Program kehamilan yang berulang kali gagal dapat menjadi cobaan besar dalam pernikahan. Hal tersebut tidak hanya melelahkan secara fisik, tapi juga dapat menguras emosi dan harapan. Wajar jika akhirnya banyak pasangan memutuskan untuk menyerah di tengah jalan. Namun, tidak begitu halnya dengan Sri dan Feny. Pasangan suami-istri ini berhasil mewujudkan impian untuk mendapatkan momongan setelah berjuang cukup lama di SMC RS Telogorejo.
Awal Mula Perjuangan Program Kehamilan Sri dan Feny
Menikah pada 2015, Sri dan Feny ingin membangun keluarga kecil yang bahagia dengan kehadiran buah hati. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2017, mereka memutuskan untuk menjalani program kehamilan. Sayangnya, usaha tersebut tidak langsung memberikan hasil ideal seperti yang diharapkan.
Setelah konsultasi dengan dokter kandungan, keduanya menerima hasil pemeriksaan yang cukup mengejutkan. Sang suami, Feny, didiagnosis mengalami azoospermia, yakni kondisi medis yang menunjukkan tidak adanya kandungan sperma dalam air mani ketika pria ejakulasi. Di sisi lain, kondisi kesehatan reproduksi Sri dinyatakan normal.
Diagnosis tersebut memberi tantangan besar bagi Feny dan Sri yang kala itu sedang berjuang mempunyai anak. Secara alami, proses pembuahan hampir mustahil terjadi tanpa adanya sperma. Namun, mereka tak ingin menyerah begitu saja; mereka tetap melanjutkan perjuangan program kehamilan.
Keputusan Bulat untuk ke Telogorejo Fertility Center
Pada 2018, Feny melakukan operasi varikokel, yakni pembesaran atau pembengkakan pembuluh darah pada kantung zakar. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan gangguan kesuburan pria. Oleh sebab itu, operasi varikokel diharapkan mampu memulihkan produksi sperma Feny. Sayangnya, lagi-lagi hasilnya belum sesuai harapan. Enam bulan pasca-operasi, Feny masih mengalami azoospermia.
Tak ingin menyerah, Feny dan Sri memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter andrologi di rumah sakit lain. Namun, perjuangan tersebut juga belum membuahkan hasil. Selama 2018 hingga 2021, pasutri ini mendatangi beberapa rumah sakit di Jawa Tengah dan Yogyakarta dengan niat melakukan program bayi tabung (IVF).
Sayangnya, mereka harus berulang kali mendapat jawaban pahit. Para dokter andrologi yang mereka temui mengaku angkat tangan untuk menangani program IVF Feny dan Sri. Hingga akhirnya pada awal 2021, Sri melihat unggahan di akun Instagram SMC RS Telogorejo. Pada unggahan tersebut, terdapat informasi tentang dokter andrologi.
Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk mengambil langkah besar. Pada Februari 2021, Feny dan Sri berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis andrologi di SMC RS Telogorejo, dr. Andrian, Sp.And.
Lika-liku Proses IVF di SMC RS Telogorejo
Dengan pendampingan dari dr. Andrian dan tim Telogorejo Fertility Center, Feny dan Sri menjalani rangkaian pemeriksaan lanjutan. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa mereka dapat mengikuti program IVF. Jadi, untuk pertama kalinya, Feny dan Sri menjalani proses IVF di SMC RS Telogorejo pada 2021.
Dari hasil program tersebut, tim dokter berhasil mendapatkan tiga embrio berkualitas. Kemudian, satu embrio langsung digunakan untuk prosedur embrio transfer, sedangkan dua embrio lainnya disimpan dalam kondisi beku agar bisa digunakan di masa depan.
Dengan embrio transfer, harapan Feny dan Sri pun kembali menguat. Sayangnya, kenyataan berkata lain. Embryo pertama tersebut tidak dapat berkembang menjadi kehamilan. Meski sempat kecewa, keduanya tidak menyerah begitu saja. Masih ada dua embrio lain yang menyimpan harapan besar. Namun, kali ini Feny dan Sri memutuskan untuk mengambil jeda cukup lama. Mereka baru melakukan embrio transfer kedua pada Mei hingga Juni 2023.
Hadiah Indah di Hari Kasih Sayang
Perjuangan bertahun-tahun yang dilalui Feny dan Sri akhirnya membuahkan hasil membahagiakan. Embrio transfer kedua berhasil menempel dan berkembang dengan baik. Untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun perjuangan, mereka dapat mendengar detak jantung calon buah hati.
Bayi perempuan tersebut lahir dalam kondisi sehat pada 14 Februari 2024, bertepatan dengan Hari Valentine yang penuh makna. Tidak hanya identik dengan cinta, tanggal tersebut juga telah menjadi simbol kesabaran yang berbuah manis bagi Feny dan Sri. Hingga cerita ini ditulis, putri Feny dan Sri sudah menginjak usia 15 bulan.
Cerita Feny dan Sri menjadi bukti nyata bahwa perjuangan panjang untuk memiliki momongan bisa berakhir bahagia. Di tengah berbagai tantangan, mereka memilih untuk tidak menyerah hingga akhirnya menemukan perawatan medis yang tepat di SMC RS Telogorejo.
Bagi para pasutri yang ingin mewujudkan impian untuk memiliki momongan, mulailah dengan menjadwalkan konsultasi bersama dr. Andrian, Sp.And. di Telogorejo Fertility Center. Hubungi call center (024) 8646 6000 atau WhatsApp di nomor 081 6666 340. Selain itu, Anda juga bisa reservasi online melalui website SMC RS Telogorejo atau aplikasi MySMC di perangkat iOS maupun Android!