Thumbnail
29 September 2025

3 Penyebab Nyeri Dada yang Jangan Dianggap Sepele

Banyak orang menganggap nyeri dada bisa hilang dengan sendirinya. Terlebih, rasa sakit ini umumnya hanya berlangsung selama beberapa detik sebelum kembali reda. Padahal, jika terus dibiarkan, bisa saja nyerinya akan menjalar hingga ke dagu dan lengan kiri. Kondisi ini menandakan masalah kesehatan serius yang tidak boleh diabaikan. Lantas, bagaimana jika dada sudah terlanjur sakit? Pengobatan apa yang harus Anda lakukan? Temukan jawaban selengkapnya melalui ulasan berikut. 

Penyebab Nyeri Dada Hebat

Rasa nyeri atau sakit pada dada tentu tidak muncul begitu saja. Ketahui berbagai penyebab umumnya berikut ini supaya Anda bisa lebih waspada:

  • Angina

Angina, atau angina pectoris, adalah nyeri dada yang terjadi saat jantung tidak mendapat pasokan darah dan oksigen yang cukup. Pada umumnya, penderita angina merasa seolah ada tekanan berat atau sesuatu yang menjepit di dada. Beberapa orang juga merasakan gejala tambahan seperti pusing, sesak napas, dan nyeri perut.

Kondisi ini sering dipicu oleh aktivitas fisik berintensitas tinggi, emosi, paparan suhu dingin, atau setelah makan besar. Anda dapat beristirahat atau mengonsumsi obat angina untuk memulihkan kondisi. Namun, apabila angina sering terjadi, berlangsung lebih lama, atau muncul ketika Anda istirahat, segera periksakan diri ke dokter.

  • Serangan jantung

Jantung mendapat pasokan darah dan oksigen dari pembuluh darah koroner. Ketika pembuluh darah tersebut tersumbat, darah yang membawa oksigen otomatis tidak mampu mencapai otot jantung sepenuhnya. Akibatnya, sel otot jantung akan mati sehingga memicu risiko serangan jantung. 

Biasanya, kondisi tersebut ditandai dengan nyeri dada hebat yang berlangsung selama beberapa menit, baik secara menetap atau hilang dan pergi. Selain itu, detak jantung juga biasanya cenderung cepat atau tidak teratur.

  • Perikarditis

Perikarditis adalah inflamasi atau radang pada selaput penutup jantung (pericardium), yakni lapisan tipis di luar otot jantung. Penyebab umumnya mencakup infeksi virus, gangguan ginjal, trauma dada, penyakit autoimun, atau kanker. 

Penderita perikarditis akan merasakan nyeri yang tajam atau menusuk pada dada, terutama di sisi kiri atau belakang tulang dada. Ada pula yang merasakan gejala tambahan seperti batuk kering, demam, tidak enak badan, hingga sesak napas. Lalu, rasa sakit tersebut akan cenderung memburuk saat bernapas, berbaring, atau batuk.

Bahaya Nyeri Dada Berkepanjangan

Jika tidak segera ditangani, nyeri dada bisa kembali muncul. Dalam jangka waktu panjang, kondisi ini dapat menyebabkan berbagai risiko bahaya berikut:

  • Kesulitan bernapas hingga gagal jantung;

  • Kerusakan otot jantung secara permanen;

  • Memicu komplikasi serius, seperti gangguan irama jantung (aritmia) dan pecahnya pembuluh darah besar (diseksi aorta);

  • Nyeri terus-terusan pada dada sehingga menurunkan kualitas hidup.

Pengobatan Nyeri Dada

Bagaimana jika kondisi nyeri pada dada sudah cukup parah? Bergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien, dokter akan memberikan obat atau melakukan tindakan medis tertentu, seperti berikut:

  • Door-to-balloon

Door-to-balloon (D2B) adalah prosedur medis yang bertujuan memberikan aliran darah baru pada pasien dalam waktu sembilan jam, sehingga otot jantung tidak semakin rusak. Caranya adalah pemberian obat di bawah lidah pasien. Semakin cepat D2B dilakukan, akan semakin baik hasilnya. Penjelasan ini disampaikan oleh salah satu dokter spesialis jantung di SMC RS Telogorejo, dr. Antonius Sarwono Sandi Agus, Sp.BTKV, Susp.VE(K), PhD., FIHA., FIATICVS., SH., MH.

  • Kateterisasi atau stent

Selain D2B, dr. Antonius juga menjelaskan bahwa nyeri dada yang serius juga bisa diobati dengan kateterisasi. Kateter dimasukkan melalui pembuluh darah agar bisa langsung menuju pembuluh darah koroner yang tersumbat. Nantinya, sumbatan dapat dibuka dengan pemasangan 1–2 stent sehingga aliran pembuluh darah jadi lebih lancar.

  • Bypass jantung

Pada kondisi yang lebih parah, dr. Antonius menyebutkan bahwa pasien bisa saja harus menjalani operasi bypass jantung. Dalam tindakan medis ini, arteri atau vena sehat dari bagian tubuh lain akan diambil dan dijadikan jembatan (bypass) untuk melewati pembuluh darah koroner yang tersumbat. Dengan begitu, darah dapat dialirkan melalui bypass baru ini ke bagian jantung yang kekurangan pasokan darah dan oksigen.

Nyeri dada memang tidak selamanya menandakan penyakit jantung. Namun, apabila keluhan tersebut sering muncul, berlangsung lama, atau bahkan menjalar hingga dagu dan lengan, jangan menganggapnya sebagai kondisi sepele.

Jadi, jika Anda merasakan nyeri dada hebat, segera dapatkan pertolongan pada jantung dengan konsultasi dan treatment bersama dokter spesialis jantung di SMC RS Telogorejo. Hubungi call center melalui nomor 024 8646 6000 atau kirim pesan WhatsApp di nomor 081 6666 340. 

Selain itu, Anda juga bisa melakukan reservasi online melalui websiteSMC RS Telogorejo atau aplikasi MySMC di perangkat iOS maupun Android. Jangan menunda-nunda karena setiap detik berharga bagi kesehatan jantung Anda!