Thumbnail
06 Oktober 2026

ETTS: Cara Operasi Tumor Otak Tanpa Membuka Tempurung Kepala

Mendengar kata “operasi tumor otak”, banyak orang langsung membayangkan prosedur besar yang mengharuskan dokter membuka tempurung kepala pasien. Wajar jika pasien khawatir akan rasa sakit, risiko operasi, hingga dampaknya terhadap kehidupan mereka. 

Namun, menurut dr. Yuriz Bakhtiar, Sp.BS(K), Ph.D, FINPS selaku Dokter Bedah Saraf dan dr. Anna Mailasari Kusuma Dewi, MSi.Med., Sp.THTBKL, Subsp.Rino.(K) selaku Dokter THT Konsultan Rinologi dari SMC RS Telogorejo, beberapa jenis tumor kini dapat ditangani dengan Endoscopic Transsphenoidal Surgery (ETTS) yang tidak perlu membuka tempurung kepala pasien. Seperti apa cara kerjanya?

Apa Itu Endoscopic Transsphenoidal Surgery?

Berdasarkan penjelasan dr. Yuriz, ETTS adalah tindakan pengangkatan tumor di bagian tengah dan dasar otak. Untuk menjangkau area tersebut, tim dokter memasukkan alat scope endoscopy melalui hidung pasien. Dengan kata lain, operasi tumor otak ini bersifat minim invasif karena tidak perlu membuka atau memotong tengkorak.

Prosedur Operasi Tumor Otak dengan Endoscopic Transsphenoidal Surgery 

Sebelum operasi, pasien perlu menjalani serangkaian pemeriksaan. Tahap praoperasi ini umumnya mencakup pemeriksaan fisik dan riwayat medis, tes darah untuk memeriksa infeksi dan kadar hormon, pemeriksaan mata untuk mengecek gangguan penglihatan, serta pemeriksaan pencitraan seperti CT scan atau MRI untuk membantu tim medis merencanakan operasi.

Pada hari H tindakan, bagian dalam hidung pasien akan dibersihkan dengan cairan khusus untuk mencegah infeksi. Pasien juga akan menerima anestesi umum agar tidak merasakan sakit selama operasi tumor otak ETTS berlangsung.

Prosedur ini umumnya berlangsung sekitar 2–4 jam dengan tim medis yang terdiri dari dokter bedah saraf dan dokter spesialis THT. Tindakan ETTS dimulai dengan memasukkan alat endoskop melalui lubang hidung hingga mencapai dinding tulang sinus sphenoid di bagian belakang rongga hidung.

Kemudian, dokter memotong lapisan membran yang melapisi otak agar bisa mencapai kelenjar pituitari. Pada tahap inilah tumor akan diangkat secara bertahap dalam potongan-potongan kecil, bukan sekaligus utuh. Begitu tumor terangkat, dokter biasanya mengambil lemak atau jaringan kecil dari bagian tubuh lain untuk menutup area operasi tumor otak.

Setelah operasi selesai, pasien akan dipindahkan ke ruang pemulihan untuk pemantauan detak jantung, pernapasan, dan tanda vital lainnya sembari menunggu pasien sadar dari efek anestesi.

Kelebihan Endoscopic Transsphenoidal Surgery

ETTS membuat penanganan tumor di area dasar dan tengah tengkorak jadi lebih aman dan minim invasif. Prosedur ini menawarkan beberapa kelebihan yang dapat meminimalisir kekhawatiran pasien selama menjalani pengobatan maupun pemulihan, yaitu:

  • Luka sayatan tidak tampak jelas di wajah 

Karena prosedur ETTS dilakukan melalui lubang hidung, hampir tidak ada sayatan pada kulit kepala maupun wajah pasien. Jika ada, sayatan tersebut biasanya berada di bagian dalam hidung, sehingga lokasinya tersembunyi dan tidak akan memengaruhi penampilan wajah pasien setelah pulih.

  • Minim rasa sakit 

Tindakan ETTS menggunakan alat berukuran sangat kecil untuk mengakses tumor yang dipandu kamera endoskop beresolusi tinggi, sehingga dokter mendapat visualisasi jelas atas area operasi. Tindakan operasi yang lebih presisi membuat jaringan sehat di sekitar tumor lebih terjaga, sehingga pasien umumnya tidak mengalami banyak rasa sakit setelah operasi.

  • Waktu pemulihan lebih cepat 

Masa rawat inap pascaoperasi ETTS umumnya berlangsung selama 1–3 hari untuk pemantauan kondisi, sedangkan masa pemulihan pascaoperasi di rumah sakit biasanya bisa sampai berminggu-minggu. Sebelum pasien ETTS diperbolehkan pulang, tampon atau alat yang dipasang di dalam hidung setelah operasi akan dilepas terlebih dahulu.

ETTS Cocok untuk Operasi Tumor Otak Apa? 

Tidak semua jenis tumor otak dapat ditangani dengan ETTS, sebab tindakan ini dirancang untuk menjangkau tumor di bagian dasar dan tengah otak. Menurut penjelasan dr. Yuriz, salah satu kondisi umum yang dapat ditangani dengan ETTS adalah pituitary adenoma, yakni tumor jinak yang muncul pada kelenjar kecil di dasar otak dan berada tepat di belakang hidung.  Meski berukuran kecil, kelenjar ini berfungsi penting dalam produksi hormon tubuh secara keseluruhan.



Berkat perkembangan teknologi medis, kini operasi tumor otak tidak harus selalu membuka tempurung kepala. Telah hadir prosedur ETTS untuk mengangkat tumor tertentu di area dasar tengkorak melalui hidung. Anda tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk menjalani tindakan ETTS, yang kini telah tersedia di SMC RS Telogorejo Semarang. 

Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala yang mengarah pada tumor otak, segera jadwalkan konsultasi dan check-up bersama dr. Yuriz Bakhtiar, Sp.BS(K), Ph.D, FINPS dan dr. Anna Mailasari Kusuma Dewi, MSi.Med., Sp.THTBKL, Subsp.Rino.(K) melalui website SMC RS Telogorejo, atau download MySMC App di Play Store dan Play Store.