PRESS RELEASE
Ibadah haji adalah momen spiritual yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia, termasuk para lanjut usia dan pasien dengan kondisi medis khusus. Namun, tantangan fisik dan lingkungan ekstrem di Tanah Suci membuat persiapan kesehatan menjadi faktor krusial, terutama bagi mereka yang memiliki komorbid seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, atau kolesterol tinggi.
Menyadari hal tersebut, SMC RS Telogorejo memastikan layanan pendampingan medis menyeluruh bagi calon jamaah haji dengan komorbid melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan intensif, hingga konsultasi pengaturan pengobatan, SMC RS Telogorejo memastikan setiap jamaah siap secara fisik dan mental dalam menjalani ibadah haji dengan aman dan optimal.
“Tidak ada larangan bagi lansia atau pasien dengan penyakit penyerta untuk berangkat haji, asalkan persiapan kesehatannya dilakukan sejak awal dan terstruktur,” ujar dr. Nur Anna Chalimahdyah, Sp. PD, KEMD, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes di RS Telogorejo.
Persiapan Medis: Lebih dari Sekadar Check-Up
Menurut dr. Anna, tahapan pertama adalah skrining kesehatan menyeluruh. Ini meliputi pemeriksaan laboratorium yang menyoroti faktor risiko penyakit degeneratif, seperti kadar gula darah, kolesterol, fungsi jantung, dan tekanan darah.
“Banyak pasien yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki penyakit kronis karena tidak menunjukkan gejala. Pemeriksaan dini sangat penting agar bisa dikendalikan sebelum keberangkatan,” jelasnya.
Obat dan Catatan Medis: Jangan Sampai Terlupakan
Selain pemeriksaan, pengaturan obat juga menjadi bagian penting dari edukasi. SMC RS Telogorejo menganjurkan setiap jamaah untuk membawa daftar lengkap obat-obatan yang digunakan, termasuk dosis dan aturan pakai. Hal ini memudahkan koordinasi dengan petugas kesehatan selama ibadah berlangsung.
“Terkadang pasien membawa banyak obat, tapi lupa jadwal atau tak tahu cara pakainya. Dengan mencatat semuanya, baik keluarga maupun petugas bisa membantu, apalagi jika terjadi kondisi darurat,” tambah dr. Anna.
Latihan Fisik: Mulai dari Tanah Air
Ibadah haji menguras tenaga, dari tawaf hingga sa’i, yang memerlukan stamina prima. Karena itu, jamaah dianjurkan untuk rutin berjalan kaki atau melakukan aktivitas fisik ringan sejak di Indonesia, agar tubuh terbiasa dan tidak mudah kelelahan di Mekah dan Madinah.
“Jika tidak kuat, jangan dipaksakan. Di sana tersedia alat bantu seperti kursi roda atau skuter. Prioritaskan keselamatan,” tegas dr. Anna.
Gizi dan Hidrasi: Kunci Bertahan di Suhu Ekstrem
Musim haji tahun ini diperkirakan berlangsung dalam suhu yang sangat panas, bahkan bisa mencapai 50 derajat Celsius. Untuk itu, hidrasi dan pola makan seimbang sangat penting dijaga. Air zam-zam boleh dikonsumsi, namun tetap perlu diselingi air mineral biasa dan menghindari makanan tinggi gula atau gorengan, terutama bagi pasien diabetes.
“Pegang prinsip 3J: Jadwal, Jenis, dan Jumlah makanan. Jangan tergoda minuman manis atau makanan berlemak yang banyak tersedia di sana. Buah, sayur, dan karbohidrat kompleks seperti kentang atau jagung lebih aman,” papar dr. Anna.
Tanggap Darurat: Siapkan Tas Obat Pribadi
Jika terjadi gejala seperti pusing, keringat dingin, sesak, atau berkunang-kunang, jamaah harus segera mencari bantuan medis. Oleh karena itu, RS Telogorejo menyarankan membawa tas kecil berisi obat pribadi, suplemen, serta alat kesehatan dasar seperti tensimeter portable atau alat cek gula darah.
“Obat pribadi sangat membantu, baik untuk diri sendiri maupun membantu sesama jamaah. Jangan tunggu kondisi memburuk. Segera ambil tindakan,” pesannya.
Vaksinasi Meningitis: Syarat Wajib Menuju Tanah Suci
Sebagai bagian dari persiapan kesehatan, vaksin meningitis menjadi syarat wajib bagi calon jamaah haji untuk mencegah penularan penyakit di wilayah padat dan internasional seperti Mekah dan Madinah. SMC RS Telogorejo melalui Klinik Vaksin menyediakan layanan vaksinasi meningitis mulai dari Rp 290.000, yang sudah termasuk biaya administrasi dengan Syarat diwajibkan membawa buku paspor asli
Layanan vaksin di SMC RS Telogorejo tersedia di Klinik Vaksin SMC RS Telogorejo yang berada pada Lobby Rumah Sakit Gate 2, dan beroperasi setiap hari Senin hingga Sabtu pukul 07.00 – 21.00 WIB.
Dengan kemudahan akses dan harga yang terjangkau, SMC RS Telogorejo mendukung jamaah untuk melengkapi seluruh kebutuhan kesehatan secara menyeluruh sebelum keberangkatan.
Komitmen Telogorejo: Mendampingi Jamaah hingga Kembali ke Tanah Air
SMC RS Telogorejo tak hanya memberikan edukasi sebelum keberangkatan, namun juga menyediakan layanan konsultasi lanjutan untuk memastikan kondisi pasien tetap stabil sepulang haji. Harapannya, seluruh jamaah terutama yang memiliki penyakit kronis – dapat menunaikan ibadah dengan aman, lancar, dan penuh khusyuk.
“Haji yang mabrur dimulai dari tubuh yang sehat dan jiwa yang siap. Kami siap mendampingi setiap langkah jamaah agar bisa pulang ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat,” tutup dr. Anna.
Untuk informasi lebih lanjut terkait layanan pemeriksaan kesehatan haji, hubungi:
Contact Center SMC RS Telogorejo : (024) 8646 6000
WhastApp - 081 6666 340
Website - www.smc-hospital.com
Apps - MySMC (iOS & Android)
Informasi Media & Kontak Publik:
Bunga – Humas SMC RS Telogorejo (0858-7641-2250)