Thumbnail
30 Desember 2025

5 Gejala Stroke Ini Tidak Boleh Diabaikan

Masih banyak orang yang mengabaikan gejala stroke karena menganggapnya kelelahan biasa. Padahal, stroke termasuk salah satu kondisi medis paling berbahaya, yang terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti. Jika dibiarkan terlalu lama tanpa pertolongan medis, kondisi tersebut akan berisiko menyebabkan kerusakan otak. 

Gejala Stroke: SeGeRa ke RS

Untuk mencegah situasi tersebut, Anda perlu mengenali tanda-tanda awal stroke. Caranya mudah, yakni dengan menggunakan akronim SeGeRa ke RS yang diperkenalkan oleh SMC RS Telogorejo, yaitu:

  • Senyum tidak simetris

Gejala stroke kerap kali terlihat jelas pada wajah. Salah satu tanda yang paling umum adalah saat pasien diminta tersenyum, salah satu sisi pipi atau bibir tampak “turun” atau tidak bisa digerakkan secara penuh. 

Biasanya, hanya satu sudut mulut yang terangkat, atau pasien tampak seolah-olah sedang menyeringai pada satu sisi. Kondisi ini muncul akibat terjadinya gangguan pembuluh darah dan saraf pada otak yang mengendalikan otot-otot wajah.

  • Gerakan tubuh separuh lemah

Akronim “Ge” merujuk pada gerak separuh tubuh yang melemah secara mendadak. Umumnya, kondisi ini menyerang area lengan atau kaki, dan terjadi pada salah satu sisi tubuh saja (kanan atau kiri). Mintalah pasien untuk mengangkat kedua lengan. Jika ada satu lengan yang “jatuh”, bisa jadi itu adalah tanda awal stroke. 

  • Bicara sulit

Saat aliran darah ke otak terhenti akibat stroke, bagian otak yang mengatur bahasa juga bisa kena. Hal ini menyebabkan penderita stroke mengalami gangguan bicara atau komunikasi. Bicaranya menjadi pelo (tidak jelas) dan susah dimengerti. Selain itu, ia juga kesulitan memahami kata-kata orang lain, sehingga bicara pun menjadi tidak nyambung. 

Pada beberapa kasus, penderita stroke juga dapat mengalami kesulitan dalam menemukan kata yang tepat, serta tidak bisa mengerti perintah sederhana. Apabila kondisi ini terjadi tiba-tiba, waspadai sebagai gejala stroke yang butuh penanganan segera.

  • Kebas atau kesemutan

Kebas atau kesemutan yang muncul tiba-tiba dapat menjadi tanda awal stroke, terutama jika kondisi tersebut terjadi pada satu sisi tubuh, seperti wajah, lengan, atau kaki. Biasanya, gejala kebas kerap dibarengi dengan gangguan atau kelemahan gerak seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Hal ini bisa terjadi karena terputusnya suplai darah ke saraf sensorik, sehingga mengganggu sensasi tubuh dalam merasakan tekanan atau nyeri.

  • Rabun atau pandangan kabur

Gejala stroke tidak hanya bisa menyerang lengan atau kaki, tapi juga penglihatan. Beberapa kondisi yang perlu Anda waspadai adalah pandangan mendadak kabur, penglihatan berbayang, penglihatan ganda, serta kehilangan penglihatan pada salah satu atau kedua mata. 

Penyebab kondisi tersebut adalah adanya sumbatan pada pembuluh darah yang menyuplai saraf retina atau pusat penglihatan pada otak. Jika tidak segera ditangani, pembuluh darah tersebut bisa berisiko pecah hingga menyebabkan kerusakan permanen pada penglihatan pasien.

  • Sakit kepala hebat

Jangan sepelekan sakit kepala yang sering muncul tiba-tiba tanpa alasan jelas, terlebih jika intensitas sakitnya cukup kuat. Kondisi ini sering kali dikaitkan dengan perdarahan otak (hemorrhagic stroke), yang umumnya terjadi saat pembuluh darah dalam otak pecah. Biasanya, sakit kepala hebat akibat stroke juga disertai dengan mual dan muntah. Segera bawa ke rumah sakit untuk menyelamatkan fungsi otak dan nyawa pasien.

Seberapa Cepat Gejala Stroke Harus Ditangani? 

Saat seseorang mengalami gejala stroke iskemik seperti di atas, pembuluh darah di otaknya sedang tersumbat. Akibatnya, sel-sel otak di area tersebut kekurangan nutrisi dan oksigen, sehingga akan mulai mati seiring berjalannya waktu. 

Idealnya, penderita stroke perlu mendapat penanganan dalam waktu maksimal 4,5 jam sejak gejala pertama muncul. Pada rentang waktu tersebut, pasien masih memenuhi syarat untuk menerima terapi trombolitik.

Melalui terapi ini, penderita stroke menerima obat khusus untuk melarutkan gumpalan darah yang menyumbat arteri otak. Dengan sumbatan yang mulai larut, suplai darah ke area otak pun bisa segera dipulihkan. Sebaliknya, lewat dari batas waktu tersebut, efektivitasnya akan menurun sehingga meningkatkan risiko perdarahan.

Setiap detik keterlambatan bisa menyebabkan lebih banyak sel otak mati. Cegah risiko tersebut dengan mengenali gejala-gejala stroke melalui akronim “SeGeRa ke RS” seperti penjelasan di atas. Dengan begini, Anda bisa mengambil tindakan cepat dalam waktu 4,5 jam demi mengurangi risiko kecacatan permanen dan kematian.

Segera bawa penderita stroke ke SMC RS Telogorejo untuk mendapatkan penanganan cepat dan tepat. Didukung tim spesialis saraf dan fasilitas lengkap, layanan medis SMC RS Telogorejo siap memberikan tindakan terstandar untuk pasien stroke dalam golden period. Selain mendatangi instalasi gawat darurat 24 jam, Anda juga bisa melakukan konsultasi medis dengan reservasi melalui website SMC RS Telogorejo, atau download aplikasi MySMC di perangkat iOS maupun Android.