Thumbnail
07 Oktober 2026

Operasi Gratis untuk Bayi dengan Atresia Esofagus dari SMC RS Telogorejo

Bagi sebagian besar bayi baru lahir, menyusu adalah hal yang berlangsung secara alami. Namun, tidak demikian bagi bayi yang lahir dengan kondisi atresia esofagus, yaitu kelainan bawaan ketika saluran esofagus atau kerongkongan tidak tersambung sempurna ke lambung. Akibatnya, ASI maupun susu tidak bisa masuk ke lambung, bahkan justru berisiko masuk ke saluran napas hingga memicu komplikasi serius, seperti tersedak hingga pneumonia aspirasi.

Kondisi tersebut memerlukan penanganan bedah untuk menyambungkan kembali saluran kerongkongan. Namun, tindakan ini butuh biaya yang tidak sedikit, sehingga menjadi tantangan besar bagi banyak keluarga. Hal itulah yang sempat dirasakan Siti Rustiani, seorang ibu dari bayi yang terlahir dengan kondisi atresia esofagus. Berkat dukungan program CSR SMC RS Telogorejo Semarang, sang buah hati berhasil menjalani operasi yang dibutuhkan. Seperti apa kisahnya?

Kehamilan dan Kondisi yang Awalnya Tak Disadari 

Ibu Situ sempat tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengandung hingga usia kehamilan memasuki minggu ke-26. Hal ini tentu bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Ibu Siti pernah didiagnosis memiliki miom di rahim, sebuah kondisi medis yang membuat gejala kehamilan sulit dibedakan dari gejala miom itu sendiri. 

Saat kehamilan terdeteksi, pemeriksaan awal yang dijalani Ibu Siti belum menunjukkan tanda-tanda kelainan pada janin. Dokter yang memeriksa beliau mengatakan bahwa kondisi janin maupun ibu sama-sama sehat. Situasi ini cukup wajar terjadi karena secara medis, memang tidak semua kasus atresia esofagus bisa langsung terdeteksi sejak awal kehamilan. 

Opini Kedua dari SMC RS Telogorejo 

Walaupun pemeriksaan sebelumnya tidak menemukan kelainan pada kondisi janin, Ibu Siti memutuskan untuk mencari opini kedua. Beliau melakukan pemeriksaan ulang bersama dr. M. Eddy Wibowo, Sp.OG. Dari pemeriksaan ini, dokter mendeteksi adanya kemungkinan atresia esofagus pada janin yang dikandung Ibu Siti.

“(Bayi dalam kandungan) didiagnosis ada kemungkinan kelainan di tenggorokan, yang tidak tersambung ke lambung,” cerita Ibu Siti.

Menyadari bahwa kondisi tersebut membutuhkan penanganan khusus, Ibu Siti kemudian dirujuk ke SMC RS Telogorejo Semarang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Di sini, beliau ditangani oleh dr. M. Besari Adi Pramono, Msi.Med., Sp. OG, Subsp. KFM, seorang dokter spesialis kedokteran fetomaternal yang kompeten dalam menangani kehamilan berisiko tinggi seperti yang dialami Ibu Siti.

Operasi Gratis Atresia Esofagus bagi Ibu Siti Rustiani 

Jika tidak segera ditangani, atresia esofagus berisiko menyebabkan aspirasi, yakni masuknya cairan ke saluran napas. Itulah mengapa pada kondisi kelainan ini, tindakan bedah perlu segera dilakukan setelah bayi lahir. Namun, tidak dapat dimungkiri bahwa prosedur medis ini membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga menimbulkan kekhawatiran tersendiri, termasuk bagi Ibu Siti.

Kabar baiknya, Ibu Siti berhak menerima bantuan operasi gratis di SMC RS Telogorejo melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) rumah sakit. Melalui program ini, sang buah hati berkesempatan menjalani operasi atresia esofagus tanpa dipungut biaya, sehingga Ibu Siti dan keluarga dapat lebih fokus mendampingi proses tindakan medis hingga pemulihan bayi.

Bagi Ibu Siti, bantuan CSR dari SMC RS Telogorejo menjadi harapan baru di tengah situasi yang penuh ketidakpastian. Ia berharap agar tidak ada komplikasi pascaoperasi dan sang buah hati bisa tumbuh sehat hingga dewasa layaknya anak-anak lain seusianya.

Diagnosis atresia esofagus tentu menjadi hal yang tidak mudah bagi keluarga manapun. Namun, kisah Ibu Siti Rustiani menunjukkan bahwa dengan diagnosis tepat, penanganan kompeten oleh tim medis berpengalaman, dan dukungan yang memadai, bayi dengan kondisi ini mempunyai kesempatan untuk menjalani pengobatan dan tumbuh dengan lebih baik.

Memahami hal tersebut, SMC RS Telogorejo Semarang menghadirkan layanan medis yang komprehensif sekaligus berkomitmen membantu masyarakat melalui berbagai program CSR, termasuk bantuan operasi gratis bagi pasien yang memenuhi kriteria tertentu. Program ini juga merupakan wujud nyata kepedulian SMC RS Telogorejo dalam memberikan akses layanan kesehatan yang lebih inklusif.

Jangan lewatkan informasi selanjutnya mengenai program operasi gratis dan kegiatan sosial lain dari SMC RS Telogorejo. Cek update terbaru melalui website SMC RS Telogorejo dan follow Instagram @rs.telogorejo sekarang juga!