Thumbnail
20 Juli 2026

5 Hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Balap Lari Maraton

Olahraga lari kini semakin populer di berbagai kalangan, mulai dari yang sekadar ingin hidup lebih sehat hingga yang sudah ketagihan mengumpulkan medali finisher dari satu ajang maraton ke ajang maraton lainnya. Antusiasme ini tentu menyenangkan, tetapi semangat yang menggebu-gebu perlu diimbangi dengan persiapan yang matang. Demi menjaga keselamatan dan performa terbaik di lintasan, dr. Marendra Shinery Kartolo, Dokter Umum di SMC RS Telogorejo, menyarankan agar setiap pelari memperhatikan berbagai aspek kondisi tubuh berikut sebelum ikut lari maraton. 

1. Riwayat kesehatan

Sebelum mendaftarkan diri ke ajang maraton, ada baiknya Anda terlebih dahulu mengevaluasi kondisi kesehatan secara jujur. Pernahkah Anda mengalami jantung berdebar, nyeri dada, pingsan, atau nyeri yang tidak biasa saat berlari? Jika ya, sebaiknya tunda dulu keikutsertaan Anda dan konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter sebelum melanjutkan latihan.

Gejala-gejala tersebut tidak boleh diabaikan karena dapat menjadi tanda adanya masalah pada sistem kardiovaskular atau muskuloskeletal yang berisiko memburuk saat tubuh dipaksa menempuh jarak jauh. Maraton bisa menjadi pengalaman yang luar biasa, tetapi hanya jika kondisi tubuh Anda benar-benar siap menghadapinya.

2. Stamina dan daya tahan tubuh

Lari maraton bukan ajang yang bisa ditaklukkan dengan modal semangat saja, sebab dibutuhkan stamina dan daya tahan tubuh yang dibangun secara bertahap. dr. Marendra menyarankan agar Anda sudah menjalani latihan lari rutin setidaknya 2–4 minggu sebelum hari perlombaan. Latihan ini tidak perlu langsung dengan jarak yang sesuai ketentuan perlombaan, melainkan bisa dilakukan secara progresif untuk membiasakan tubuh dengan beban dan durasi lari yang semakin meningkat.

Tanpa fondasi latihan yang memadai, tubuh lebih rentan mengalami kelelahan ekstrem, kram otot, hingga cedera saat perlombaan. Selain itu, latihan rutin juga membantu tubuh beradaptasi secara kardiovaskular, sehingga jantung dan paru-paru lebih efisien dalam mendistribusikan oksigen saat berlari jarak jauh.

3. Makanan yang dikonsumsi

Apa yang Anda makan sebelum berlari sama pentingnya dengan latihan itu sendiri. Untuk memastikan tubuh punya cukup energi selama perlombaan, konsumsilah makanan tinggi karbohidrat sekitar 1–2 jam sebelum start. Pilihan praktis yang bisa Anda konsumsi adalah nasi, roti, atau pisang, sebab ketiganya cukup mudah dicerna oleh tubuh.

Sebagai pantangannya, hindari makanan berlemak tinggi, terlalu pedas, atau yang belum pernah Anda makan sebelum latihan karena dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan di tengah lintasan. Jangan lupa juga untuk memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik sejak malam sebelum perlombaan, ya!

4. Kenakan pakaian yang nyaman

Pilihan pakaian yang tepat sering kali dianggap sepele, padahal dampaknya sangat nyata terhadap kenyamanan selama lari maraton. Pilihlah baju berbahan dryfit yang memiliki kemampuan menyerap dan mengalirkan keringat dengan baik, sehingga tubuh tidak terasa lembap dan panas sepanjang perlombaan.

Setelah itu, pastikan juga ukurannya pas di tubuh, tidak terlalu sempit atau longgar. Hal yang sama juga berlaku untuk celana dan kaus kaki, ya! Sebisa mungkin, gunakan pakaian yang sama dengan yang biasa Anda pakai saat latihan agar tubuh sudah familier dan tidak ada kejutan yang tidak nyaman di hari perlombaan. 

5. Sepatu yang digunakan

Banyak pelari tergoda untuk memakai sepatu baru saat ajang lari maraton. Apa Anda salah satunya? Padahal, sepatu yang belum biasa Anda pakai berisiko menyebabkan lecet, nyeri tumit, bahkan cedera. Untuk menghindari risiko tersebut, kenakan sepatu yang selama ini rutin Anda pakai untuk latihan. Jika memang ingin berganti sepatu baru, pakailah jauh-jauh hari sebelum perlombaan agar ada waktu adaptasi yang cukup.

Selain model dan ukuran, perhatikan juga kondisi sol sepatu Anda sebelum hari perlombaan. Sol yang sudah aus atau tidak lagi memberikan bantalan yang cukup dapat meningkatkan risiko cedera pada sendi dan otot kaki, terutama saat menempuh jarak jauh. Pastikan sepatu Anda masih dalam kondisi baik dan nyaman digunakan sejak awal hingga garis akhir.

Ingin memastikan kondisi tubuh benar-benar siap sebelum ikut ajang lari maraton? Jangan ragu untuk berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan kesehatan bersama dr. Marendra Shinery Kartolo di SMC RS Telogorejo. Jadwalkan kunjungan Anda sekarang melalui website SMC RS Telogorejo atau aplikasi MySMC.