Thumbnail
07 Agustus 2026

Gejala Penyakit Lupus yang Sering Diabaikan

Penyakit lupus biasanya diawali dengan gejala yang tampak ringan dan mirip dengan keluhan kesehatan sehari-hari. Karena terlihat tidak spesifik, banyak orang mengabaikan tanda-tanda tersebut dan baru menyadari kondisinya setelah penyakitnya berkembang lebih jauh. Padahal, jika dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan medis, penyakit lupus dapat menyerang berbagai organ tubuh, mulai dari kulit dan sendi hingga ginjal, paru-paru, dan jantung.

Menurut dr. Rakhma Yanti Hellmi, Sp.PD-KR dari SMC RS Telogorejo, masyarakat dapat mengenali tanda-tanda awal lupus melalui metode SALURI (Periksa Lupus Sendiri). Metode ini membantu mengidentifikasi gejala yang perlu diwaspadai dan menjadi panduan untuk mengetahui kapan sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. 

Gejala Penyakit Lupus yang Sering Diabaikan

Lalu, apa saja gejala penyakit lupus yang sering diabaikan? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini agar Anda bisa segera mendapatkan pertolongan medis:

1. Nyeri sendi

Nyeri sendi merupakan salah satu gejala lupus yang paling sering muncul. Kondisi ini terjadi akibat peradangan pada sendi (artritis lupus) yang menyebabkan sendi terasa kaku, bengkak, hangat, dan nyeri saat ditekan. Keluhan umumnya menyerang sendi-sendi kecil seperti jari tangan, pergelangan tangan, hingga lutut. 

Ciri khas nyeri sendi pada lupus adalah muncul secara simetris, misalnya pada kedua pergelangan tangan atau kedua lutut secara bersamaan. Keluhan biasanya terasa lebih berat saat bangun tidur atau setelah beristirahat dalam waktu lama, lalu berangsur membaik saat tubuh mulai bergerak dan beraktivitas.

2. Sariawan berulang

Berbeda dengan sariawan biasa, sariawan terkait lupus sering muncul di dalam rongga mulut, seperti pada gusi, lidah, dan langit-langit mulut, bahkan dapat ditemukan di bagian dalam hidung. Pada sebagian penderita, sariawan lupus tidak selalu menimbulkan rasa nyeri, sehingga kerap kali tidak disadari. 

Selain itu, keluhan dapat berlangsung lebih dari dua minggu atau terus berulang dalam waktu yang berdekatan. Sariawan ini juga sering disertai gejala lain seperti mudah lelah, demam tanpa sebab yang jelas, atau nyeri sendi.

3. Rambut rontok

Pada penderita lupus, sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif dapat menyerang folikel rambut sehingga rambut menjadi lebih rapuh, kering, dan mudah rontok saat keramas maupun disisir. Kerontokan dapat terjadi secara menyeluruh hingga membuat rambut tampak menipis. 

Pada beberapa kasus, lupus juga dapat menyebabkan munculnya bercak kebotakan berbentuk bulat (lesi diskoid) yang berpotensi meninggalkan jaringan parut. Selain kepala, kerontokan ini bahkan juga dapat terjadi pada alis, bulu mata, dan rambut halus di wajah.

4. Kemerahan pada kulit

Ruam atau kemerahan pada kulit merupakan salah satu tanda khas penyakit lupus, terutama setelah terpapar sinar matahari. Hal ini terjadi karena penderita lupus umumnya memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap paparan sinar ultraviolet. Bentuk ruam yang paling dikenal adalah ruam kupu-kupu (butterfly rash), yaitu kemerahan yang membentang dari pangkal hidung hingga kedua pipi, menyerupai sayap kupu-kupu. Ruam biasanya akan tampak lebih jelas setelah beraktivitas di luar ruangan atau terpapar sinar matahari dalam waktu lama.

5. Demam berkepanjangan

Demam ringan yang muncul berulang tanpa penyebab yang jelas sering kali dianggap sepele. Padahal, kondisi ini dapat menjadi salah satu tanda adanya peradangan autoimun akibat lupus. Demam pada penderita lupus umumnya berkisar antara 37,5°C hingga 38°C dan dapat hilang timbul dalam waktu lama tanpa ditemukan tanda infeksi tertentu. Keluhan ini sering disertai rasa lelah berlebihan, nyeri sendi, atau ruam pada kulit.

6. Keguguran berulang

Bagi wanita, riwayat keguguran berulang juga dapat menjadi salah satu tanda yang perlu dievaluasi lebih lanjut. Pada beberapa penderita lupus, kondisi ini berkaitan dengan Sindrom Antifosfolipid (APS), yaitu gangguan yang menyebabkan darah lebih mudah membeku. Pembekuan darah pada pembuluh darah plasenta dapat menghambat aliran oksigen dan nutrisi ke janin sehingga meningkatkan risiko keguguran. Selain itu, peradangan akibat lupus juga dapat mengganggu fungsi plasenta dan perkembangan janin selama kehamilan. 

Jika Anda menemukan setidaknya 4 dari 6 gejala penyakit lupus yang telah dijelaskan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Deteksi dini sangat penting untuk membantu mencegah komplikasi dan menjaga fungsi organ tubuh tetap optimal. Jangan tunda pemeriksaan jika gejala mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Segera jadwalkan konsultasi dengan dr. Rakhma Yanti Hellmi, Sp.PD-KR melalui website resmi SMC RS Telogorejo maupun aplikasi MySMC yang tersedia di iOS dan Android untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.