Thumbnail
20 Juni 2022

Pahami Penyakit Jantung Bocor: Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Jantung merupakan salah satu organ yang terdapat dalam tubuh manusia. Sebagai sebuah organ, jantung memiliki fungsi yang sangat penting bagi tubuh. Ia berperan untuk memompa dan mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh—hingga 14.000 liter darah per harinya—pada jantung orang dewasa.

Jantung juga berpotensi mengalami kerusakan atau penyakit, salah satunya adalah jantung bocor yang dapat berakibat sangat fatal. Apa itu jantung bocor, apa saja penyebab dan gejalanya, serta bagaimana pengobatan dan penanganan yang tepat? Simak penjelasan berikut yang mengupas tuntas mengenai penyakit jantung bocor.

Mengenal penyakit jantung bocor

Organ jantung terdiri dari empat ruang, yakni serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri. Empat ruang dalam jantung memiliki fungsi yang berbeda-beda dan di antara keempat ruang tersebut terdapat katup yang berfungsi untuk menyekatnya. Penyakit jantung bocor adalah penyakit yang melanda katup-katup jantung tersebut.

Kelainan pada katup jantung ini membuatnya tidak bisa menutup secara sempurna dan menyebabkan kinerja jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh jadi tidak maksimal, sehingga jantung harus bekerja lebih keras. Apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, penyakit jantung bocor bisa berakibat kematian.

Penyebab terjadinya jantung bocor

Ada beberapa penyebab dari penyakit jantung bocor. Beberapa penyebab berikut bisa berasal dari genetik (bawaan) atau pola hidup dan riwayat penyakit yang pernah dimiliki pasien sebelumnya.

Hipertensi

Penyebab pertama penyakit jantung bocor adalah hipertensi. Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang telah berlangsung dalam waktu lama dan tidak terkontrol dapat menyebabkan penyakit jantung bocor.

Kelainan genetik

Kedua, adanya kelainan genetik atau bawaan. Berbeda halnya dengan hipertensi, dalam hal ini, seseorang telah memiliki kelainan genetik pada jantungnya sejak ia lahir, sebab mendapat turunan dari orang tuanya.

Kardiomiopati

Berikutnya, ada kardiomiopati yakni pelebaran jaringan-jaringan pada organ jantung yang membuat katupnya sulit menutup dengan sempurna. Kardiomiopati merupakan efek jangka panjang dari hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Jantung koroner

Penyebab berikutnya datang dari penyakit jantung koroner yang merupakan gangguan pada pembuluh darah utama jantung akibat adanya plak kolesterol serta peradangan, sehingga membuat jantung tidak dapat memasok darah, oksigen, serta nutrisi yang dibutuhkan.

Pernah melakukan operasi

Terakhir, penyebab penyakit jantung bocor bisa berasal dari riwayat operasi yang pernah dilakukan sebelumnya. Misalnya, seseorang menderita penyakit jantung bocor setelah pernah melakukan operasi untuk memperbaiki kelainan jantung yang dimilikinya.

Gejala penyakit jantung bocor

Ada beberapa gejala untuk mengetahui apakah seseorang menderita penyakit jantung bocor atau tidak. Beberapa gejala tersebut di antaranya adalah sesak napas, mual, pusing, bengkak-bengkak di sekitar kaki atau tungkai atas, jantung berdebar dan dada terasa nyeri, serta disertai penambahan berat badan dan batuk-batuk pada malam hari.

Beberapa hal di atas dapat menjadi gejala dari penyakit jantung bocor. Semakin cepat penyakit jantung bocor terdeteksi, semakin cepat pula penanganan bisa segera diberikan. Sebab, pada beberapa kasus, pasien penyakit jantung bocor tidak mengalami gejala lantaran kebocorannya belum parah.

Jantung

Pengobatan dan penanganan jantung bocor

Lalu, bagaimana pengobatan dan penanganan yang tepat pada penyakit jantung bocor? Penyakit jantung bocor yang tidak parah biasanya tidak membutuhkan pengobatan dan penanganan khusus, apalagi jika seseorang telah memiliki kelainan genetik sejak lahir. Namun, apabila penyakit ini telah mengganggu kegiatan sehari-hari, perlu dilakukan tindakan bedah jantung agar dapat kembali memaksimalkan kinerja jantung sebagai organ yang memompa darah ke seluruh tubuh.

Dapatkan pelayanan bedah jantung secara tepat dari RS Telogorejo Heart Center yang telah melakukan proses operasi bedah jantung sejak 1991. Beberapa tindakan yang bisa dilakukan antara lain adalah operasi bypass coroner jantung (CABG), perbaikan/penggantian katup jantung, penutupan sekat jantung yang bocor, operasi penutupan lubang ASD, kateterisasi jantung, pemasangan stent jantung, dan lain-lain.

Itu dia penjelasan mengenai penyebab, gejala, dan penanganan yang tepat untuk penyakit jantung bocor. Karena penyakit jantung bocor cenderung sulit dicegah, Anda bisa menerapkan beberapa pola hidup sehat, mulai dari pola makan teratur sesuai kebutuhan nutrisi tubuh hingga berolahraga, untuk mengurangi potensi risiko masalah jantung.

Bagi Anda yang membutuhkan pelayanan bedah jantung, serahkan pada RS Telogorejo Heart Center yang telah melakukan operasi bedah jantung sejak 1991.

THC Telogorejo Heart Center