Operasi otak sering kali identik dengan tindakan besar yang membutuhkan sayatan luas di kepala. Banyak pasien merasa khawatir karena prosedur tersebut berisiko tinggi, dapat meninggalkan bekas yang sulit hilang, dan memerlukan proses pemulihan yang panjang. Namun, berdasarkan pemaparan dari dr. Yuriz Bakhtiar, Ph.D., Sp.BS., Subsp. NF, FINPS, Dokter Spesialis Bedah Saraf SMC RS Telogorejo, perkembangan teknologi medis kini menghadirkan solusi yang jauh lebih modern dan minim trauma. Salah satunya adalah stereotactic surgery. Apa saja kelebihannya?
Apa Itu Stereotactic Surgery?
Stereotactic surgery adalah teknik operasi otak yang memanfaatkan sistem navigasi tiga dimensi untuk mencapai area target di otak dengan sangat akurat. Prosedur ini menggunakan koordinat khusus yang diperoleh dari pencitraan seperti MRI, CT-scan, atau PET-scan. Dengan pendekatan tersebut, dokter bedah dapat menentukan titik sasaran hingga hitungan milimeter.
Teknik ini biasanya dilakukan melalui lubang kecil di tengkorak, atau bahkan tanpa sayatan sama sekali pada metode tertentu seperti radiosurgery. Stereotactic surgery memiliki banyak fungsi, mulai dari pengambilan sampel jaringan (biopsi), pemasangan elektroda untuk terapi tremor, hingga memberikan radiasi terfokus pada tumor otak yang letaknya sulit dijangkau oleh prosedur bedah konvensional.
Kelebihan Operasi Otak Stereotactic
Tak hanya minim sayatan, operasi otak dengan teknik stereotactic surgery juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan pasien. Berikut adalah contohnya:
1. Durasi operasi lebih singkat
Teknik stereotaktik bekerja dengan sistem navigasi yang terstruktur, sehingga seluruh proses dapat berjalan lebih cepat dan efisien. Secara rata-rata, durasi prosesnya hanya memakan waktu 30 menit sampai 2 jam per sesi. Dokter tidak perlu membuka tulang kepala secara luas untuk mencapai area target. Dengan perencanaan yang matang melalui pencitraan, jalur tindakan dapat ditentukan secara detail sebelum prosedur dimulai.
2. Waktu pemulihan yang lebih cepat
Sayatan yang minimal berdampak langsung pada proses pemulihan. Setelah menjalani operasi otak, pasien umumnya tidak membutuhkan waktu rawat inap yang terlalu lama dan dapat kembali beraktivitas lebih cepat. Menurut penelitian Stereotactic Radiosurgery (SRS) and Stereotactic Body Radiotherapy (SBRT), risiko nyeri, infeksi, dan pembengkakan pun lebih rendah karena jaringan di sekitar area tindakan hanya mengalami trauma minimal.
3. Biopsi dan diagnosis yang lebih akurat
Untuk beberapa kasus, dokter perlu mengetahui jenis sel yang berada di dalam otak sebelum menentukan terapi. Biopsi melalui stereotactic surgery memungkinkan pengambilan sampel jaringan dengan presisi sangat tinggi. Teknik ini meminimalkan risiko salah pengambilan lokasi dan meningkatkan keakuratan diagnosis. Dengan hasil yang tepat, rencana perawatan akan lebih efektif dan aman.
4. Tidak merusak sel-sel sehat
Mengutip perkataan dr. Yuriz Bakhtiar, Ph.D., Sp.BS., Subsp. NF, FINPS, ada prosedur tertentu seperti Gamma Knife radiosurgery yang memungkinkan terapi tanpa membuka kepala sama sekali.
Melalui teknik ini, dokter akan memfokuskan radiasi pada titik abnormal, seperti tumor, malformasi vaskular, atau area pemicu kejang. Sistem koordinat tiga dimensi membuat pancaran radiasi tetap terkonsentrasi pada sasaran dan tidak menyebar ke jaringan sehat di sekitarnya. Keunggulan ini membuat pasien dapat menjalani terapi tanpa rasa sakit, tanpa pendarahan, dan tanpa risiko kerusakan jaringan normal.
Di Manakah Bisa Menjalani Stereotactic Surgery?
SMC RS Telogorejo merupakan salah satu rumah sakit yang menyediakan fasilitas stereotactic surgery dengan teknologi modern dan tim ahli berpengalaman. Di bawah penanganan dokter spesialis bedah saraf seperti dr. Yuriz Bakhtiar dan tim multidisiplin lainnya, prosedur operasi otak dapat dilakukan dengan pendekatan minim sayatan namun tetap mengutamakan presisi dan keamanan pasien.
SMC RS Telogorejo dilengkapi sarana pencitraan berteknologi tinggi, ruang operasi dengan navigasi canggih, serta sistem radiosurgery mutakhir untuk terapi tanpa sayatan. Kombinasi fasilitas tersebut memungkinkan penanganan berbagai kondisi neurologis secara lebih efektif dan nyaman.
Stereotactic surgery membuka peluang baru bagi pasien yang membutuhkan operasi otak serta ingin menghindari trauma besar dan pemulihan panjang. Dengan teknologi yang semakin maju, bedah otak kini lebih aman, presisi, dan minim risiko.
Apabila Anda atau orang terdekat sedang mencari solusi operasi otak yang lebih modern, Anda dapat melakukan reservasi atau memperoleh informasi lebih lengkap melaluiwww.smc-hospital.com. Untuk kemudahan akses layanan, unduh juga aplikasi MySMC di smartphone iOS dan Android!