Jika Anda punya anak dan ingin merokok tanpa meninggalkan rumah, mungkin saja Anda sering memilih ruangan yang jauh dari lokasi buah hati pada saat itu agar mereka tidak terpapar asapnya. Namun, apakah cara ini efektif? Ternyata tidak, karena residu rokok tetap bisa menempel pada baju, furnitur, dan rambut hingga terhirup oleh anak melalui saluran pernapasan mereka.
Akibatnya, anak-anak bisa mengalami sejumlah efek berbahaya yang akan memengaruhi kesehatan serta tumbuh kembang mereka. Apa saja contohnya, dan bagaimana Anda bisa mencegahnya? Temukan jawabannya di sini!
Dampak Bahaya Residu Rokok bagi Anak
Berikut adalah alasan mengapa residu rokok atau thirdhand smoke sangat berbahaya bagi anak:
1. Meningkatkan risiko kematian mendadak
Bayi memiliki sistem pernapasan yang sangat sensitif, dan paparan residu asap rokok meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Sebab, zat kimia berbahaya pada residu rokok seperti nikotin dan tar dapat mengganggu pernapasan bayi saat tidur atau berdampak pada cara otak bayi mengatur fungsi pernapasan.
2. Memicu timbulnya gejala asma
Apabila anak Anda memiliki riwayat asma, residu rokok bisa menjadi pemicu kekambuhan. Partikel sisa asap rokok yang menempel di lingkungan akan mudah terhirup anak, memicu peradangan saluran napas, dan menyebabkan gejala seperti batuk, sesak, atau napas berbunyi (mengi). Pada anak dengan asma, serangan yang dipicu oleh residu rokok bisa lebih berat dan sulit ditangani.
3. Meningkatkan risiko ISPA
Berikutnya, residu rokok juga dapat meningkatkan risiko anak terkena ISPA. Partikel kimia dari asap rokok melemahkan sistem kekebalan tubuh di saluran pernapasan, membuat anak lebih mudah terserang infeksi seperti batuk, pilek berat, bronkitis, atau pneumonia. Anak yang terpapar residu rokok juga cenderung mengalami gejala ISPA yang lebih berat dan butuh waktu lebih lama untuk sembuh.
4. Mengganggu perkembangan otak anak
Paparan zat kimia berbahaya pada residu rokok tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak anak. Nikotin dan racun lain pada residu rokok bisa menempel pada mainan atau benda yang disentuh anak. Saat tangan anak kotor kemudian masuk ke mulut, racun ini bisa masuk ke tubuh.
Bahkan, beberapa penelitian seperti Nicotine on the developing brain oleh Castro, et al. (2023) serta Short- and Long-Term Consequences of Nicotine Exposure during Adolescence for Prefrontal Cortex Neuronal Network Function oleh Goriounova dan Mansvelder (2012) menunjukkan bahwa paparan nikotin pada usia formatif dapat menurunkan fungsi kognitif, konsentrasi, hingga berujung pada perilaku impulsif yang berbahaya.
Cara Mengurangi Residu Rokok di Rumah
Membersihkan semua jejak residu rokok di rumah memang tidak mudah, tapi setidaknya Anda bisa mengurangi risiko paparan bagi anak dengan cara berikut:
1. Bersihkan rumah secara rutin
Usahakan membersihkan permukaan rumah yang sering disentuh anak, seperti meja, kursi, mainan, atau lantai. Mengepel dan membersihkan permukaan keras dengan cairan pembersih dapat membantu mengurangi sisa zat kimia. Selain itu, cucilah kain gorden atau sarung bantal secara berkala untuk menghilangkan partikel asap rokok yang menempel. Ventilasi yang baik juga membantu mengurangi polusi udara di dalam rumah.
2. Mandi dan ganti baju setelah beraktivitas di luar ruangan
Bagi anggota keluarga yang merokok di luar rumah atau sering beraktivitas di luar ruangan meski tidak merokok, biasakan untuk mandi dan mengganti pakaian sebelum berinteraksi dengan anak. Sebab, residu asap rokok dari lingkungan luar bisa menempel pada rambut, kulit, dan pakaian. Tanpa disadari, anak dapat terpapar saat dipeluk atau bermain bersama.
3. Merokok jauh di luar rumah
Cara terbaik mencegah residu rokok di rumah dengan merokok jauh dari rumah, bukan di teras atau balkon yang masih terhubung ke ruang dalam. Hal ini bertujuan mencegah partikel asap masuk kembali ke dalam rumah melalui jendela atau pintu.
Namun, akan lebih baik lagi jika Anda mulai mengambil langkah untuk menghentikan kebiasaan merokok dengan bantuan tenaga medis profesional dan memiliki komitmen yang kuat demi menciptakan lingkungan lebih sehat bagi anak.
Melindungi anak dari bahaya residu rokok adalah investasi jangka panjang untuk kesehatannya. Namun, jika Anda melihat anak batuk terus-menerus, sesak napas, mengi, atau gejala lain yang dicurigai akibat paparan residu rokok, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Jangan tunda memeriksakan kondisi anak agar masalah kesehatan dapat segera terdeteksi dan diatasi.
Untuk layanan medis di Semarang dan sekitarnya, Anda bisa menghubungi SMC RS Telogorejo melalui call center (024 - 8646 6000), WhatsApp (081 6666 340), mengisi formulir reservasi online website SMC RS Telogorejo, atau menggunakan aplikasi MySMC (iOS danAndroid).