Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul di benak orang tua adalah kapan waktu terbaik untuk menyunat anak laki-laki mereka. Ada orang tua yang memilih menyunat sejak baru lahir karena prosesnya lebih cepat dan risikonya relatif lebih kecil. Di sisi lain, tidak sedikit pula yang memilih menunggu hingga anak mulai masuk sekolah agar tubuh si kecil sudah lebih kuat.
Menurut dr. Dutha Patria Huthama, Sp.BA., FIAPS, dokter umum dari SMC RS Telogorejo, sebenarnya sunat anak bisa dilakukan kapan saja sesuai kondisi mereka. Namun, ada satu waktu yang lebih disarankan karena memberikan lebih banyak manfaat bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak secara keseluruhan. Apa itu? Mari simak jawabannya di sini!
Sunat Anak Ketika Masih Bayi vs Sudah Besar, Mana yang Tepat?
Sebenarnya, sunat anak saat masih bayi adalah pilihan yang lebih disarankan oleh dr. Dutha. Mengapa demikian? Menurut pemaparan dr. Dutha, kondisi kulup pada bayi baru lahir yang panjangnya belum memadai untuk mengeluarkan urin secara lancar. Sehingga, urin berisiko tertahan di dalam kulup.
Kondisi semacam itu dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari iritasi ringan, penumpukan smegma, hingga infeksi saluran kemih apabila dibiarkan tanpa penanganan dalam jangka panjang. Dengan menyunat anak sejak masih bayi, risiko-risiko tersebut bisa diminimalkan sehingga area genital anak tetap bersih dan tumbuh kembang organ reproduksi pun berjalan lebih optimal.
Kelebihan Sunat Anak saat Masih Bayi
Selain itu, dr. Dutha juga menjabarkan beberapa alasan mengapa sunat anak saat masih bayi jauh direkomendasikan daripada saat anak sudah mulai menginjak remaja. Berikut tiga alasannya.
1. Trauma lebih kecil
Bayi belum memiliki ingatan atau kesadaran penuh terhadap prosedur medis yang dijalaninya sehingga dampak psikologis dari proses sunat jauh lebih kecil daripada ketika dilakukan saat anak sudah besar. Anak yang disunat ketika sudah mengerti dan mampu mengingat kejadian di sekitarnya cenderung lebih rentan merasa takut, cemas, bahkan trauma.
Dengan menyunat sejak bayi, orang tua dapat menghindarkan anak dari pengalaman yang berpotensi membekas secara emosional. Sunat yang dilakukan saat si kecil masih bayi juga membuat prosesnya berjalan lebih tenang. Dengan begitu, orang tua tidak perlu menjelaskan panjang kepada anak terkait prosedur ini.
2. Waktu pemulihan lebih cepat
Jika dibandingkan dengan anak remaja, bayi umumnya memiliki kemampuan regenerasi jaringan yang lebih baik dibandingkan dengan anak yang sudah besar. Sehingga, proses penyembuhan luka pascasunat pun bisa lebih cepat dan minim komplikasi. Selain itu, area yang disunat pada bayi ukurannya relatif lebih kecil sehingga luka lebih cepat mengering dan pulih.
Di samping itu, bayi juga belum menjalani banyak aktivitas fisik yang berisiko menggesek atau menimbulkan iritasi pada area luka. Ini tentu berbeda dengan anak yang sudah remaja dan aktif bergerak, berlari, atau bermain yang membuat masa pemulihannya cenderung membutuhkan waktu lebih lama serta pengawasan ketat dari orang tua.
3. Mempermudah prosedur sunat
Kelebihan berikutnya ketika mengikuti proses sunat bayi adalah mereka belum banyak bergerak aktif sehingga proses sunat dapat dilakukan dengan lebih terkontrol dan minim hambatan selama prosedur berlangsung. Minimnya pergerakan ini turut mengurangi risiko perdarahan akibat gesekan atau gerakan yang tiba-tiba terjadi. Kondisi ini membuat dokter dapat bekerja dengan lebih tenang dan efisien sehingga durasi prosedur sunat pun menjadi lebih singkat. Hasilnya, proses sunat menjadi lebih aman, baik bagi bayi maupun tenaga medis yang menanganinya.
Meski sunat anak bisa dilakukan pada usia berapa pun sesuai kebutuhan dan kondisinya, menyunat anak sejak bayi terbukti memberikan beberapa keuntungan, mulai dari trauma psikologis yang lebih kecil, proses pemulihan yang jauh lebih cepat, hingga prosedur medis yang berjalan lebih mudah, terkontrol, dan aman.
Meski begitu, keputusan akhir tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan anak. Maka dari itu, penting sekali untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis terpercaya agar orang tua bisa mendapatkan rekomendasi terbaik sebelum mengambil keputusan.
Sudah membulatkan tekad untuk menyunat anak selagi masih bayi? Segera jadwalkan konsultasi dan check-up bersama dr. Dutha Patria Huthama, Sp.BA., FIAPS di SMC RS Telogorejo! Anda bisa melakukan reservasi melalui link berikut atau dengan mengunduh aplikasi MySMC di App Store dan Play Store untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan terpercaya!