Saat bulan Ramadan tiba, kita sering kali mengikuti banyak acara buka bersama. Maka dari itu, wajar bila rasa lelah terkadang muncul saat mengikuti acara bukber tersebut, apalagi saat ada pertanyaan yang tak menyenangkan dari orang terdekat. Agar Anda tetap bisa menghadapi berbagai pertanyaan tersebut dengan lebih tenang, simak pendapat dari Joko Pratomo, S.Psi, psikolog SMC RS Telogorejo, soal hal ini!
Tips dan Trik Menghadapi Pertanyaan Pribadi di Acara Bukber
Menghadapi pertanyaan yang menyakitkan hati saat acara bukber memang tidak mudah. Ikuti beberapa tips dan trik berikut agar Anda lebih tenang.
Asumsikan niat baik dari lawan bicara
Sebagai masyarakat Indonesia, tentu kita mengetahui kultur bangsa ini yang senang dengan keakraban. Hal itu sering kali ditampakkan dengan menyapa siapa pun yang kita temui di jalan. Oleh karenanya, tidak heran bila beberapa pertanyaan yang terkesan privasi mungkin terlontar saat acara buka bersama.
Agar Anda bisa mengatasi emosi, cobalah untuk berpikir positif (positive thinking) saat menghadapi pertanyaan yang kurang nyaman dari teman lama. Kita bisa mengambil sisi positif bahwa mereka bertanya mungkin karena ingin tahu atau sekadar ingin menyapa setelah lama tidak bertemu. Jadi, jangan take it too personally, ya!
Pastikan tenangkan diri dan atur pernapasan
Selain menyarankan kita untuk berasumsi baik terhadap lawan bicara, Pak Joko Pratomo juga menganjurkan kita untuk mengatur pernapasan saat menghadapi pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Ia menjelaskan teknik pernapasan 4-4-4 yang bisa Anda lakukan untuk menstabilkan emosi saat acara bukber.
Cara melakukan teknik pernapasan 4-4-4 ini cukup mudah. Anda cukup menarik napas selama 4 detik, menahan napas selama 4 detik, dan mengeluarkan napas pelan-pelan selama 4 detik. Supaya bisa memperoleh hasil yang maksimal, ulangi siklus tersebut selama beberapa kali sampai terasa lebih tenang.
Alihkan pikiran ke aktivitas lain yang menghibur
Tips berikutnya yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi emosi saat menerima pertanyaan sensitif di acara bukber adalah dengan mengalihkan pikiran. Untuk mengalihkan pikiran, Pak Joko Pratomo menyarankan Anda untuk menonton video yang sifatnya menghibur atau lucu, seperti komedi atau Srimulat, untuk melepaskan hormon endorfin yang meredakan stres.
Namun, perhatikan juga durasi menonton layarnya, ya! Supaya Anda tidak terkesan antisosial (ansos), batasi durasi layar (screen time) dengan rumus 20-20, yakni 20 detik menatap monitor, 20 detik mengalihkan pandangan ke arah lain. Cara ini dilakukan agar mata tidak tegang dan ada pergerakan bola mata.
Buat dan tegaskan jarak jika memungkinkan
Pertanyaan yang muncul terkadang masih dalam taraf wajar. Namun, tidak sedikit peserta acara bukber yang terus melanjutkan tanya jawab hingga membuat Anda tak nyaman. Jika terjadi demikian, tidak masalah untuk memberi jarak atau membatasi diri jika obrolan sudah sangat di luar batas nyaman. Pak Joko Pratomo memberikan contoh spesifik dengan memilih untuk keluar dari situasi atau obrolan saat merasa tidak nyaman karena topik pekerjaan terus dibahas di waktu santai.
Inisiatif ganti topik pembicaraan
Cara berikutnya yang bisa Anda terapkan adalah dengan mengganti topik ke hal-hal yang menyenangkan. Misalnya, jika acara bukber tersebut adalah untuk anak-anak kompleks, bicarakan tentang masa kecil kalian saat menghabiskan masa kecil di kompleks tersebut. Selain itu, Anda juga bisa membicarakan masa SMA apabila acara bukber mengundang alumni-alumni SMA setempat. Dengan mengganti topik yang awalnya membahas pekerjaan atau pencapaian, mengingat nama teman sekelas justru akan membuat suasana lebih seru.
Pastikan sudah makan dan istirahat yang cukup sebelum berpuasa
Tips terakhir adalah memastikan bahwa Anda menyadari bahwa perut lapar sering kali memicu emosi. Pak Joko Pratomo dalam podcast tersebut menjelaskan bahwa Anda sebaiknya menyadari kemungkinan akan hal itu dan lebih memilih untuk menunda penyelesaian masalah ketika perut telah terisi kembali. Pastikan juga Anda memiliki kualitas istirahat yang baik agar energi dan mood tetap terjaga sepanjang hari.
Puasa memang mengharuskan kita untuk menahan lapar, dahaga, dan emosi. Supaya tetap bugar dan tenang beraktivitas selama berpuasa, pastikan Anda memenuhi kebutuhan vitamin tubuh dengan paket Stamina Ibadah dari SMC RS Telogorejo. Ada empat pilihan paket injeksi vitamin, mulai dari Rp50.000,00 hingga Rp399.000,00.
Tunggu apa lagi? Daftarkan diri Anda untuk mendapatkan manfaat dari paket Stamina Ibadah di Unit Medical Check Up (Lantai 1 Gedung Cattleya) SMC RS Telogorejo! Kunjungi juga website SMC RS Telogorejo atau download aplikasi MySMC untuk konten edukasi dan reservasi online! Yuk, wujudkan hidup sehat bersama kami!