Thumbnail
18 Maret 2026

Kelopak Mata Turun Seiring Usia, Bagaimana Bisa?

Seiring bertambahnya usia, bukan hanya kulit wajah yang mulai mengendur dan berkeriput akibat penurunan kolagen serta elastin. Salah satu perubahan yang sering terjadi tapi jarang disadari adalah kelopak mata turun atau ptosis. 

Menurut dr. Thomas Eduardus, Sp.Bp, kondisi ini muncul karena otot pengangkat kelopak mata (otot levator) melemah dan tendonnya meregang sehingga kelopak mata tampak turun, mata terlihat mengantuk, bahkan bisa mengganggu pandangan jika sudah cukup parah. Kondisi ini bersifat progresif, artinya bisa semakin terlihat seiring bertambahnya usia. Yuk, simak ulasan selengkapnya di artikel ini!

Penyebab Kelopak Mata Turun Seiring Usia

Penyebab utama kelopak mata turun (ptosis senilis) adalah melemahnya otot levator, yaitu otot yang bertugas mengangkat kelopak mata. Seiring menua, otot ini menjadi lebih longgar dan tidak lagi mampu memberikan dorongan optimal sehingga kelopak mata terlihat jatuh. Kulit di sekitar mata juga kehilangan elastisitas akibat penurunan kolagen dan elastin, membuat area ini tampak mengendur dan terkulai.

Selain faktor penuaan alami, ada beberapa faktor pendukung lain, seperti:

  • Kebiasaan menggosok mata terlalu sering yang bisa mempercepat kerusakan jaringan pada kelopak mata. 

  • Paparan sinar UV yang juga mempercepat proses penuaan kulit, termasuk kulit kelopak mata yang sangat tipis dan sensitif. 

  • Kelelahan akibat kurang tidur, begadang, dan stres yang bisa melemahkan otot di sekitar mata sehingga memperparah tampilan kelopak mata turun. 

  • Penggunaan gadget dalam waktu lama karena menambah beban kerja otot mata sehingga tampak lebih lelah dan sayu. 

  • Faktor genetik juga berperan, terutama bila terdapat riwayat keluarga dengan kelopak mata turun atau bentuk mata sayu. 

  • Kondisi medis seperti diabetes, stroke, atau gangguan saraf tertentu pun bisa memicu ptosis sebagai gejala penyerta.

Cara Mengatasi Kelopak Mata Turun

Untuk mengatasi kelopak mata turun, salah satu prosedur yang paling efektif adalah blepharoplasty, yaitu tindakan bedah plastik atau bedah kosmetik yang bertujuan memperbaiki bentuk dan fungsi kelopak mata. Prosedur ini bisa dilakukan pada kelopak mata atas, kelopak mata bawah, atau keduanya, tergantung keluhan pasien. Tindakan ini tidak hanya untuk estetika, tapi juga untuk membantu pasien yang pandangannya terganggu karena kelopak mata menutupi lapang pandang.

Cara kerja blepharoplasty dimulai dengan pembuatan sayatan kecil pada lipatan alami kelopak mata atas atau tepat di bawah garis bulu mata atau di dalam kelopak mata untuk kelopak bawah. Melalui sayatan tersebut, dokter mengangkat atau menata ulang kelebihan kulit, memperbaiki otot yang kendur, dan menghilangkan lemak yang menonjol. Setelah struktur kelopak mata diperbaiki, sayatan ditutup dengan jahitan halus yang dirancang agar bekasnya minimal dan proses pemulihan berjalan lebih cepat.

Manfaat blepharoplasty meliputi tampilan mata yang lebih segar, muda, dan tidak lagi tampak mengantuk, pengurangan kantung mata, serta peningkatan fungsi penglihatan bila kelopak mata sebelumnya menutup sebagian pandangan. Dengan mengembalikan struktur kelopak mata yang melemah seiring usia, prosedur ini memberikan hasil yang natural dan signifikan, baik dari sisi estetika maupun kenyamanan visual.

Apakah Blepharoplasty Memiliki Efek Samping?

Seperti prosedur bedah lainnya, blepharoplasty memiliki efek samping ringan yang umumnya bersifat sementara. Area kelopak mata biasanya akan tampak bengkak selama 24-48 jam pertama. Namun pembengkakan ini akan berangsur-angsur mereda. 

Waktu pemulihan rata-rata berkisar antara 1-2 minggu, tergantung kondisi pasien dan seberapa luas tindakan yang dilakukan. Selama masa pemulihan, pasien disarankan menghindari aktivitas berat, menjaga kebersihan area mata, dan mengikuti instruksi dokter secara tepat.

Kelopak mata turun memang bisa memengaruhi penampilan sekaligus kenyamanan visual, terutama saat sudah mengganggu lapang pandang. Jika Anda mulai merasakan keluhan serupa atau ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai penanganannya, termasuk tindakan blepharoplasty, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah plastik seperti dr. Thomas Eduardus, Sp.Bp yang berpengalaman di SMC RS Telogorejo.

Untuk membuat janji temu lebih mudah, Anda bisa melakukan reservasi langsung melalui website resmi SMC RS Telogorejo atau melalui aplikasi MySMC yang tersedia di iOS dan Android. Dengan konsultasi yang tepat, Anda dapat menemukan solusi terbaik untuk mengatasi kelopak mata turun dan mendapatkan kembali tampilan mata yang lebih segar serta fungsi penglihatan yang optimal.