logo
  • Panggilan Kedaruratan
    024 - 845 7000
  • Reservasi & Call Centre
    024 - 8646 6000
  • Hotline BPJS
    0811 - 261 - 5046
  • Peminat Program Bayi Tabung Meningkat

    Peminat Program Bayi Tabung Meningkat

    Layanan infertilitas dan bayi tabung di Semarang Medical Center (SMC) RS Telogorejo telah ada sejak 1989. Di awal pendiriannya, selama dua tahun hingga 1991 RS Telogorejo menjalin kerja sama dengan Klinik  Melati RSAB Harapan Kita, Jakarta.  RS Telogorejo juga bekerja sama dengan RS Dr Kariadi, FK UNDIP dan FK Unissula.

    Spesialis kandungan SMC RS Telogorejo dr. R. Arie Sutanto, Sp.OG.KFER mengatakan, ada beberapa layanan yang ditawarkan di Klinik Fertilitas dan Bayi Tabung SMC RS Telogorejo, antara lain konsultasi infertilitas, siklus natural/minimal stimulasi, inseminasi buatan/IUI, program Teknologi Reproduksi Berbantu  (TRB) konvensional dan program TRB dengan ICSI serta penyimpanan beku embrio dan sperma. “Dalam dua tahun terakhir ini pasangan suami isteri (pasutri) yang datang menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan,” kata Arie Sutanto. Dari kasus yang ada, faktor istri maupun suami memiliki kontribusi hampir sama besar penyebab infertilitas.

    “Salah satu kunci kesuksesan program ini adalah usaha bersama dan saling mendukung dari masing-masing pasangan untuk menjadi subur,” jelasnya.  Klinik Fertilitas dan Bayi Tabung SMC RS Telogorejo saat ini didukung oleh sejumlah tenaga ahli. Selain ahli kebidanan dan penyakit kandungan, juga ada ahli endokrinologi reproduksi, ahli embriologi klinik, ahli andrologi, bedah urologi hingga ahli laboratorium khusus embriologi. “Selain itu juga ada paramedik khusus, ahli konseling serta ATLM / teknisi laboratorium,” jelasnya.

    Terpisah, spesialis kandungan SMC RS Telogorejo  lainnya dr. Fadjar Siswanto, Sp.OG.KFER menilai, klinik fertilitas yang dimiliki SMC RS Telogorejo relatif komprehensif. “Salah satu keunggulan adalah layanan one stop service atau one stop diagnostic yang artinya semua bisa diselesaikan di klinik ini atau rumah sakit ini,” kata dr Fadjar Siswanto. Klinik Fertilitas dan Bayi Tabung SMC RS Telogorejo dikatakannya juga telah mengantongi akreditasi dari Perhimpunan Fertilitas In Vitro Indonesia  (Perfitri).  Segala hal yang berkaitan dengan permasalahan infertilitas, gangguan hormon serta penyulit-penyulit kehamilan lainnya bisa ditangani. Tak hanya kasus mengenai gangguan hormon, penyulit kehamilan seperti polycystic ovary syndrome (PCOS) dan endometriosis, kasus yang berkaitan dengan hormon seperti menopause pun bisa dikelola. “Kami menangani permasalahan infertilitas mulai yang sifatnya relatif ringan hingga terberat yang mungkin satu-satunya solusi adalah dengan bayi tabung,” ucap Fadjar.

    Namun demikian, program bayi tabung bukan satu-satunya solusi terhadap permasalahan infertilitas. Selama ini pihaknya berupaya menangani permasalahan infertilitas pada fase sebelum bayi tabung. Fadjar mengakui, potensi jumlah pasien yang berkonsultasi terkait permasalahan kehamilan sesungguhnya cukup besar. Mengutip data yang ada, jumlah pasangan usia subur untuk wilayah Jawa Tengah bagian utara ada sekitar 17 juta. “Dari jumlah tersebut, sekitar sepuluh persen diantaranya mengalami permasalahan infertilitas,” ucapnya.

    Lokasi Strategis

    Jika jumlah tersebut mampu diedukasi dengan baik, Fadjar percaya akan semakin banyak pasien yang datang berkonsultasi. Selain itu, lokasi Klinik Fertilitas dan Bayi Tabung SMC RS Telogorejo dinilainya sangat strategis. Layanan transportasi udara yang ada saat ini menjadikan Kota Semarang kerap menjadi jujugan masyarakat yang berada di sejumlah kota di Kalimantan bagian selatan seperti Palangkaraya, Pangkalanbun dan Banjarmasin.

    Baik Arie maupun Fadjar mengakui, tidak semua pasien yang datang memanfaatkan program bayi tabung. Untuk menjalani program bayi tabung dikatakan Fadjar memang membutuhkan biaya yang relatif tidak sedikit. Sebab, obat-obatan stimulasi yang digunakan hampir sebagian besar masih impor. Selain biaya, kendala lainnya adalah usia pasien yang kebanyakan di atas 35 tahun. “Probabilitas keberhasilan pasien dengan usia di atas 40 tahun tentu tidak sebesar mereka yang usianya masih di bawah 30 tahun,” kata Fadjar. Namun Fadjar menampik jika faktor terlambatnya menikah menjadi penyebab banyaknya calon ibu yang datang berkonsultasi usianya di atas usia ideal. “Saya kira tidak demikian. Kota Semarang dan Jateng secara umum tidak seperti Jakarta dimana kaum wanitanya banyak yang berkarier,” ucapnya. Fadjar menengarai hal tersebut disebabkan waktu pasien habis karena konsultasi yang berpindah-pindah tempat. Atau kalau tidak, pasien sudah menjalani treatment yang kurang tepat karena tidak bisa dipungkiri pelayanan di daerah kerap terkendala fasilitas.

    Peserta program bayi tabung di Klinik Fertilitas dan Bayi Tabung SMC RS Telogorejo sendiri dikatakan Fadjar cukup tinggi. Sepanjang 2015 lalu tercatat ada 50 siklus dengan tingkat keberhasilan mencapai 30 persen. “Kasus infertilitas di masyarakat sebenarnya sangat banyak. Seiring dengan kerapnya digelar seminar tentang fertilitas untuk awam, mereka yang datang berkonsultasi saat ini banyak yang berusia muda,” imbuhnya.

    Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Call Center 24 jam SMC RS Telogorejo di nomor telepon (024) 8646 6000, (024) 8452912, Ph. 08112791949 (Dinda)

    Leave a reply →

Leave a reply

Cancel reply

Photostream

Translate »