Thumbnail
07 Januari 2026

4 Alasan Thirdhand Smoke Membahayakan Anak

Hanya karena anak tidak berada di dekat asap rokok, bukan berarti mereka aman dari dampak negatifnya. Faktanya, ancaman bahaya rokok jauh lebih luas. Residunya dapat menempel dan bertahan lama pada berbagai permukaan seperti pakaian, furnitur, hingga rambut dan kulit. Kondisi ini dikenal dengan istilah thirdhand smoke, yang menjadi sayangnya masih sering terabaikan tapi berisiko besar bagi kesehatan anak. 

Apa Itu Thirdhand Smoke?

Thirdhand smoke (THS) adalah residu kontaminasi asap rokok yang menempel dan menetap pada berbagai permukaan, seperti pakaian, furnitur, dinding, rambut, hingga mainan anak. Karena berasal dari rokok, residu tersebut mengandung nikotin dan senyawa toksik seperti nitrosamin dan formaldehida. 

Kabar buruknya lagi, THS dapat bertahan hingga berbulan-bulan, bahkan setelah rokok mati atau sumber asap dihilangkan. Dengan kata lain, anak bisa terkontaminasi THS tanpa disadari: mulai dari menyentuh mainan yang mungkin terkena residu rokok, partikel beracun yang masuk ke mulut melalui tangan, hingga menghirup udara yang telah tercemar THS.

Efek Thirdhand Smoke pada Anak

Paparan thirdhand smoke mungkin bersifat pasir dan tersembunyi, tapi dampaknya sangat serius bagi kesehatan anak dalam jangka panjang. Terlebih, residu rokok cenderung sulit dihilangkan dan mengandung bahan-bahan toksik. Berikut efek berbahaya residu rokok pada anak.

  • Meningkatkan risiko kematian bayi 

Residu rokok dari THS mengandung zat kimia berbahaya seperti nikotin dan tar. Jika bayi tanpa sadar menghirup atau terkontaminasi dengan residu tersebut, otomatis racun dari THS akan memasuki sistem pernapasannya. Padahal, sistem pernapasan bayi masih sangat sensitif dan sistem kontrol pernapasannya pun belum matang. Situasi ini dapat mengganggu fungsi pernapasan kritis bayi ketika tidur, sehingga meningkatkan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau kematian bayi secara mendadak.

  • Memicu batuk, sesak napas, dan mengi

Zat kimia berbahaya dalam residu THS dapat memicu iritasi saluran napas. Kondisi ini bisa memperparah gejala seperti batuk, sesak napas, dan mengi (napas berbunyi), terutama pada anak-anak yang memiliki riwayat asma atau pernapasan sensitif. Bahkan, saat anak dengan asma mengalami serangan akibat residu rokok dari THS, intensitasnya akan cenderung lebih berat dan susah ditangani. 

  • Meningkatkan risiko ISPA

Thirdhand smoke yang mengandung partikel kimia juga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak. Residu yang menempel pada permukaan atau terlepas ke udara bisa berkontribusi pada peradangan saluran napas. Pada saat bersamaan, sistem kekebalan tubuh anak dalam saluran pernapasan juga akan melemah. Akibatnya, si kecil akan lebih rentan mengalami infeksi seperti pilek berat, batuk, bronkitis, dan pneumonia. 

  • Mengganggu perkembangan otak

Paparan zat kimia beracun pada THS tidak hanya dapat menyerang sistem pernapasan anak, tapi juga mengganggu perkembangan otaknya. Residu yang terhirup akan memasuki otak hingga berpotensi merusak sel-sel saraf. Dengan kata lain, THS bukan hanya menyebabkan ancaman jangka pendek seperti infeksi pernapasan, tapi juga risiko jangka panjang yang menghambat tumbuh kembang anak.

Gejala Paparan Thirdhand Smoke pada Anak

Paparan THS dapat terjadi ketika anak bersentuhan dengan residu rokok yang menempel pada pakaian, kulit perokok, rambut, karpet, dinding, furnitur, hingga mainan. Zat kimia beracun seperti nikotin dan tar dapat terserap melalui kulit, tertelan oleh anak, maupun terhirup kembali. 

Mengingat organ tubuh anak-anak yang masih berkembang, mereka pun cenderung lebih rentan menunjukkan gejala klinis akibat paparan THS. Berikut beberapa gejalanya yang perlu Anda waspadai:

  • Iritasi saluran pernapasan: hidung tersumbat, pilek kronis, batuk berulang, tenggorokan nyeri atau gatal, sesak napas ringan sampai sedang;

  • Perburukan gejala asma dan mengi: napas berbunyi (wheezing), frekuensi asma meningkat;

  • Iritasi kulit: ruam, gatal, kulit kering atau meradang, serta kemerahan pada kulit;

  • Gangguan tidur (terutama pada bayi): napas tidak teratur, tidur gelisah, atau mudah terbangun.

Paparan thirdhand smoke pada anak sering kali tidak disadari. Namun, efeknya terhadap kesehatan anak bisa sangat berbahaya: mulai dari gangguan pernapasan hingga potensi gangguan perkembangan otak. Terlebih, residu rokok dapat menetap sampai berbulan-bulan di lingkungan rumah, sehingga memunculkan gejala yang kerap berlangsung lama dan berulang. Contohnya seperti batuk, pilek berat, mengi, iritasi kulit, hingga gangguan tidur.

Jika Anda melihat anak menunjukkan gejala-gejala tersebut dan berlangsung berkepanjangan, segera periksakan ia ke dokter anak di SMC RS Telogorejo. Deteksi dini sangatlah penting demi mencegah komplikasi lebih serius, sehingga tumbuh kembang si kecil pun tetap optimal. Untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih cepat dan nyaman, lakukan reservasi konsultasi melalui website SMC RS Telogorejo, atau aplikasi MySMC yang tersedia untuk perangkat iOS dan Android.