Bagi ibu hamil, menjalankan puasa Ramadan adalah keputusan besar yang memerlukan pertimbangan medis matang. Meski diperbolehkan secara agama, kondisi fisik setiap ibu berbeda. dr. Deni Dwi Ariani, Sp.OG dari SMC RS Telogorejo menegaskan bahwa puasa saat hamil harus dilakukan di bawah pengawasan dokter untuk menghindari komplikasi.
Kehamilan adalah fase ketika tubuh ibu bekerja ekstra keras untuk mendukung janin. Dengan begitu, jika muncul sinyal bahaya, ibu harus segera membatalkan puasa demi keselamatan buah hati. Mari simak enam gejala berikut yang bisa menjadi alarm bagi ibu untuk segera berhenti berpuasa!
Masalah Kesehatan yang Perlu Diwaspadai dari Puasa saat Hamil
Puasa saat hamil sebenarnya harus dijalankan berdasarkan persetujuan dan pengawasan dokter. Sebab, ada beberapa masalah kesehatan berikut yang mungkin muncul.
Mual dan muntah berlebih
Mual dan muntah atau morning sickness adalah hal wajar di trimester pertama akibat perubahan hormonal. Namun, jika Anda sedang berpuasa dan mengalami mual serta muntah yang intens, ini menjadi tanda bahaya. Kondisi ini membuat tubuh kehilangan cairan dan elektrolit secara drastis tanpa adanya asupan pengganti dari makanan atau minuman.
Jika dibiarkan, ibu berisiko mengalami dehidrasi berat dan ketosis, yaitu kondisi di mana tubuh memecah lemak menjadi energi yang bisa membahayakan perkembangan saraf janin. Jika Anda tidak bisa menahan makanan dan terus muntah, segera batalkan puasa untuk menstabilkan kondisi fisik Anda.
Pusing hebat
Pusing ringan ketika puasa saat hamil disebabkan oleh penurunan kadar gula darah yang wajar. Namun, pusing yang hebat adalah peringatan serius. Saat hamil, tubuh memerlukan suplai glukosa yang stabil untuk mendukung metabolisme janin. Pusing hebat, pandangan kabur, atau perasaan seperti akan pingsan adalah indikasi kuat hipoglikemia ekstrem atau hipotensi.
Kondisi ini berbahaya karena risiko ibu terjatuh akibat kehilangan kesadaran sangat tinggi. Hal itu bisa berakibat cedera fisik pada ibu maupun janin. Jika Anda merasa dunia seperti berputar dan kepala terasa berat, jangan memaksakan diri. Berhentilah dan segera cari asupan karbohidrat untuk menaikkan gula darah.
Pendarahan
Munculnya flek atau pendarahan, baik dari vagina maupun mimisan, merupakan sinyal darurat yang tidak boleh diabaikan. Mimisan saat hamil bisa terjadi karena pembuluh darah yang lebih sensitif. Namun, jika hal itu terjadi saat berpuasa, bisa menjadi tanda kelelahan fisik atau dehidrasi yang memicu tekanan darah tidak stabil.
Lebih berbahaya lagi jika pendarahan berasal dari vagina karena ini bisa menjadi indikator adanya masalah pada plasenta atau ancaman keguguran. Puasa menyebabkan tubuh berada dalam kondisi stres metabolik. Jika ada bercak darah, segera hentikan puasa dan lakukan tirah baring. Lalu, hubungi dokter spesialis kandungan untuk memastikan kondisi janin tetap aman.
Gerakan janin berkurang
Gerakan janin adalah indikator utama kesejahteraan bayi di dalam rahim. Janin yang sehat biasanya aktif bergerak, terutama setelah ibu mendapatkan asupan nutrisi. Jika saat berpuasa Anda menyadari bahwa gerakan janin berkurang atau terasa lemah daripada hari-hari biasanya, ini bisa menjadi tanda janin mengalami stres akibat kekurangan glukosa dan oksigen.
Bayi cenderung masuk ke mode hemat energi saat asupan nutrisi dari ibu terputus. Jika dalam beberapa jam Anda tidak merasakan gerakan yang cukup, jangan menunda. Segera batalkan puasa, konsumsi makanan bergizi dan air, lalu pantau kembali gerakan janin Anda. Jangan membahayakan diri sendiri, ya!
Nyeri perut menyerupai kontraksi
Penting bagi ibu hamil untuk bisa membedakan antara nyeri karena gas lambung atau kram otot dengan kontraksi rahim. Jika Anda merasakan nyeri di perut bagian bawah yang muncul secara ritmis, kencang, dan intens, ini bisa menjadi tanda kontraksi prematur. Dehidrasi akibat puasa dapat memicu pelepasan hormon yang merangsang aktivitas otot rahim. Jika dibiarkan, kontraksi ini dapat memicu persalinan sebelum waktunya.
Berat badan ibu turun drastis
Kenaikan berat badan yang stabil adalah tolok ukur pertumbuhan janin yang baik. Jika Anda mendapati berat badan turun drastis selama puasa, ini adalah sinyal bahwa tubuh ibu sedang dalam kondisi defisit nutrisi. Penurunan berat badan secara signifikan selama masa kehamilan dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Jika timbangan Anda menunjukkan penurunan tajam, segera hentikan puasa dan konsultasikan pola makan yang tepat dengan dokter.
Ibadah puasa memang sangat mulia. Namun, menjaga kesehatan ibu dan janin adalah amanah yang utama. Jangan pernah ragu untuk menghubungi pihak medis ketika mendapati tanda-tanda tersebut saat Anda puasa saat hamil. Sebaiknya, konsultasikan diri Anda dengan tenaga medis dari SMC RS Telogorejo untuk mendapatkan hasil terpercaya. Reservasi secara online melalui website atau aplikasi MySMC dari Google Play Store maupun App Store!