Thumbnail
27 Januari 2026

Penantian 14 Tahun Berbuah Manis dengan Teknologi Bayi Tabung

Tidak semua pasangan suami istri (pasutri) memiliki perjalanan yang mudah menuju kehamilan. Beberapa pasutri harus menjalani banyak pemeriksaan, mencoba berbagai upaya, hingga menunggu bertahun-tahun. Ketidakpastian inilah yang kerap mematahkan semangat pasutri di tengah jalan. Pengalaman serupa juga dialami oleh Kartika Setyarini, pasien SMC RS Telogorejo yang berhasil hamil anak kembar melalui prosedur bayi tabung setelah 14 tahun berjuang.

Alasan Memilih Program Bayi Tabung di SMC RS Telogorejo 

Sebelum menjalani program bayi tabung, Kartika dan suami pernah hamil alami. Sayangnya, mereka mengalami dua kali keguguran akibat Kehamilan Ektopik terganggu (KET) pada 2014. Setelah itu, keduanya memutuskan untuk tidak menjalani program hamil apa pun hingga 2022. Namun, banyak anggota keluarga yang menyemangati sehingga Kartika dan suami terdorong untuk kembali aktif menjalani program hamil.

Mereka memulai langkah tersebut dengan mengunjungi klinik kandungan di Semarang, Jawa Tengah. Dokter di klinik menyarankan mereka untuk menjalani program bayi tabung. Beliau juga secara spesifik merekomendasikan dr. Arie Sutanto, Sp.OG (K) di SMC RS Telogorejo karena pengalaman dan reputasi yang dimiliki.

Lika-liku Memulai Keluarga 

Kartika memulai program bayi tabung bersama dr. Arie di SMC RS Telogorejo pada 2022. Prosedur tersebut sukses menghasilkan lima embrio. Sayangnya, upaya penanaman embrio pertama tidak membuahkan hasil. Rasa kecewa Kartika semakin besar ketika kegagalan terulang pada upaya penanaman embrio kedua. 

Setelah dua kali gagal, Kartika sempat memutuskan untuk berhenti menjalani program bayi tabung. Pada pertengahan 2024, ia kembali melanjutkan prosedur bersama dr. Arie di SMC RS Telogorejo. Perasaan cemas sempat menghantui Kartika. Akhirnya, dengan dukungan penuh dari suami, keluarga, dan tim medis di SMC RS Telogorejo, Kartika mantap menjalani transfer dua embrio sekaligus.

Penantian yang Membuahkan Hasil

Setelah menjalani prosedur penanaman embrio, Kartika harus menunggu hasilnya selama dua minggu di rumah. Sepanjang periode ini, rasa khawatir Kartika pun meningkat. Jika upaya ketiga kembali gagal, ia takut mengecewakan orang-orang yang juga mengharapkan kehamilan ini.

Pada saat bersamaan, sebetulnya Kartika merasa cukup optimis dengan upaya bayi tabung kali ini. Ia memiliki keyakinan lebih besar bahwa transfer embrio akan membuahkan hasil. Karena penasaran, ia pun memutuskan untuk mengecek kehamilan dengan test pack sehari sebelum periode dua minggu berakhir. Hasil test pack menunjukkan bahwa Kartika positif hamil.

Respons Positif dari Keluarga

Tentunya, bukan hanya Kartika dan suami yang menyambut baik kabar bahagia tersebut. Setelah perjuangan panjang selama 14 tahun, keberhasilan Kartika mendapatkan momongan juga ikut dirasakan oleh keluarga besarnya. Terlebih, pemeriksaan dengan dr. Arie mengonfirmasi bahwa Kartika hamil anak kembar.

Kedua orang tua Kartika pun merasa sangat senang dan bersyukur, apalagi bayi kembar ini merupakan cucu pertama mereka. Momen ini menjadi jawaban atas doa dan penantian semua orang yang telah mendukung Kartika serta suami.

Kesan Menjalani Persalinan di SMC RS Telogorejo 

Program bayi tabung melibatkan proses panjang yang rentan membuat pasutri lelah hingga berpotensi menyerah. Dukungan menyeluruh dari tim medis pun dibutuhkan agar pasutri bisa fokus pada kesehatan diri dan kehamilan. Hal inilah yang dirasakan oleh Kartika selama menjalani prosedur bayi tabung di SMC RS Telogorejo. 

Ia sangat mengapresiasi para suster yang inisiatif dan responsif dalam memberikan layanan berkualitas tinggi, bahkan saat konsultasi online sekalipun. Di samping itu, Kartika juga berterima kasih kepada dr. Arie yang selalu sigap membantunya, termasuk ketika ia mengalami kontraksi palsu pada usia kehamilan sekitar bulan ke-7. 

Saat gejala awal kontraksi palsu muncul, dr. Arie langsung melakukan pemeriksaan jarak jauh dan memberikan resep online. Bahkan, tim medis di SMC RS Telogorejo sampai ikut memesankan obat tersebut, sehingga suami Kartika bisa langsung mengambilnya.

Pesan dari Kartika untuk Para Pasutri 

Pada akhir ceritanya, Kartika mengirimkan semangat kepada para pasutri yang masih berjuang mendapatkan momongan. Ia memahami betul betapa beratnya perjalanan tersebut. Namun, belajar dari pengalamannya sendiri, Kartika mengingatkan para pejuang dua garis untuk tidak menyerah.

Ia berpesan, “Jangan patah semangat, yakinlah Tuhan pasti akan memberi pada waktu yang tepat. Siapkan mental dan keyakinan, lalu pasrahkan semuanya kepada Tuhan.”

Perjuangan Kartika selama 14 tahun dalam mendapatkan buah hati adalah bukti bahwa harapan tidak akan benar-benar hilang selama seseorang terus berusaha. Bagi pasutri yang masih berjuang dan ingin menjalani program bayi tabung, Anda bisa memulainya dengan menjadwalkan konsultasi di SMC RS Telogorejo. Lakukan reservasi online melalui website resmi SMC RS Telogorejo, atau download aplikasi MySMC di perangkat iOS dan Android!