Banyak orang awam beranggapan bahwa flu biasa dan alergi itu sama karena keduanya ditandai dengan hidung berair dan tersumbat. Tapi, menurut dr. Anna Mailasari, MSi.Med., Sp.THTBKL, Subsp. Rino. (K) selaku Dokter THT Konsultan Rinologi SMC RS Telogorejo, sebenarnya kedua hal tersebut cukup berbeda. Memahami beda flu dan alergi secara tepat sangatlah penting agar Anda tidak keliru dalam mengambil langkah penanganan atau memilih obat yang dikonsumsi.
Apa Beda Flu dan Alergi?
Lantas, apa saja perbedaan dari pilek yang disebabkan oleh flu biasa dan pilek akibat alergi? Simak beda flu dan alergi selengkapnya dari daftar berikut:
1. Pemicu
Flu disebabkan oleh infeksi virus influenza yang menyerang dan berkembang di saluran pernapasan manusia. Virus flu ini sangat mudah menular dari satu penderita ke orang lain melalui air liur saat batuk atau bersin.
Di sisi lain, alergi dipicu oleh alergen seperti debu, serbuk sari bunga, bulu hewan peliharaan, spora jamur, hingga perubahan suhu udara, dan bukan akibat infeksi mikroorganisme. Dengan kata lain, alergi merupakan bentuk respons berlebihan dari sistem kekebalan tubuh yang menganggap zat pemicu tersebut sebagai ancaman berbahaya.
2. Kemunculan gejala
Beda flu dan alergi juga terlihat jelas dari kecepatan timbulnya gejala. Pada penyakit flu biasa, gejala pilek biasanya muncul dan berkembang secara bertahap dalam beberapa hari setelah tubuh terpapar virus. Anda mungkin akan merasa tenggorokan gatal lebih dulu sebelum diikuti oleh hidung tersumbat.
Sebaliknya, pada alergi, gejala muncul lebih bertahap seiring Anda terus terpapar alergen. Begitu Anda bersentuhan dengan pemicunya, reaksi bersin dan hidung gatal akan langsung terasa saat itu juga. Gejala alergi ini akan terus bertahan tanpa mereda selama Anda masih berada dalam radius dekat zat alergen di lingkungan sekitar.
3. Gejala demam
Saat Anda terserang flu, Anda bisa merasakan gejala demam karena sistem daya tahan tubuh sedang berusaha melawan infeksi virus flu. Peningkatan suhu ini merupakan mekanisme pertahanan alami sistem kekebalan dalam membasmi virus yang masuk ke tubuh Anda.
Namun, reaksi alergi tidak menyebabkan demam sama sekali. Alergen hanya menimbulkan peradangan pada jaringan lokal hidung dan tenggorokan tanpa memicu respons imun sistemik berupa peningkatan suhu tubuh.
4. Rasa gatal pada bagian tubuh lain
Apa beda flu dan alergi yang berikutnya? Coba perhatikan sensasi pada bagian tubuh lain Anda. Reaksi alergi sering kali memicu rasa gatal yang sangat intens pada tenggorokan, mata, dan hidung. Lalu, mata orang yang alergi juga sering kali terlihat memerah, berair, dan terasa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sebaliknya, infeksi flu biasa hampir tidak pernah memicu timbulnya rasa gatal menusuk pada bagian tubuh yang telah disebutkan. Pasien flu mungkin merasakan tenggorokan sedikit perih atau gatal, tapi tidak separah gejala gatal pada mata dan hidung akibat alergi.
5. Keberadaan nyeri otot dan sendi
Ketika terserang flu, Anda akan merasakan seluruh badan pegal-pegal, ngilu, dan lemas karena tubuh sedang melepaskan zat kimia peradangan untuk melawan infeksi virus. Sementara itu, reaksi alergi tidak pernah menyebabkan nyeri otot maupun pegal di persendian. Penderita alergi mungkin merasa lelah atau kurang berenergi akibat kualitas tidur yang terganggu oleh hidung tersumbat, tapi jaringan otot dan sendinya tidak akan mengalami rasa nyeri hebat seperti pada kasus infeksi flu.
6. Waktu yang diperlukan hingga sembuh
Penyakit flu biasa dapat membaik dalam waktu yang relatif singkat. Dengan istirahat yang cukup, asupan cairan yang banyak, serta daya tahan tubuh yang kuat, flu umumnya akan sembuh total dalam waktu beberapa hari hingga satu minggu.
Sementara itu, waktu yang diperlukan hingga sembuh pada kasus alergi sangat bergantung pada faktor lingkungan. Reaksi alergi tidak akan mereda selama Anda masih berada di dekat zat pemicu. Gejala alergi dapat berlangsung bertahun-tahun atau hilang-timbul sepanjang hidup, selama pemicunya tidak sepenuhnya dihindari.
Mengenali beda flu dan alergi akan membantu Anda memilih langkah perawatan awal secara mandiri di rumah. Namun, jika gejala flu maupun alergi terus mengganggu kenyamanan hidup sehari-hari, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan medis yang tepat dan terarah. Penanganan cepat dari dokter spesialis akan membantu mencegah timbulnya komplikasi lebih lanjut pada saluran pernapasan Anda.
Segera jadwalkan waktu konsultasi dan check-up dengan dr. Anna Mailasari Kusuma Dewi, MSi.Med., Sp.THTBKL, Subsp.Rino.(K) melalui website SMC RS Telogorejo atau gunakan MySMC App yang tersedia di App Store dan Play Store untuk kemudahan akses layanan kesehatan langsung di mana pun Anda berada!