Thumbnail
16 September 2025

Berkat Implan Koklea, Clara Bisa Mendengar Lagi

Kehilangan pendengaran pada usia formatif anak ini bisa menghambat tumbuh kembang bicara, pemahaman, bahkan interaksi sosial. Untungnya, teknologi implan koklea menjadi solusi medis yang membantu banyak keluarga mengatasi tantangan ini. Salah satu contoh kisah nyatanya adalah pengalaman keluarga Clara yang menjalani perawatan medis di SMC RS Telogorejo. Bagaimanakah perjuangan mereka, dan seperti apa kondisi Clara kini? Mari kita simak!

Awal Terjadinya Hearing Loss pada Clara

Clara awalnya terlahir normal tanpa masalah pendengaran. Namun, di usianya yang baru satu tahun, ia mengalami demam tinggi akibat radang paru-paru. Orang tuanya sangat cemas, tetapi setelah pengobatan intensif, kondisinya pulih. Sayangnya, sejak saat itu mereka mulai menyadari perubahan pada Clara. Di usia 1,5 tahun, Clara jadi jarang berbicara. Kata-kata yang sebelumnya sering ia ucapkan berkurang drastis.

Mereka kemudian membawa Clara ke rumah sakit daerah untuk pemeriksaan dan terapi wicara. Pada bulan pertama terapi, terapis mencatat Clara masih merespons ketika dipanggil namanya. Bahkan, ia tampak terganggu oleh suara perbaikan bangunan di ruangan sebelah. 

Namun, masalah muncul lebih serius pada bulan ketiga terapi. Clara hanya menoleh ketika namanya dipanggil minimal tiga kali. Terapis kemudian menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui tes BERA.

Hasil tes itu menjadi pukulan berat bagi keluarganya. Dokter menemukan Clara mengalami hearing loss total pada kedua telinga. Diagnosis tersebut jelas membuat orang tuanya terkejut. Mereka takut masa depan Clara terganggu, terutama dalam hal komunikasi dan pembelajaran. Namun, mereka tak ingin menyerah.

Alasan Operasi Implan Koklea di SMC RS Telogorejo

Setelah berdiskusi panjang, keluarga Clara memilih SMC RS Telogorejo sebagai tempat operasi implan koklea. Sebab, mereka merasa fasilitas rumah sakit ini lengkap dan modern. Selain itu, SMC RS Telogorejo memiliki program CSR khusus yang membantu meringankan beban biaya operasi bagi pasien seperti Clara. Program ini menjadi berkah tersendiri, mengingat biaya implan koklea yang tinggi.

Ketakutan Clara dan Dukungan dari Keluarga

Sayangnya, proses menuju operasi tidak sepenuhnya berjalan mulus tanpa hambatan emosi. Sebab, usia Clara masih sangat kecil. Ketika hari operasi tiba, ia merasa tegang dan ketakutan. Bahkan ia sempat menangis sebelum masuk ruang bedah. 

Orang tuanya berusaha sekuat tenaga menenangkannya. Mereka memeluk, membujuk, dan meyakinkan Clara bahwa semuanya akan baik-baik saja. Akhirnya, Clara pun bersedia dioperasi dengan lebih tenang. Prosedur operasi berjalan lancar, dan dokter memberikan kabar baik bahwa implan berhasil dipasang tanpa komplikasi.

Proses Pemulihan Pendengaran Setelah Implan Koklea

Setelah operasi, tantangan belum selesai. Sehari kemudian, Clara kembali sering menangis karena ia merasa risih dengan alat implan koklea yang kini menempel di tubuhnya. Hal itu wajar mengingat usianya yang masih sangat muda dan belum memahami sepenuhnya apa yang terjadi. 

Meski begitu, orang tuanya tetap sabar mendampingi. Mereka membantu Clara beradaptasi dan mencoba membuatnya nyaman. Lima hari kemudian, perubahan mulai terlihat. Tubuh Clara tampak lebih terbiasa dengan implan tersebut.

Titik balik penting terjadi dua minggu setelah operasi, ketika dokter menyalakan implan koklea. Suara yang dulu hilang kini perlahan kembali masuk ke telinga Clara. Proses ini tidak instan. Orang tua Clara, bersama tim dokter dan terapis, menemaninya berlatih mendengar dan berbicara lagi. Setiap hari ada sesi latihan, mulai dari mendengar panggilan nama hingga mencoba mengucapkan kata-kata sederhana.

Kondisi Clara Sekarang Seperti Apa?

Sekitar 3-4 bulan setelah memulai terapi dengan implan koklea, Clara sudah bisa berbicara perlahan-lahan. Ia tak lagi hanya menunjuk atau menangis ketika menginginkan sesuatu. Kata-kata yang ia ucapkan semakin jelas dari waktu ke waktu. Orang tuanya sangat bersyukur melihat perkembangan ini.

Kini, Clara tampak ceria, lincah, dan aktif berkomunikasi. Ia bisa menjawab ketika dipanggil, bercakap ringan dengan orang tuanya, dan ikut bermain sambil berbicara bersama teman-teman. Orang tuanya sangat berterima kasih kepada tim dokter di SMC RS Telogorejo yang telah mendukung proses ini dengan fasilitas terbaik dan program CSR yang meringankan beban biaya

Reels Testimoni :

https://www.instagram.com/reel/DLBnf2DSMD7/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

Implan koklea telah membuka kembali dunia suara untuk Clara. Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa dengan perawatan yang tepat, dukungan keluarga, dan teknologi medis yang maju, anak-anak dengan gangguan pendengaran tetap memiliki masa depan cerah dan potensi untuk tumbuh optimal. 

Jadi, jika Anda mencurigai bahwa si kecil menunjukkan tanda-tanda hearing loss jangan ragu menghubungi call center (024 - 8646 6000) atau WhatsApp (081 6666 340) untuk menjadwalkan waktu konsultasi dengan dokter di SMC RS Telogorejo. Anda juga dapat mengunjungi website SMC RS Telogorejo atau menggunakan aplikasi MySMC yang tersedia di iOS danAndroid untuk reservasi.