Sudah berhati-hati tidak merokok di dekat anak, bukan berarti mereka terhindar sepenuhnya dari bahaya rokok. Sebab, bahaya asap rokok tidak lantas berhenti setelah asapnya menghilang. Masih ada ancaman tersembunyi yang sayangnya justru sering luput dari perhatian, yaitu residu asap rokok.
Zat-zat beracun dari rokok ternyata bisa menempel pada permukaan apa pun. Jadi, walaupun asapnya sudah tidak terlihat lagi, bahayanya tetap dapat mengintai anak-anak. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah thirdhand smoke.
Bagaimana Anak Bisa Terpapar Residu Asap Rokok?
Thirdhand smoke (THS) adalah sisa racun atau residu dari asap rokok yang menempel pada berbagai permukaan, seperti pakaian, karpet, mainan anak, furnitur, dinding, bahkan hingga kulit dan rambut. Bahkan setelah asapnya sudah tidak terlihat, residu akan tetap ada dan tidak langsung ikut pergi begitu saja.
Padahal, residu tersebut mengandung zat-zat beracun seperti nikotin, formaldehida, dan nitrosamin. Kabar buruknya lagi, daya tahan residu begitu kuat karena bisa bertahan sampai bertahun-tahun di berbagai permukaan dalam rumah.
Jadi, jika misalnya orang tua merokok di luar rumah pun, residunya tetap bisa menempel pada baju, rambut, dan kulit. Ketika pulang, otomatis residu tersebut akan terbawa masuk ke rumah. Residu rokok bisa bereaksi dengan oksidan dan senyawa lain untuk membentuk polutan sekunder, kemudian terlepas kembali ke udara sebagai gas.
Efek Bahaya Thirdhand Smoke untuk Anak
Efek THS memang tidak langsung terasa. Namun, paparan residu asap rokok terus-menerus bisa berdampak serius terhadap kesehatan anak. Berikut beberapa dampak THS terhadap anak yang perlu diwaspadai orang tua:
Masalah saluran pernapasan
Sistem pernapasan anak masih dalam tahap berkembang, sehingga cenderung rentan terhadap zat-zat toksik seperti yang terkandung dalam residu asap rokok.
Itulah mengapa anak-anak yang terpapar THS terus-menerus berisiko lebih tinggi mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti pilek akut, sesak napas, bronkitis, dan pneumonia. Tak hanya itu, paparan residu asap rokok pada anak juga berisiko meningkatkan frekuensi serangan asma dan memperparah gejalanya.
Mengganggu kinerja sel otak
Di samping menyerang sistem pernapasan, bahaya THS juga dapat mengancam perkembangan otak anak. Sebab, nikotin dalam residu asap rokok bersifat neurotoksin, yakni bisa merusak sistem saraf pusat dan tepi. Ketika anak terpapar THS terus-menerus dalam jangka panjang, sel-sel saraf dalam otak pun akan terganggu sehingga berdampak pada tumbuh kembangnya.
Sudden Infant Death Syndrome
Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) adalah kondisi meninggalnya bayi secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas, biasanya ketika tidur. Paparan THS termasuk salah satu faktor risiko yang signifikan dalam kondisi tersebut.
Seperti yang telah dijelaskan, zat-zat beracun dalam asap rokok dapat mengganggu sistem pernapasan dan otak anak serta bayi yang masih sensitif. Menurut hasil studi, nikotin diduga menghambat reseptor nicotinic acetylcholine di inti batang otak. Akibatnya, respons pernapasan dan kemampuan terbangun bayi saat tidur jadi melemah, sehingga meningkatkan risiko SIDS.
Bagaimana Cara Mencegah Bahaya Residu Asap Rokok pada Anak?
Mengingat bahwa residu asap rokok bisa tersebar di berbagai permukaan dan bertahan lama, langkah pencegahan tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Cara terbaik untuk benar-benar mencegah paparan THS adalah dengan berhenti merokok atau tidak memulainya sama sekali.
Namun, bagaimana jika ada anggota keluarga yang masih merokok? Mereka tidak boleh melakukannya di dalam rumah, bahkan saat anak sedang keluar. Kalaupun mereka merokok di luar rumah, mereka wajib berganti pakaian dan mencuci tangan sebelum masuk ke rumah dan berinteraksi dengan anak.
Tak kalah penting, bersihkan rumah secara menyeluruh dengan rutin melakukan hal-hal berikut:
Mengepel permukaan lantai;
Mencuci dan mengganti seprai;
Membersihkan karpet (vacuum cleaner dan cuci basah);
Menggosok dinding dan langit-langit;
Mencuci semua mainan anak dan kain pelapis furnitur.
Lalu, ingatlah bahwa anak-anak dapat menyerap residu asap rokok melalui kulit mereka. Maka dari itu, jangan lupa mencuci wajah dan tangan anak sesegera mungkin setelah bepergian, terutama kalau mereka berada di lingkungan yang berpotensi terpapar THS.
Bahaya asap rokok tidak lantas berhenti ketika asapnya hilang. Masih ada residu asap rokok atau thirdhand smoke yang dapat menempel lama di berbagai permukaan, sehingga berisiko mengancam kesehatan anak. Jika si kecil sering sesak napas, batuk-batuk hebat, atau mengalami keluhan pernapasan lain yang tak kunjung membaik, sebaiknya segera periksakan ke dokter.
Bisa jadi, paparan residu asap rokok menjadi salah satu penyebab yang selama ini luput dari perhatian. Percayakan kesehatan buah hati Anda kepada tim dokter spesialis berpengalaman di SMC RS Telogorejo. Jadwalkan konsultasi dan checkup melalui website SMC RS Telogorejo, atau download aplikasi MySMC yang tersedia di App Store dan Play Store!