Thumbnail
22 Juni 2026

6 Hal yang Perlu Diperhatikan agar Olahraga Padel Tetap Aman

Popularitas olahraga padel belakangan ini memang semakin meningkat dan menjadi tren di berbagai kalangan. Hal ini tentu menjadi kabar baik karena semakin banyak orang terdorong untuk aktif bergerak dan menjaga kebugaran tubuh melalui olahraga. Namun, di balik keseruannya, olahraga padel tetap memiliki risiko cedera yang perlu diwaspadai, terutama jika dilakukan tanpa persiapan yang tepat. 

Menurut dr. Dadang Rona Sasetyo, Sp.OT (K), SubSp.PL., AIFO-K selaku Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi SMC RS Telogorejo, cedera saat bermain padel dapat terjadi pada area lutut, bahu, pergelangan tangan, hingga pergelangan kaki. Jadi, bagaimana caranya agar olahraga padel tetap aman dan nyaman?

Risiko Olahraga Padel

Meski terlihat menyenangkan dan menyehatkan, olahraga padel tetap memiliki risiko cedera yang perlu diperhatikan. Terutama, karena permainan ini melibatkan banyak gerakan cepat, perubahan arah mendadak, hingga gerakan menahan beban tubuh secara berulang.

Salah satu cedera yang cukup sering terjadi adalah cedera ankle atau pergelangan kaki. Dalam olahraga padel, pemain sering melakukan gerakan pivot atau memutar tubuh dengan cepat untuk mengejar bola. Jika posisi kuda-kuda kurang tepat atau tumpuan kaki tidak stabil, pergelangan kaki bisa terpelintir dan memicu cedera.

Selain itu, cedera lutut juga menjadi risiko yang cukup umum. Lutut merupakan sendi utama penopang berat badan saat bermain padel. Gerakan seperti squat, menahan posisi rendah, berlari cepat, hingga perubahan arah secara tiba-tiba membuat tekanan pada lutut menjadi lebih besar. Jika dilakukan terus-menerus tanpa teknik yang benar atau tanpa kondisi otot yang kuat, risiko cedera lutut akan semakin meningkat.

Cara Mencegah Cedera saat Olahraga Padel

Berikut beberapa langkah pencegahan cedera supaya tubuh tetap fit dan risiko gangguan pada sendi maupun otot dapat diminimalkan:

1. Pilih sepatu dengan grip yang tepat

Dalam olahraga padel, pergerakan cepat dan perubahan arah secara mendadak sangat sering dilakukan. Karena itu, penting menggunakan sepatu dengan grip yang baik agar kaki lebih stabil saat bergerak dan mengurangi risiko terpeleset maupun cedera ankle. Selain grip, pilih sepatu dengan bantalan dan penopang pergelangan kaki yang nyaman agar tekanan pada kaki dan lutut tidak terlalu besar saat bermain.

2. Perhatikan beban raket padel

Gunakan raket padel yang sesuai dengan level kemampuan dan kekuatan tangan saat ini. Raket yang terlalu berat dapat memberikan tekanan berlebih pada bahu, siku, dan pergelangan tangan sehingga meningkatkan risiko cedera saat bermain. Untuk pemula, sebaiknya gunakan raket yang lebih ringan agar kontrol gerakan lebih mudah dan otot tidak cepat lelah.

3. Jangan lupakan pemanasan sebelum olahraga

Pemanasan membantu mempersiapkan otot dan sendi sebelum tubuh bergerak aktif. Lakukan pemanasan dinamis sekitar 8-10 menit seperti leg swings, walking lunges, atau gerakan rotasi bahu agar tubuh lebih siap dan risiko cedera berkurang. Pemanasan juga membantu meningkatkan fleksibilitas tubuh dan membuat gerakan saat bermain menjadi lebih optimal.

4. Pastikan posisi tubuh saat bermain sudah tepat

Posisi tubuh yang benar sangat penting untuk mengurangi tekanan pada sendi dan otot. Saat memukul bola, gunakan rotasi pinggul dan posisi kuda-kuda yang stabil, bukan hanya mengandalkan kekuatan tangan. Teknik bermain yang tepat juga membantu mengurangi risiko cedera lutut, punggung, dan bahu akibat gerakan yang dilakukan berulang.

5. Perkuat area tubuh yang sering digunakan dengan latihan otot

Latihan penguatan otot penting dilakukan agar tubuh lebih kuat dan stabil saat bermain padel. Fokus pada otot bahu, paha, lutut, pinggul, dan otot inti (core). Contoh latihan yang bisa dilakukan antara lain squat, plank, lunges, wall sit, dan latihan resistance band untuk bahu. Otot yang kuat akan membantu tubuh lebih seimbang, meningkatkan performa bermain, sekaligus mengurangi risiko cedera akibat beban berlebih pada sendi.

6. Lakukan pendinginan dan istirahat untuk cegah overuse

Setelah bermain, lakukan pendinginan dan peregangan agar otot tidak tegang atau kaku. Selain itu, beri tubuh waktu istirahat yang cukup untuk mencegah cedera akibat penggunaan otot dan sendi secara berlebihan (overuse injury), terutama jika rutin bermain padel beberapa kali dalam seminggu. Jangan abaikan rasa nyeri yang muncul terus-menerus karena bisa menjadi tanda awal cedera yang lebih serius.

Jika terjadi cedera saat olahraga padel, sebaiknya jangan dibiarkan dan segera konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat sebelum kondisi semakin parah. Anda dapat melakukan reservasi jadwal konsultasi dan medical check-up di SMC RS Telogorejo melalui website resmi SMC RS Telogorejo maupun aplikasi MySMC yang tersedia di iOS dan Android untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih praktis dan nyaman.