Golden period pada stroke adalah rentang waktu kritis, umumnya 3-4,5 jam pertama sejak gejala muncul. Pada periode ini, sel-sel otak yang kekurangan oksigen akibat sumbatan atau pecahnya pembuluh darah masih dapat diselamatkan. Periode ini membutuhkan penanganan medis secepat mungkin untuk meminimalkan kerusakan otak permanen.
Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin besar peluang pemulihan tanpa kecacatan berat. Hal itu pernah dialami langsung oleh Caroline, salah satu pasien SMC RS Telogorejo yang selamat dari golden period stroke. Ingin tahu pengalaman Caroline yang mengalami gejala stroke dan berhasil sembuh? Berikut informasi selengkapnya untuk Anda!
Gejala Stroke yang Datang Tiba-Tiba
Gejala stroke umumnya muncul secara tiba-tiba. Bahkan, seseorang yang sebelumnya tampak sehat dan beraktivitas normal pun bisa terserang. Dalam hitungan detik hingga menit, seseorang bisa mengalami wajah yang tiba-tiba merot atau tidak simetris, lengan atau kaki yang mendadak lemas dan sulit digerakkan, bicara yang tiba-tiba pelo atau sulit dipahami, hingga pandangan yang kabur. Itulah yang dialami Caroline di sela-sela aktivitas hariannya.
Sifatnya yang mendadak inilah yang membedakan stroke dari kondisi penyakit lainnya yang cenderung berkembang secara perlahan. Karena itu, begitu tanda-tanda ini muncul, penanganan medis harus segera dilakukan, sebab setiap detik yang terlewat dapat memperbesar risiko kerusakan otak permanen.
Diagnosis Penyumbatan Total yang Mengejutkan
Setelah mengalami gejala stroke tanpa aba-aba, Caroline kemudian dilarikan ke SMC RS Telogorejo untuk mendapatkan pertolongan pertama. Dengan kesigapan penuh, para tenaga medis kami pun melakukan rontgen tengkorak pasien. Hasil rontgen tersebut adalah terdapat stenosis penuh di kepala Caroline.
Stenosis adalah kondisi penyempitan pada saluran atau pembuluh dalam tubuh, yang menghambat aliran normal darah, cairan, atau zat lain yang seharusnya melewatinya. Stenosis yang dialami oleh Caroline tergolong berat sehingga penyumbatannya hampir total menyerang seluruh pembuluh darah di otak.
Keberanian Menjalani Pengobatan di SMC RS Telogorejo
Berbekal diagnosis tersebut, Caroline kemudian memberanikan diri untuk mengambil tindakan arteriografi kepala. Arteriografi kepala adalah prosedur pencitraan medis yang digunakan untuk melihat kondisi pembuluh darah arteri di otak dan sekitarnya secara rinci. Tindakan ini memang tidak menjanjikan hasil instan.
Akan tetapi, secara perlahan, Caroline mulai merasakan dampaknya. Sakit kepalanya mulai hilang dan bibir yang awalnya miring mulai kembali pada posisi semula. Meski demikian, kondisinya tetap tidak bisa dibilang 100% pulih. Namun, Caroline tetap mensyukurinya karena ia tetap bisa berjalan dengan ringan dan menjalankan aktivitas sehari-hari seperti sedia kala.
Semua itu berkat proses arteriografi kepala yang dilakukan secara bertahap bersama dokter andalan SMC RS Telogorejo, yakni dr. Indra Yulius Darmawan, Sp.PD (Spesialis Penyakit Dalam) dan dr. Yovita, MSi.Med., Sp.N, Subsp. NIIOO (K) FINS (Spesialis Neurologi Subspesialis Neurovaskular, Intervensi, Imaging Otologi, Oftalmologi), juga dr. Stefanus Dion Santoso, Sp. KFR (Spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi) yang telah merawatnya dengan sabar.
Ungkapan Terima Kasih Caroline Kepada SMC RS Telogorejo
Di tengah proses pemulihannya, Caroline tak henti-hentinya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tim medis SMC RS Telogorejo yang telah mendampinginya sejak awal masa kritis hingga tahap rehabilitasi. Menurutnya, kesigapan tenaga medis dalam menangani gejala stroke yang datang tiba-tiba menjadi faktor penentu keselamatannya.
Ia juga mengapresiasi pendekatan menyeluruh yang diberikan, mulai dari diagnosis, tindakan arteriografi, hingga terapi pemulihan yang dilakukan secara bertahap dan penuh kesabaran. Bagi Caroline, dukungan dokter spesialis penyakit dalam, neurologi, dan rehabilitasi medis adalah bentuk kepedulian nyata yang membuatnya termotivasi untuk menjalani hidup.
Kisah Caroline menjadi pengingat penting bahwa gejala stroke bisa datang tanpa peringatan kepada siapa saja, tanpa memandang usia maupun gaya hidup. Oleh karena itu, penting untuk selalu waspada terhadap perubahan mendadak pada tubuh, sekecil apa pun. Mengenali tanda-tandanya sejak dini dan meminta pertolongan segera selama golden period adalah kunci untuk meminimalkan risiko kecacatan permanen.
Jangan tunggu sampai terlambat, segera jadwalkan waktu konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter berpengalaman di website SMC RS Telogorejo atau unduh aplikasi MySMC di App Store dan Play Store untuk kemudahan reservasi kapan pun Anda butuhkan!