Thumbnail
02 Oktober 2026

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Cuaca Panas

Memang benar bahwa cuaca panas memang dapat berdampak terhadap kesehatan tubuh, tetapi tidak semua anggapan yang beredar di masyarakat tentang cuaca tersebut sesuai dengan bukti ilmiah. Lantas, mana yang benar dan mana yang hanya sekadar mitos? Simak penjelasan lengkap mengenai mitos dan fakta seputar cuaca panasi berikut ini agar Anda bisa melindungi kesehatan tubuh dengan cara-cara yang tepat.

Sunscreen wajib selalu digunakan saat cuaca panas (fakta)

Anggapan bahwa sunscreen wajib digunakan saat cuaca panas adalah fakta yang didukung bukti medis. Sunscreen bekerja membentuk lapisan pelindung pada kulit. Lapisan inilah yang akan menyerap atau memantulkan sinar UV dari cahaya matahari sebelum sempat merusak sel-sel kulit. 

Nah, sinar matahari sendiri mengandung dua jenis radiasi ultraviolet (UV) yang berbahaya, yaitu UVA dan UVB. Keduanya dapat menyebabkan kulit terbakar dan memicu kemunculan garis halus serta kerutan dalam jangka panjang.

Dengan rutin menggunakan sunscreen, terutama saat cuaca panas, Anda dapat menurunkan berbagai risiko kesehatan tersebut. Supaya mampu melindungi kulit secara optimal, gunakan sunscreen dengan kandungan SPF minimal 30. Lalu, saat Anda harus beraktivitas di bawah paparan sinar matahari dalam waktu lama, re-apply sunscreen setiap 3–4 jam sekali.

Berkeringat saat cuaca terik membakar lemak (mitos)

Banyak orang beranggapan bahwa semakin banyak kita berkeringat, artinya semakin banyak lemak yang terbakar. Ternyata, anggapan tersebut adalah mitos. Berkeringat justru merupakan mekanisme tubuh untuk mendinginkan diri saat suhu meningkat. 

Pembakaran lemak terjadi ketika tubuh menggunakan lebih banyak energi daripada jumlah yang diperoleh dari makanan. Jadi, bukan karena jumlah keringat yang keluar. Selain itu, produksi keringat juga tidak berkaitan langsung dengan jumlah kalori yang terbakar.

Warna air urine jadi penanda dehidrasi saat cuaca panas (fakta)

Anggapan satu ini ternyata merupakan fakta. Sebab, salah satu cara sederhana untuk mengetahui apakah tubuh kekurangan cairan adalah dengan memperhatikan warna urin. Ketika cuaca panas, tubuh biasanya kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat sehingga risiko dehidrasi pun meningkat.

Secara umum, warna urin yang terlihat jernih atau kuning muda menunjukkan bahwa kondisi hidrasi tubuh masih cukup baik. Namun, jika urin berwarna kuning tua atau pekat, Anda perlu waspada karena kondisi tersebut merupakan tanda tubuh mulai mengalami dehidrasi. 

Hal ini bisa terjadi karena saat tubuh tidak menerima asupan air yang cukup, terutama saat cuaca panas atau setelah aktivitas berat, ginjal akan menyerap air sebanyak mungkin dari urin sehingga konsentrasi zat sisanya jadi sangat tinggi. Untuk mencegahnya, biasakan rutin minum air mineral sekitar 2 liter per hari agar tidak dehidrasi.

Cuaca panas membuat tubuh cepat lelah (fakta)

Pernahkah Anda merasa cepat lelah saat cuaca penas? Situasi tersebut bukanlah perasaan semata, tapi justru respons fisiologis yang nyata. Pada dasarnya, tubuh manusia memiliki mekanisme bernama termoregulasi untuk menjaga suhu tetap stabil. Saat suhu lingkungan meningkatkan, tubuh akan menyesuaikan diri dengan meningkatkan produksi keringat. Proses ini butuh energi tambahan sehingga tubuh jadi lebih cepat lelah.

Pada saat bersamaan, tubuh juga meningkatkan peredaran darah ke permukaan kulit demi melepaskan panas. Proses ini menyebabkan detak jantung meningkat sehingga energi terpakai lebih banyak. Kondisi bisa semakin parah jika tubuh kehilangan cairan dan elektrolit, seperti kalium dan natrium, melalui keringat. Apabila tidak segera diganti, bisa-bisa tubuh akan mengalami dehidrasi ringan.

Mandi saat berkeringat sebabkan panuan (mitos)

Masih banyak orang yang percaya bahwa mandi saat tubuh berkeringat bisa menyebabkan panu. Anggapan ini merupakan mitos karena panu disebabkan oleh infeksi jamur Malassezia yang secara alami memang hidup di permukaan kulit manusia. Lalu, bagaimana panu bisa muncul?

Panu dapat muncul saat jamur Malassezia berkembang biak secara berlebihan akibat kondisi kulit yang kurang bersih, lembap, atau berminyak. Jadi, jika Anda justru menunda mandi setelah berkeringat, risiko panuan justru akan meningkat. Sebab, keringat dibiarkan menempel lama hingga kulit pun lembap dan menjadi kondisi ideal bagi jamur untuk tumbuh.


Dengan memahami perbedaan antara mitos dan fakta seputar cuaca panas, kini Anda dapat mengambil langkah lebih tepat untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga. Selain menerapkan pola hidup sehat, jangan ragu memeriksakan kondisi kesehatan jika Anda mengalami keluhan akibat cuaca panas, seperti lemas, pusing berkepanjangan, atau gejala lain yang mengganggu aktivitas harian.

Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter berpengalaman di SMC RS Telogorejo untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dan penanganan medis yang sesuai kondisi Anda. Jadwalkan waktu konsultasi dan check-up melalui website SMC RS Telogorejo atau My SMC App yang tersedia di App Store dan Play Store.