Tersedak sering kali dianggap sebagai kejadian sepele yang dapat mereda dengan sendirinya setelah seseorang minum air. Padahal, kondisi ini berpotensi berubah menjadi situasi gawat darurat yang mengancam nyawa hanya dalam hitungan menit. Mengapa?
Ketika makanan atau benda asing menyumbat saluran pernapasan secara total, pasokan oksigen ke otak dan organ vital lainnya langsung terhenti. Kepanikan orang-orang di sekitar korban sering kali memperburuk keadaan karena mereka tidak mengetahui cara mengatasi tersedak dengan tepat. Lantas, apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan nyawa sebelum bantuan medis tiba?
Bagaimana Cara Mengatasi Tersedak?
Jika orang terdekat Anda tiba-tiba tersedak setelah makan atau minum, lakukan pertolongan pertama berikut sebagai cara mengatasi tersedak yang efektif:
1. Ketahui golden period yang berlaku
Sebelum menolong orang yang tersedak, Anda perlu memahami konsep golden period atau periode emas pertolongan. Periode emas ini berlangsung selama 10 menit terhitung sejak korban pertama kali menunjukkan tanda-tanda tersedak. Mengapa Anda harus cepat bertindak?
Jika otak kekurangan pasokan oksigen selama lebih dari 4-6 menit, sel-sel organ tersebut akan mulai mengalami kerusakan permanen. Risiko ini semakin parah apabila sumbatan sudah berlangsung selama lebih dari 10 menit tanpa penanganan. Sebab, jika lebih dari batas waktu tersebut, korban akan lebih berpeluang mengalami kerusakan otak berat atau kematian.
Setelah memahami batas waktu tersebut, Anda pun bisa menjaga ketenangan diri agar tidak mengambil tindakan yang membuang waktu.
2. Jangan masukkan jari ke dalam mulut orang yang tersedak
Saat melihat korban kesulitan bernapas, Anda mungkin saja terpikir ingin memasukkan jari ke dalam mulut korban untuk mengorek benda asing keluar dari sana. Namun, itu adalah cara mengatasi tersedak yang tidak tepat. Sebab, upaya mengorek tenggorokan bisa semakin mendorong benda asing tersebut ke dalam saluran pernapasan yang lebih sempit.
Selain itu, sentuhan jari yang tidak terkontrol dapat memicu luka pada dinding tenggorokan atau merangsang refleks kejang yang semakin menyempitkan jalur udara. Oleh sebab itu, gunakan jari hanya jika objek penyebab tersedak sudah terlihat sangat jelas di dekat bibir dan dapat dijepit dengan mudah dari luar.
3. Tepuk punggung orang yang tersedak
Sebagai tindakan penanganan awal yang aman, Anda dapat memberikan bantuan berupa tepukan pada area punggung korban. Caranya, berdirilah di samping atau sedikit di belakang tubuh korban, lalu miringkan tubuh korban agak condong ke depan. Tahan dada korban dengan satu tangan untuk menopang mereka.
Selanjutnya, berikan tepukan yang kuat menggunakan bagian bawah telapak tangan Anda tepat di antara kedua tulang belikat korban. Lakukan gerakan tepukan punggung ini sebanyak lima kali secara berturut-turut agar tekanan udara yang dihasilkan dapat memicu refleks korban untuk batuk dan mengeluarkan benda asing.
4. Lakukan Heimlich Maneuver
Apabila tepukan pada punggung belum berhasil mengeluarkan benda asing, Anda perlu mencoba cara mengatasi tersedak lanjutan berupa manuver Heimlich. Penting untuk Anda perhatikan bahwa metode ini hanya boleh diterapkan pada korban dewasa dan anak-anak yang telah berusia di atas 1 tahun, bukan untuk bayi di bawah usia 1 tahun karena organ dalam mereka masih rentan.
Untuk melakukan manuver Heimlich, berdirilah di belakang korban dan lingkarkan kedua tangan Anda di sekeliling pinggangnya. Kepalkan salah satu tangan Anda, lalu letakkan kepalan tersebut sedikit di atas pusar dan di bawah tulang dada korban. Genggam erat kepalan tangan tersebut dengan tangan Anda yang lain.
Dorong kepalan tangan ke arah dalam dan ke atas secara cepat serta kuat, seolah-olah Anda hendak mengangkat tubuh korban dari belakang. Ulangi gerakan hentakan perut ini sebanyak lima kali dan periksa apakah sumbatan sudah terlepas dari tenggorokan.
5. Cari bantuan medis
Selama proses memberikan pertolongan pertama, evaluasi respons korban secara berkala. Jika benda asing tidak kunjung keluar atau kondisi korban memburuk hingga kehilangan kesadaran, segera cari bantuan medis profesional. Apabila ada orang lain di sekitar Anda, minta mereka segera menghubungi layanan ambulans atau rumah sakit terdekat agar Anda tetap dapat fokus melakukan tindakan penyelamatan.
Tapi, bagaimana kalau korban pingsan? Jangan panik, baringkan tubuhnya secara perlahan di lantai yang rata, dan bersiaplah melakukan teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) hanya jika Anda sudah terlatih.
Memahami cara mengatasi tersedak sangatlah penting bagi keselamatan diri sendiri, keluarga, maupun orang lain. Sebab, hal tersebut akan mencegah kematian akibat kerusakan sel-sel otak.
Apakah Anda ingin memperdalam keterampilan pertolongan pertama dan mempraktikkan teknik penyelamatan tersebut secara langsung di bawah arahan ahli? Daftarkan diri Anda untuk mengikuti pelatihan teknik penanganan tersedak yang diselenggarakan oleh Training Center SMC RS Telogorejo Semarang!