebanyak 200-500 mL melalui pembuluh darah vena seperti tindakan transfusi darah. Dosis plasma konvalesens diberikan berdasarkan pertimbangan kondisi pasien. Selama proses pemberian plasma konvalesens, pasien akan dimonitor untuk deteksi awal reaksi transfusi seperti demam, menggigil, kemerahan pada kulit dan sesak nafas. Apabila terjadi reaksi transfusi akan ditatalaksana sesuai protokol masing-masing.

    Setelah dilakukan pemberian terapi plasma konvalesens, pasien akan dimonitor keadaan klinis, parameter laboratorium dan jumlah virus dalam tubuh. Plasma darah banyak digunakan sebagai terapi pada beberapa kondisi yang secara umum sangat aman. Plasma konvalesens memang belum menjadi salah satu terapi definitif pada COVID-19, namun dari berbagai studi yang telah dilakukan di berbagai belahan dunia menunjukkan hasil yang sangat positif pada COVID-19.

     

    Leave a reply →

Leave a reply

Cancel reply

Photostream