logo
  • Panggilan Kedaruratan
    024 - 845 7000
  • Reservasi & Call Centre
    024 - 8646 6000
  • Hotline BPJS
    0811 - 261 - 5046
  • International Corner
    081 - 1277 - 6767
  • Waspada Terhadap Faktor Risiko dan Pencetus Penyakit Jantung Koroner

    Waspada Terhadap Faktor Risiko dan Pencetus Penyakit Jantung Koroner

    Perawatan pasca operasi jantung koroner diperlukan agar serangan jantung berulang bisa dicegah. Seseorang yang terkena penyumbatan pembuluh darah jantung koroner dapat terkena kembali. Perawatan mesti diperhatikan dengan mencegah munculnya pemicu dari faktor-faktor risiko. Pencegahan tidak kalah pentingnya dengan operasi yang telah dijalani pengidap penyakit jantung koroner.

    Menurut dr Sodiqur Rifqi, Sp JP(K), FIHA, FAsCC, dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah SMC RS Telogorejo, pencegahan pertama dan terutama dengan minum obat pengencer darah seumur hidup. Obat ini berfungsi membuat darah kental menjadi encer, sehingga sirkulasi darah di dalam pembuluh darah jantung tidak terganggu. “Ada obat yang harus diminum rutin selama sebulan setelah operasi. Selanjutnya dianjurkan selama setahun tanpa putus. Setelah itu, obat pengencer dosis rendah seumur hidup,” ujarnya.
    Pascaoperasi, setiap setahun sekali dianjurkan untuk memeriksa kondisi tubuh secara menyeluruh. Hal ini diperlukan untuk memeriksa dan memastikan kinerja jantung tidak terganggu.

    Faktor Risiko
    Perawatan sekunder perlu diperhatikan dengan menghindari faktor-faktor risiko yang dapat memicu terjadinya serangan jantung, antara lain : diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas dan merokok. Orang yang belum pernah terkena serangan jantung, namun memiliki faktor risiko tersebut diatas juga, beresiko terkena serangan jantung.
    “Pola hidup dan pola makan harus diatur agar terhindar dari faktor risiko. Biasanya orang yang pernah terkena serangan jantung akan berubah drastis pola hidupnya. Dari yang sebelumnya merokok, lalu berhenti sama sekali,” katanya.
    Dalam pola makan, diperlukan pengaturan untuk menghindari garam dengan kadar tinggi dan berlebihan asupan karbohidrat. Pendekatan melalui obat juga diperlukan untuk menurunkan kolesterol, hipertensi dan diabetes.
    Dijelaskannya, secara teratur olahraga juga diperlukan untuk menjaga kebugaran tubuh dan kelancaran sirkulasi darah. Aerobik, jogging, berenang dan bersepeda merupakan jenis olahraga yang diperlukan seorang pengidap jantung koroner. Asas olahraga tersebut yakni terukur dan teratur. Terukur berarti pemilihan jenis olahraga disesuaikan dengan umur atau denyut jantung. Biasanya dimulai dengan treadmill. Teratur berarti olahraga berkesinambungan.
    “Kegiatan jogging kira-kira 20 menit/hari selama tiga kali dalam seminggu. Kalau sibuk dicari cara lain, misalnya bisa jalan kaki. Mungkin memilih parkir kendaraan jauh lokasi kantor,” ungkapnya.

    Faktor Pencetus
    Penyakit jantung saat ini menjadi “pembunuh” nomer satu di Indonesia. Jantung koroner merupakan jenis penyakit jantung paling banyak dan sering terjadi. Penyakit ini memiliki risiko tinggi terhadap kematian. Seseorang yang terkena serangan jantung jenis ini memiliki peluang kematian 50% dan kehidupan 50%. “Seorang yang terkena penyakit jantung ini diambang kematian maksudnya. Kalau tidak segera ditangani, mengakibatkan kematian,” katanya.
    Laki-laki memiliki risiko terserang penyakit jantung lebih besar daripada perempuan. Hal ini karena laki-laki memiliki hormon androgen yang tak dimiliki perempuan. Sedangkan risiko perempuan sama dengan laki-laki saat menopouse. Faktor umur menambah risiko terkena jantung. Semakin tua, semakin beresiko. “Ada faktor keturunan yang mempengaruhi seseorang terkena. Ke depan, deteksi dini penyakit jantung bisa diketahui dari DNA. Jadi apakah anak-anaknya nanti beresiko terkena atau tidaknya, itu bisa diketahui,” ujarnya.
    Di luar faktor risiko, terdapat pula faktor pencetus yang harus diwaspada, yakni antara lain stres fisik dan psikis. Stress memicu syaraf-syaraf di dalam tubuh tegang dan mengakibatkan konstraksi pembuluh darah, hal ini mempengaruhi aliran darah, hormon adrenalin yang sering terpacu dan minum kopi dalam dosis banyak juga memicu terjadinya stress. Harus diwaspadai khususnya bagi orang yang pernah terkena atau memiliki riwayat penyakit jantung. Kalau capek, sebaiknya segera istirahat,” imbuhnya.

    Untuk info lebih lanjut dipersilahkan menghubungi Call Center 24 Jam SMC RS. Telogorejo di nomer telp. (024)86466000. NN

    Leave a reply →

Leave a reply

Cancel reply

Photostream

Translate »