Banyak orang tua mengira tambalan gigi pada anak akan menempel selamanya setelah prosedur selesai. Padahal, seiring berjalannya waktu, tambalan gigi dapat terlepas karena berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi gigi anak itu sendiri. Memahami penyebabnya penting agar orang tua dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan gigi si kecil dan mencegah kerusakan yang lebih parah. Penasaran apa saja alasan tambalan gigi anak bisa lepas? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut!
Hal yang Membuat Tambalan Gigi Anak Lepas
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan tambalan gigi anak lebih mudah lepas, di antaranya:
1. Sifat alami gigi susu
Salah satu alasan tambalan gigi anak lebih mudah lepas adalah karena struktur alami gigi susu memang berbeda dari gigi permanen pada orang dewasa. Lapisan email dan dentin pada gigi susu lebih tipis, sehingga area tempat menempelnya bahan tambalan menjadi lebih kecil. Akibatnya, tambalan lebih rentan terlepas saat mengalami tekanan dari kunyah.
Selain itu, tambalan juga dapat menjadi longgar apabila muncul karies sekunder atau lubang baru di sekitar tambalan, area gigi tidak benar-benar kering saat proses pemasangan, anak memiliki kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism), atau kerusakan gigi yang ditambal sudah terlalu besar sehingga sisa struktur gigi tidak cukup kuat untuk menopang tambalan.
2. Ukuran lubang gigi yang terlalu besar
Ukuran lubang gigi yang terlalu besar juga menjadi penyebab tambalan gigi anak mudah lepas. Ketika kerusakan gigi sudah meluas, struktur gigi yang tersisa tidak lagi memiliki daya cengkeram yang cukup untuk menahan bahan tambalan. Pada kondisi seperti ini, dokter gigi biasanya akan mempertimbangkan penggunaan mahkota gigi anak, seperti stainless steel crown, karena lebih kuat dibandingkan dengan tambalan biasa.
3. Anak bergerak saat pemasangan tambalan gigi
Keberhasilan pemasangan tambalan gigi sangat dipengaruhi oleh kondisi gigi yang harus tetap kering selama prosedur berlangsung. Jika anak terus bergerak, menangis, atau sulit bekerja sama, air liur dapat membasahi area yang sedang ditambal sehingga mengganggu daya rekat bahan tambalan. Akibatnya, tambalan tidak menempel dengan optimal dan berisiko cepat lepas.
Untuk mengatasi kondisi ini, dokter gigi dapat menggunakan alat isolasi seperti rubber dam agar area gigi tetap kering atau memilih bahan tambalan yang lebih toleran terhadap kelembapan, sesuai dengan kondisi anak.
4. Kebiasaan makan anak yang kurang tepat
Kebiasaan mengonsumsi makanan manis, lengket, dan keras juga dapat membuat tambalan gigi anak lebih mudah lepas. Sisa gula dari makanan manis dapat diubah oleh bakteri menjadi asam yang secara perlahan merusak area di sekitar tambalan.
Sementara itu, makanan yang lengket maupun keras memberikan tekanan berlebih yang dapat menyebabkan tambalan retak atau terlepas. Risiko ini akan semakin meningkat apabila anak jarang menyikat gigi sehingga plak dan bakteri terus menumpuk di sekitar tambalan.
Bagaimana Jika Tambalan Gigi Anak Lepas?
Jika tambalan gigi anak terlepas, sebaiknya segera jadwalkan kontrol ulang ke dokter gigi dan jangan menunda pemeriksaan, meskipun anak belum mengeluhkan rasa sakit.
Dokter gigi akan mengevaluasi kondisi gigi, termasuk apakah masih memungkinkan dilakukan penambalan ulang atau justru memerlukan perlindungan yang lebih kuat, seperti pemasangan mahkota gigi (stainless steel crown), terutama jika kerusakan gigi sudah cukup luas. Penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan gigi semakin parah, mengurangi risiko infeksi, serta menjaga fungsi gigi anak tetap optimal.
Cara Mengurangi Risiko Tambalan Gigi Anak Lepas
Untuk mengurangi risiko tambalan gigi anak lepas, orang tua perlu membantu si kecil menjaga kesehatan gigi dan mulut setiap hari. Biasakan anak menyikat gigi 2 kali sehari, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur, menggunakan pasta gigi berfluoride sesuai usia.
Selain itu, batasi konsumsi makanan dan minuman manis karena dapat memicu terbentuknya karies baru di sekitar tambalan. Anak juga sebaiknya menghindari kebiasaan mengunyah makanan yang keras, seperti es batu atau permen keras, serta makanan yang lengket karena dapat memberikan tekanan berlebih pada tambalan dan membuatnya lebih mudah terlepas.
Jika tambalan gigi anak terlepas atau Anda ingin memastikan kondisi kesehatan gigi si kecil tetap optimal, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter gigi anak. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan gigi yang lebih parah sekaligus menentukan penanganan yang paling sesuai, baik berupa penambalan ulang maupun tindakan lainnya.
Jadwalkan konsultasi dan checkup di Poli Dokter Gigi Anak SMC RS Telogorejo melalui website resmi SMC RS Telogorejo atau aplikasi MySMC App yang tersedia di iOS dan Android agar si kecil mendapatkan perawatan gigi yang tepat sejak dini.