logo
  • Panggilan Kedaruratan
    024 - 845 7000
  • Reservasi & Call Centre
    024 - 8646 6000
  • Hotline BPJS
    0811 - 261 - 5046
  • Humas SMC RS Telogorejo
    0811 - 2791 - 949
  • Promil dengan Inseminasi Buatan, Seperti Apa Prosesnya?

    Promil dengan Inseminasi Buatan, Seperti Apa Prosesnya?

    Memiliki keturunan adalah salah satu impian kebanyakan pasangan suami-istri. Namun, terkadang terdapat kasus tertentu yang menghambatnya. Masalah tersebut dapat diatasi dengan berbagai program hamil atau promil, bahkan untuk masalah infertilitas sekalipun.

    Salah satu solusi dari permasalahan infertilitas adalah dengan program inseminasi buatan. Ini adalah salah satu upaya untuk membantu pembuahan bisa lebih cepat terjadi dan istri bisa hamil. Bagaimanakah cara kerja hingga rincian prosesnya? Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

    Mengenal tentang inseminasi buatan

    Inseminasi buatan, atau bisa disebut juga dengan intrauterine insemination (IUI), merupakan salah satu pilihan dalam program hamil. Program ini dilakukan dengan memasukkan sperma secara langsung ke dalam rahim. Tujuannya untuk membantu terjadinya reproduksi berupa proses pembuahan sel telur oleh sperma.

    Dibandingkan dengan pembuahan alami, teknik tersebut mampu meningkatkan jumlah sperma yang masuk ke dalam tuba falopi. Dengan begitu, diharapkan peluang terjadinya pembuahan juga menjadi lebih besar.

    Young asian beautiful pregnant woman hands fondle on belly sitting on sofa at home. Pregnancy, maternity, preparation and expectation concept.

    Persiapan yang perlu dilakukan

    Sebelum melakukan inseminasi buatan, terdapat beberapa hal yang harus dipastikan terlebih dahulu. Pertama-tama, dokter pasti akan melakukan berbagai pemeriksaan untuk memastikan bahwa prosedur akan aman dilakukan kepada pasien.

    Pemeriksaan tersebut terdiri atas beberapa tahap, seperti USG, rontgen, atau hysterosalpingo-contrast sonography memakai gelombang suara. Kemudian, sampel sperma juga harus disiapkan. Sampel tersebut tentu diambil yang terbaik untuk meningkatkan peluang terjadinya pembuahan.

    Jika hal itu sudah dilakukan, dokter sudah bisa menentukan waktu untuk melaksanakan prosedur. Penentuan jadwal akan disesuaikan dengan prediksi terjadinya ovulasi. Selain menunggu proses ovulasi secara alami, pasien dapat dibantu dengan obat-obatan penyubur kandungan sesuai anjuran dokter, contohnya clomiphene citrate, bromokriptin, dan metformin hydrochloride. Apabila sudah terjadi ovulasi, prosedur pembuahan pun akan dilakukan sekitar satu sampai dua hari kemudian.

    Seperti apa jalannya prosedur inseminasi?

    Prosedur untuk mengatasi masalah kesuburan ini tidak berlangsung lama. Sebagai tahap awal, pasien akan diarahkan untuk berbaring di tempat tidur. Lalu, dokter menggunakan spekulum untuk melebarkan vagina. Sebuah kateter pun kemudian akan dimasukkan ke dalam vagina melalui serviks hingga masuk ke dalam rahim. Kateter berfungsi sebagai tempat jalannya sperma. Begitu posisi peralatan sudah tepat, sperma akan disemprotkan ke dalam tuba falopi.

    Ketika tahapan sudah selesai, pasien akan diminta untuk berbaring sementara waktu. Setelah itu, barulah tenaga medis yang bertugas akan melepaskan kateter dan spekulum dari tubuh pasien. Proses inseminasi pun telah selesai dilakukan.

    Menilik beberapa pengalaman sebelumnya, prosedur inseminasi buatan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Walau begitu, terdapat beberapa kasus di mana pasien wanita mengalami kram perut atau pendarahan ringan.

    Inseminasi dan bayi tabung, apakah sama?

    Perlu diketahui bahwa tindakan pembuahan buatan ini berbeda dari program bayi tabung. Namun, keduanya memang alternatif yang bisa dilakukan sebagai opsi program hamil. Pasangan yang memiliki masalah infertilitas pun bisa memilih di antara pilihan itu. Lantas, apa perbedaannya?

    Perbedaan inseminasi buatan dan bayi tabung dapat dilihat dari berbagai aspek. Jika dilihat dari kesehatan organ reproduksi, inseminasi buatan kerap dijadikan solusi bagi pasangan dengan kualitas sperma kurang baik. Oleh karena itu, bantuan diberikan dengan menyemprotkan sperma secara langsung ke dalam dinding rahim wanita. Sementara itu, program bayi tabung dilakukan ketika tuba falopi lengket, bukan hanya kualitas sperma yang rendah.

    Terkait tingkat keberhasilan, inseminasi buatan memiliki peluang yang lebih kecil, namun prosesnya tidak sakit. Sebaliknya, program bayi tabung menawarkan peluang keberhasilan lebih besar, namun tentu risikonya juga lebih tinggi. Misalnya, terdapat kemungkinan terjadi infeksi, gangguan pada organ lain, hingga pendarahan.

    Bagi orang tua yang ingin melakukan program hamil dengan sistem inseminasi buatan, Anda bisa mendatangi Telogorejo Fertility Center di RS Telogorejo. Layanan ini memang dibuat khusus untuk pasangan suami-istri yang mengalami kesulitan dalam memiliki anak. Jika Anda tertarik atau ingin mengetahui informasi lebih lengkap, langsung saja kunjungi RS Telogorejo di Jl. KH. Ahmad Dahlan, Pekunden, Semarang Tengah, Kota Semarang.

    Sebagai alternatif, Anda juga dapat menghubungi contact center melalui nomor 024 8646 6000 atau kirim pesan WhatsApp ke nomor 0816666340. Untuk informasi lain seputar layanan medis RS Telogorejo maupun update terkini tentang dunia kesehatan, kunjungi website resmi RS Telogorejo serta follow Instagram, TikTok, dan subscribe ke kanal YouTube kami.

    Leave a reply →

Leave a reply

Cancel reply

Photostream