Thumbnail
02 Oktober 2025

5 Alasan Pasien Penyakit Epilepsi Wajib Menjalani EEG

Penyakit epilepsi sering kali ditandai dengan gejala kejang berulang. Untuk mengendalikan kondisi tersebut, penderita epilepsi dianjurkan untuk rutin menjalani pemeriksaan EEG. Melalui prosedur satu ini, dokter bisa memahami aktivitas otak pasien secara mendalam sehingga perawatan yang diberikan pun lebih terarah.

Hasilnya, pasien dapat memiliki peluang lebih tinggi untuk menjalani hidup yang lebih berkualitas. Memangnya, apa itu EEG dan seperti apa manfaatnya bagi pasien epilepsi? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Pemeriksaan EEG? 

EEG (electroencephalography) adalah prosedur medis yang bertujuan merekam aktivitas listrik di dalam otak. Berdasarkan hasil pemantauan aktivitas otak, dapat terlihat pola kejang atau gelombang abnormal lain pada pasien epilepsi. Cara kerja pemeriksaan EEG sendiri cukup sederhana, umumnya berlangsung selama 45–120 menit dengan prosedur berikut:

  1. Pasien berbaring di tempat yang sudah disediakan;

  2. Memberi beberapa tanda pada kulit kepala pasien yang akan ditempeli elektroda (biasanya berupa kepingan logam);

  3. Petugas medis mengoleskan pasta atau gel khusus pada elektroda, lalu menempelkan sekitar 16–25 keping elektroda pada kulit kepala pasien;

  4. Setiap elektroda terhubung pada alat EEG melalui kabel;

  5. Pasien diminta melakukan beberapa aktivitas, seperti berhitung, membuka dan menutup mata, atau bernapas dalam-dalam;

  6. Selama pasien melakukan aktivitas, elektroda akan menangkap sinyal listrik kecil dari sel-sel saraf yang saling berkomunikasi. Sinyal ini diteruskan lewat kabel menuju alat EEG, yang kemudian dicatat sebagai gelombang pada komputer;

  7. Tenaga medis memantau dan menganalisis gelombang pada layar komputer.

Manfaat EEG untuk Penyakit Epilepsi

Epilepsi termasuk jenis penyakit saraf yang butuh pemantauan jangka panjang. Proses pemantauan tersebut perlu melibatkan EEG. Sebab, prosedur EEG menyimpan berbagai manfaat berikut bagi pasien penyakit epilepsi:

  • Deteksi gejala dini yang lebih akurat 

Memang betul bahwa salah satu gejala utama epilepsi adalah kejang. Namun, tidak semua kejang disebabkan oleh epilepsi. Untuk mengetahui dengan pasti apakah kejang merupakan gejala epilepsi atau gangguan psikis lain, maka perlu dilakukan EEG. 

Tidak hanya itu, pemeriksaan EEG juga dapat membantu dokter mendeteksi pola abnormal antar-kejang. Pola ini bisa saja belum menunjukkan kejang klinis, tapi sudah menandakan risiko epilepsi. Dengan begitu, dokter dapat mengidentifikasi gejala dini gangguan medis pada pasien secara lebih akurat.

  • Kemudahan mengidentifikasi jenis epilepsi

Gelombang listrik yang berbeda pada otak biasanya menandakan jenis penyakit epilepsi yang berbeda pula. Kondisi ini bisa diketahui secara lebih akurat melalui pemeriksaan EEG. Misalnya, EEG dapat membantu menentukan apakah epilepsi bersifat umum atau fokal (penyebab kejang berasal dari bagian khusus di otak). Ketika jenis epilepsi teridentifikasi, dokter pun dapat memberikan perawatan yang tepat.

  • Memantau kondisi otak

Prosedur EEG bekerja memantau aktivitas listrik pada otak pasien. Dari sinilah bisa diketahui perubahan aktivitas listrik otak dari waktu ke waktu; adakah peningkatan atau penurunan frekuensi kejang, atau apakah terapi obat anti-kejang bekerja dengan baik. Bahkan, EEG jenis tertentu—seperti video atau ambulatory—memungkinkan dokter untuk mendapat gambaran kejang dengan lebih lengkap, misalnya kejang yang mungkin terjadi saat pasien tidur.

  • Mempermudah identifikasi pola pemicu kejang 

Kejang pada pasien penyakit epilepsi biasanya memiliki pemicu. Dengan rutin melakukan EEG, identifikasi pemicu kejang bisa lebih mudah diidentifikasi. Misalnya saat pasien stres tinggi, kurang tidur, atau mendapat stimulus visual (seperti lampu berkedip). Ketika pemicu kejang bisa dikenali, dokter dapat membantu pasien untuk meminimalisir terjadinya kejang akibat pemicu tersebut.

  • Mendukung pengobatan yang lebih efektif

Berdasarkan hasil identifikasi jenis epilepsi yang lebih akurat melalui EEG, dokter bisa meresepkan obat yang paling sesuai bagi pasien, baik dari segi efektivitas maupun efek samping. Sebab, beberapa obat lebih efektif untuk epilepsi fokal, sedangkan obat lain lebih cocok untuk epilepsi umum. 

Bahkan, pemeriksaan EEG juga dapat bermanfaat untuk mengevaluasi efek pengobatan yang telah berjalan. Misalnya jika frekuensi kejang tidak kunjung membaik, penyesuaian dosis atau penggantian resep obat bisa segera dilakukan.

Pemeriksaan EEG berperan krusial dalam penanganan epilepsi; mulai dari meningkatkan akurasi dalam diagnosis hingga mendukung pengobatan yang lebih efektif. Dengan begitu, pasien penyakit epilepsi bisa mendapatkan terapi yang lebih tepat sasaran. 

Jadi, apabila Anda atau orang terdekat mempunyai riwayat epilepsi atau gejala kejang yang mencurigakan, jangan tunda untuk memeriksakan diri. Segera jadwalkan konsultasi dan check-up dengan dokter spesialis berpengalaman dan fasilitas EEG modern, seperti yang tersedia di SMC RS Telogorejo Semarang. 

Untuk menjadwalkan konsultasi atau mendapat informasi tambahan, hubungi call center 024 8646 6000 atau kirim pesan WhatsApp melalui nomor 081 6666 340. SMC RS Telogorejo juga menyediakan layanan booking online melalui websitedan aplikasi MySMC. Download sekarang juga pada perangkat iOS maupun Android Anda!