logo
  • Panggilan Kedaruratan
    024 - 845 7000
  • Reservasi & Call Centre
    024 - 8646 6000
  • Hotline BPJS
    0811 - 261 - 5046
  • Humas SMC RS Telogorejo
    0811 - 2791 - 949
  • Solusi Pembuluh Darah Jantung Menyempit & Kaku

    Solusi Pembuluh Darah Jantung Menyempit & Kaku

    dr.Antonius Sarwono Sandi Agus, Sp.BTKV, FIHA, MH, FICS.
    Spesialis Bedah Thoraks Kardio Vaskuler

    Penyakit kardiovaskular merupakan penyakit tidak menular penyebab kematian utama, mencapai 17.9 juta kasus kematian setiap tahunnya dan lebih dari 3 juta terjadi pada usia dibawah 60 tahun menurut WHO. Kardiovaskular, terdiri dari kata kardio yang merupakan jantung dan vaskular adalah pembuluh darah. Sehingga jantung dan pembuluh darah pasti saling berhubungan serta saling mempengaruhi dalam sistem peredaran darah ke seluruh organ tubuh, jika pembuluh darah bermasalah maka akan berdampak pada organ lain. Misal, jika ada bagian tubuh yang tidak teraliri darah maka lambat laun akan menghitam karena terjadi kematian sel tubuh.

    Masalah aterosklerosis merupakan penyakit kardiovaskular yang terjadi pada orang dewasa, mulai dari usia 17 tahun, yang besar kemungkinan disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat seperti memiliki gaya hidup malas bergerak atau jarang berolahraga, memiliki pola makan tinggi kolesterol, sering konsumsi minuman kemasan, kurang tidur, serta mengalami stres berkepanjangan. Faktor risiko pemicu aterosklerosis lainnya antara lain tekanan darah tinggi,kolesterol tinggi, kencing manis, perokok aktif maupun pasif.

    Banyak orang tidak mengetahui bahwa dirinya menderita aterosklerosis hingga timbul komplikasi. Komplikasi ini biasanya terjadi ketika pembuluh darah sudah terlanjur menyempit, jika terjadi penyempitan di pembuluh darah jantung ditemukan tanda dan gejala antara lain nyeri dada seperti ditindih atau diremas (angina), nyeri atau tekanan pada pundak, lengan, rahang, atau punggung, gangguan irama jantung (aritmia), sesak napas, berkeringat, dan gelisah.

    Penampakan aterosklerosis terlihat adanya timbunan plak (kerak) di dinding pembuluh darah. Timbunan plak ini terbentuk dari kotoran sel, tumpukan lemak, dan kolesterol molekul yang berkumpul, mengeras karena mengandung kalsium (mineral penyusun tulang) seperti kerak disaluran selang/paralon pipa air,sehingga bisa terdeteksi dengan pemeriksaan skorcalcium.

    Plak ini  semakin lama akan semakin tebal, keras dan makin mempersempit diameter pembuluh darah, sehingga berpotensi sebagai sumber utama pembentukan thrombus (gumpalan darah) yang bentuknya diumpamakan seperti cendol berwarna hitam. Sebagaimana kita tahu, cendol tersebut tidak akan hancur dan akan berpotensi menyumbat ditempat lain.

    Hal ini yang menyebabkan problem dari penyakit kardiovaskular semakinmeningkat, ditambah dengan paparan COVID-19 yang mewabah dan bermutasi (N439K) saat ini. Walaupun tidak bergejala, paparan infeksi COVID-19 ini memicu penggumpalan darah yang tidak dapat diatasi, hal ini terjadi karena virus ini mengacaukan sistem pembekuan darah ditubuh manusia sehingga mempercepat pembentukan thrombus / cendol hitam tersebut.

    Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan medical check up secara keseluruhan, untuk mengetahui bagaimana kondisi fisik secara umum. Kemudian akan di sesuaikan hasil pemeriksaan tersebut dengan kondisi pasien.

    Plak aterosklerosis yang keras dan sempit ini diibaratkan seperti pipa paralon yang sudah mengerak dan kotorannya berkumpul melapisi dinding pipa tersebut, lalu apa yang bisa kita lakukan? Bisa mengoreknya dengan cara membuka kembali pipa tersebut. Tindakan tersebut dilanjutkan dengan pemasangan ring (stent) atau angioplasty, bertujuan untuk membuka sementara pembuluh darah yang sempit akibat pengerasan tersebut, tetapi penyempitan ini tidak bisa di buka secara total, oleh karena itu diperlukan tindakan bypass seperti membuat jembatan layang tanpa mengganggu pembuluh darah yang keras dan rapuh tersebut. Tindakan mengganti pipa paralon rusak tersebut dengan yang baru agar aliran darah kembali lancar dalam bahasa medis disebut “revaskularisasi” ungkap dr. Antonius Sarwono Sandi Agus Sp.BTKV, MH, FIHA, FICS, selaku dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular di SMC RS Telogorejo Semarang.

    Dokter spesialis jantung akan berkolaborasi dengan dokter spesialis bedah toraks, kardiak dan vaskular untuk tindakan lebih lanjut, seperti Bedah Pintas Arteri Koroner (BPAK) atau CABG (Coronary Artery Bypass Grafting) atau masyarakat lebih mengenalnya dengan istilahoperasi “bypass”. Tindakan ini dilakukan untuk mengatasi penyumbatan atau penyempitan arteri dengan cara memintas pembuluh darah yang rusak, sempit, kaku rapuh dan tersumbat, menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh pasien sendiri, seperti memindahkan pipa paralon yang baru menggantikan yang telah rusak.

    “Tindakan BPAK ini bertujuan memberi aliran darah baru 100% menggunakan pembuluh darah milik pasien sendiri di bagian lain, yang dipindahkan ke jantung (ibarat jembatan layang) tanpa mengganggu pembuluh darah asli yang telah sempit,mengerak dan rapuh”  ujar dr. Anton. Anton juga menambahkan “Operasi bypass ini akan mengembalikan aliran darah kembali di jantung yang sebelumnya berkurang, karena saluran pembuluh darahnya menyempit dan atau tersumbat, dengan melewati arteri koroner yang sempit atau tersumbat karena atherosclerosisini.

    SMC RS Telogorejo telah melengkapi tata kelola terkini dalam memberikan solusi untuk pasien dengan penyakit kardiovaskular berupa 2 buah mesin jantung paru (Heart Lung Machine) untuk BPAK ini, khususnya bagi pasien dengan aterosklerosis berat atau telah terjadi penyebaran thrombus pada peredaran aliran darah di tubuh.

    dr anton bypass

    Perlu dipahami bahwa pembentukan plak di dalam pembuluh darah ini, pasti terjadi seiring bertambahnya usia pada proses penuaan dimulai sejak remaja. Cepat atau lambatnya tergantung gaya hidup masing-masing orang, pastikan kita melakukan medical check up secara berkala dan konsul ke dokter jika dirasa memiliki keluhan atau tanda gejala” imbuh dr. Anton.

    Upaya pencegahan yang dapat dilakukan salah satunya dalam aspek nutrisi, dengan melakukan pola makan sehat dengan gizi seimbang yang kaya serat dan karbohidrat kompleks, serta rendah kolesterol, dan menghindari atau membatasi konsumsi minuman kemasan.

    Olahraga rutin juga diperlukan, bukan bertujuan untuk membentuk otot besar tapi fokus pada kualitas sel tubuh agar lebih tahan terhadap segala situasi yang bertujuan meningkatkan kualitas tubuh dalam merespon radikal bebas. Selain itu gaya hidup sehat lainnya adalah dengan hindari asap rokok (aktif maupun pasif), mengelola stress dengan baik, serta tidur yang cukup.

    Leave a reply →

Leave a reply

Cancel reply

Photostream