Thumbnail
16 Juli 2026

Pingsan saat Padel? Ini Pertolongan Pertama yang Wajib Dilakukan

Olahraga padel yang dinamis dan intens berisiko menyebabkan seseorang pingsan akibat dehidrasi, kelelahan akibat panas, atau masalah kardiovaskular. Kondisi ini tidak boleh diabaikan jika tidak segera ditangani. Sebab, korban berisiko mengalami cedera akibat jatuh, kekurangan oksigen ke otak, hingga memburuknya kondisi jantung. Oleh karena itu, mengetahui langkah pertolongan pertama yang tepat adalah keterampilan yang wajib Anda miliki. 

Langkah-langkah Pertolongan Pertama Pingsan Saat Padel

Ada lima langkah pertolongan pertama yang wajib Anda lakukan jika seseorang pingsan saat melakukan olahraga padel. Berikut penjelasannya:

1. Cek keberadaan denyut nadi

Langkah pertama adalah memastikan apakah jantung korban masih berdenyut. Tempatkan jari telunjuk dan jari tengah Anda pada arteri di pergelangan tangan bagian dalam (sisi ibu jari), atau alternatifnya pada sisi leher tepat di bawah rahang. Hindari menggunakan ibu jari karena ibu jari memiliki denyutan sendiri yang dapat mengganggu hasil pemeriksaan.

Selama melakukan tindakan tersebut, rasakan denyutan selama 10–15 detik. Jika terdeteksi, berarti jantung masih berdetak dan Anda bisa melanjutkan ke langkah berikutnya. Namun, jika tidak ada denyutan sama sekali, jangan tunda dan segera lakukan kompresi dada untuk menjaga sirkulasi darah pada korban. 

2. Lakukan kompresi dada

Kompresi dada atau CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) merupakan langkah penting yang perlu dilakukan untuk menjaga aliran darah dan oksigen tetap beredar ke seluruh tubuh, terutama ke otak, saat jantung berhenti berdetak. 

Pertama, posisikan korban terlentang di permukaan yang datar dan keras, lalu berlutut di sisi mereka. Letakkan pangkal telapak tangan di tengah dada korban, kemudian tumpuk tangan satunya di atasnya dan kunci jari-jari agar tidak menekan tulang rusuk.

Jaga lengan tetap tegak lurus dengan dada korban dan gunakan berat badan, bukan kekuatan tangan, untuk menekan sedalam 5–6 cm dengan kecepatan 100–120 tekanan per menit. Setelah 30 tekanan, berikan 2 kali napas buatan jika Anda terlatih. Caranya, miringkan kepala korban sedikit ke belakang, angkat dagu, tutup hidung, lalu tiupkan udara selama sekitar 1 detik sambil memastikan dada korban tampak mengembang. 

3. Cek lagi keberadaan denyut nadi

Setelah 5 siklus kompresi dada selesai, hentikan sejenak dan periksa kembali denyut nadi korban pada titik yang sama seperti sebelumnya, yaitu pergelangan tangan atau leher. Hitung denyut tersebut selama 15 detik, lalu kalikan dengan 4 untuk mengetahui jumlah detak per menit. Sebagai acuan, denyut nadi normal pada orang dewasa berada pada kisaran 60–100 kali per menit.

Jika denyut nadi mulai terdeteksi dan korban mulai menunjukkan tanda-tanda bernapas, itu adalah sinyal baik bahwa Anda bisa beralih ke langkah pemulihan posisi tubuh. Akan tetapi, jika belum ada respons sama sekali, jangan menyerah dan ulangi siklus kompresi dada sampai bantuan medis profesional tiba di lokasi. 

4. Hadapkan pasien ke posisi recovery

Begitu denyut nadi terdeteksi dan korban mulai bernapas, langkah berikutnya adalah memindahkannya ke posisi recovery untuk menjaga saluran napas tetap terbuka sekaligus mencegah tersedak apabila korban tiba-tiba muntah. Mulailah dengan menjauhkan semua benda di sekitar korban, seperti raket, tas, botol minum, atau benda lain yang berpotensi menjadi penghalang atau menimbulkan risiko cedera.

Setelah area aman, tekuk lengan korban yang berada di bawah tubuh ke depan hingga membentuk sudut sekitar 90 derajat sebagai penopang, lalu tarik lutut kaki atas ke arah dada dan miringkan seluruh tubuh korban ke satu sisi secara perlahan dan penuh kehati-hatian. Pastikan kepala korban sedikit mendongak ke belakang agar saluran napas tidak tersumbat. Pertahankan posisi ini dan terus pantau kondisi korban hingga bantuan tiba.

5. Panggil layanan ambulans

Idealnya, Anda perlu memanggil ambulans sesaat setelah korban terkapar. Saat menghubungi layanan darurat, sampaikan informasi penting, seperti lokasi kejadian secara spesifik, kondisi terkini korban, dan tindakan pertolongan yang sudah diberikan agar petugas medis dapat mempersiapkan penanganan lanjutan dengan tepat.

Sambil menunggu ambulans tiba, Anda bisa terus memantau denyut nadi dan pola pernapasan korban. Jika kondisi korban tiba-tiba memburuk dan denyut nadi kembali menghilang, segera ulangi kompresi dada. Hal penting lainnya adalah jangan pernah meninggalkan korban sendirian dalam kondisi apa pun hingga bantuan medis benar-benar tiba. 

Saat menghadapi situasi darurat medis, kecepatan dan ketepatan tindakan adalah segalanya. Untuk kejadian darurat di Semarang yang memerlukan ambulans, Anda bisa menghubungi layanan Emergency SMC RS Telogorejo yang beroperasi 24 jam di nomor (024) 8457 000. Hubungi segera sambil terus memberikan lima langkah pertolongan pertama tersebut, sebab setiap detik sangatlah berarti demi keselamatan.