logo
  • Panggilan Kedaruratan
    024 - 845 7000
  • Reservasi & Call Centre
    024 - 8646 6000
  • Hotline BPJS
    0811 - 261 - 5046
  • Humas SMC RS Telogorejo
    0811 - 2791 - 949
  • Penyakit Mematikan yang Tidak Dikenali Gejalanya

    Penyakit Mematikan yang Tidak Dikenali Gejalanya

    Usus besar merupakan salah satu organ pencernaan yang vital dalam proses mencerna makanan oleh tubuh. Fungsinya ialah menyerap sisa-sisa cairan yang belum tercerna oleh usus halus serta mengalirkan sisa pencernaan yang dibuang dalam bentuk feses. Namun, ada kalanya proses pencernaan dalam usus tidak terjadi secara sempurna sehingga menyebabkan timbulnya beragam penyakit yang menyerang kesehatan usus besar. Salah satunya yakni kanker kolorektal atau yang dikenal oleh masyarakat awam sebagai kanker usus besar. Kanker usus besar menyerang jaringan usus besar dan rectum, bagian bawah usus sampai ke anus. Tercatat pada tahun 2018 lalu, kanker kolorektal menjadi kanker tertinggi kedua pada pria yang jumlah kasusnya mencapai 30.017 orang. Sementara, di seluruh dunia kanker ini menjadi jenis kanker terbanyak keempat yang diderita oleh populasi dunia.

    Kanker ini terjadi seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Awalnya, kondisi ini disebabkan oleh munculnya polip di usus besar yang tidak disadari oleh penderitanya. Polip ialah jaringan yang tumbuh pada jaringan di dinding usus besar yang sifatnya jinak dan tidak berbahaya, namun pada beberapa kasus pertumbuhan jaringan tersebut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kolorektal apabila tidak segera ditangani. Lama pertumbuhan polip hingga menjadi kanker di usus besar kurang lebih 10-15 tahun, maka dari itu kebanyakan penderita kanker
    kolorektal merupakan orang dewasa. Tetapi tidak menutup kemungkinan anak muda dapat terkena penyakit tersebut.

    dr Damai

    Lalu, bagaimana langkah atau cara yang diambil untuk bisa mendeteksi kanker kolorektal sedari dini agar memiliki kemungkinan kesembuhan yang tinggi? Melalui mini webinar ‘Pentingnya Gaya Hidup, Deteksi Dini : Diagnosis Kanker Usus Besar’ bersama Merck, dr. Damai Santoso, Sp.PD, Subsp.HOM selaku dokter spesialis onkologi SMC RS Telogorejo menyampaikan bahwa untuk mendeteksi risiko kanker usus besar dapat dilakukan dengan cara-cara berikut :
    1. DNA feses
    2. Pemeriksaan kondisi anus
    3. Tes darah samar pada feses
    4. Kadar CEA (pertanda tumor) dalam darah
    5. Penapis tumor M2-PK dari feses

    Dalam seminar yang dilaksanakan melalui Zoom, pada 28 Juli 2022 lalu dr. Damai menjelaskan skrining untuk mendeteksi risiko tersebut dapat dilakukan secara rutin mulai pada usia 50 tahun, khususnya bagi kelompok yang memiliki risiko tinggi. Orang dengan riwayat keluarga yang memiliki kanker atau polip juga disarankan untuk melakukan skrining di usia 45 tahun. Tanda-tanda bahaya yang biasanya muncul dan patut dicurigai yakni :
    1. BAB berdarah
    2. Anemia atau kekurangan zat besi pada darah
    3. Pola BAB yang berubah

    Sedangkan untuk melakukan pencegahan terhadap risiko terkena kanker kolorektal ini dapat dilakukan dengan :
    1. Mengenali dan mengendalikan faktor risiko kanker usus besar
    2. Menerapkan pola makan yang sehat dengan memperbanyak sayur dan buah, mengurangi konsumsi daging
    merah dan makanan olahan, menghindari alkohol dan rokok.
    3. Meningkatkan aktivitas fisik dengan rutin berolahraga.
    4. Mencegah obesitas
    5. Selalu memperhatikan pola BAB.

    Karena pertumbuhannya yang lambat dan cenderung lama, gejala-gejala seseorang terkena kanker usus besar sering kali tidak dikenali oleh penderitanya. Akibatnya, sebagian besar pasien yang datang dengan kondisi tersebut sudah memasuki stadium akhir dan kemungkinan untuk sembuhnya minim. Oleh karena itu melakukan skrining dan pencegahan sedini mungkin diperlukan agar terhindar dari kanker usus besar. SMC RS Telogorejo melalui Klinik Onkologi menyediakan layanan skrining yang bertujuan untuk mendeteksi adanya faktor risiko kanker kolorektal maupun gangguan pada sistem pencernaan lainnya. Untuk reservasi ataupun informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di nomor 024 8646 6000.

    Leave a reply →

Leave a reply

Cancel reply

Photostream