Banyak orang langsung merasa cemas dan beranggapan bahwa setiap rasa sakit di area pinggang merupakan gejala syaraf kejepit. Kekhawatiran ini cukup wajar karena rasa nyeri tersebut sangat mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Namun, pendapat ini tidak sepenuhnya benar.
Menurut dr. Lucia Parti Suryani, Sp.N., selaku Dokter Spesialis Syaraf di SMC RS Telogorejo, nyeri pinggang tidak selalu disebabkan oleh syaraf kejepit. Justru, syaraf kejepit memiliki sejumlah karakteristik yang berbeda dari nyeri otot biasa.
Beda Nyeri Pinggang Biasa dan Syaraf Kejepit
Nyeri pinggang pada umumnya dipicu oleh ketegangan otot, kram, atau cedera ringan pada ligamen. Rasa sakitnya pun hanya terbatas pada area pinggang tanpa merambat ke bagian tubuh lain. Biasanya, keluhan ini membaik setelah Anda beristirahat cukup atau melakukan peregangan ringan.
Sebaliknya, dr. Lucia Parti Suryani, Sp.N., memaparkan bahwa kondisi syaraf kejepit, atau secara medis dikenal sebagai Hernia Nukleus Pulposus (HNP), menimbulkan sensasi nyeri yang jauh lebih parah. Sebab, rasa sakit akibat tekanan pada jalur syaraf ini akan menjalar dari area pinggang menuju bokong, paha, betis, hingga telapak kaki.
Selain nyeri hebat, penderita syaraf kejepit juga kerap merasakan sensasi kesemutan, kebas, atau rasa menyengat yang panas seperti tersengat listrik. Rasa sakit ini dapat bertambah parah saat Anda batuk, bersin, atau duduk dalam waktu lama.
Mengapa Syaraf Kejepit Terjadi?
Struktur tulang belakang manusia tersusun atas ruas-ruas tulang yang dipisahkan oleh bantalan lembut berbahan serupa gel. Bantalan ini berfungsi untuk meredam benturan saat Anda bergerak, membungkuk, atau melompat. Seiring berjalannya waktu atau akibat tekanan berlebih, bantalan tulang punggung dapat mengalami kerusakan hingga menonjol keluar dari posisi semestinya.
Penonjolan bantalan inilah yang kemudian menekan jaringan syaraf di sekitarnya. Ketika syaraf tertekan, aliran sinyal elektrik menuju anggota gerak menjadi terganggu, sehingga memicu respons peradangan dan menimbulkan sensasi nyeri hebat.
Faktor Risiko Syaraf Kejepit
Syaraf kejepit memang disebabkan oleh bantalan tulang punggung yang bergeser dari posisi semestinya. Namun, ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan tersebut. Apa saja?
1. Usia tua
Proses penuaan alami menyebabkan bantalan tulang belakang kehilangan kadar air dan elastisitasnya. Kondisi ini membuat bantalan menjadi lebih rapuh, menipis, serta mudah robek atau bergeser saat menerima beban gerakan.
2. Cedera pada tulang belakang
Benturan keras akibat kecelakaan lalu lintas, cedera olahraga, atau kebiasaan mengangkat beban berat dengan posisi tubuh yang salah dapat merusak struktur tulang belakang secara mendadak.
3. Postur tubuh yang kurang tepat
Kebiasaan duduk membungkuk di depan komputer dalam waktu lama, berdiri melengkung, atau berjalan tidak proporsional memberikan tekanan berlebihan secara konstan pada ruas tulang belakang Anda.
4. Obesitas
Berat badan berlebih menambah beban mekanis yang harus ditopang oleh area pinggang dan tulang belakang. Akibatnya, hal tersebut akan membuat bantalan tulang punggung lebih cepat aus.
Pengobatan Syaraf Kejepit
Penanganan medis untuk syaraf kejepit berfokus pada meredakan peradangan, mengurangi tekanan syaraf, serta mengembalikan mobilitas tubuh Anda.
Pada tingkat gejala ringan hingga sedang, dokter akan menerapkan terapi konservatif. Opsi ini meliputi pemberian obat-obatan pereda nyeri dan antiinflamasi, prosedur fisioterapi terpadu untuk memperkuat otot punggung, serta terapi akupunktur medis guna mengurangi ketegangan jaringan otot di sekitar syaraf.
Namun, apabila gejala nyeri terus berlanjut dan tidak kunjung membaik setelah terapi dasar, dokter spesialis akan merekomendasikan penanganan yang lebih intensif.
Opsi tindakan terkini meliputi radiofrequency block untuk memblokir sinyal nyeri, teknik Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD) guna menyusutkan tonjolan bantalan dengan teknologi laser minimal invasif, hingga prosedur operasi pembedahan jika kondisinya sudah sangat berat dan mengancam fungsi motorik Anda.
Nyeri pada area pinggang tidak boleh Anda anggap sepele, terutama bila rasa sakitnya mulai menjalar hingga mengganggu kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari. Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah risiko kerusakan syaraf permanen. Jadi, jangan abaikan indikasi syaraf kejepit yang Anda rasakan.
Segera jadwalkan waktu untuk konsultasi dan pemeriksaan menyeluruh bersama dr. Lucia Parti Suryani, Sp.N di SMC RS Telogorejo. Anda dapat dengan mudah menentukan jadwal temu dokter melalui website SMC RS Telogorejo atau download MySMC App dari App Store dan Play Store!