Thumbnail
13 April 2026

Penyakit Gula saat Hamil: Gejala dan Cara Mencegahnya

Penyakit gula ternyata bisa menghampiri semua orang, bahkan ketika Anda merasa tidak memiliki riwayat tersebut di keluarga. Penyakit ini juga dapat terjadi pada ibu hamil, sebab kemungkinan ada perubahan metabolisme tubuh selama kehamilan. Inilah yang disebut diabetes gestasional. Mari dalami lagi tentang diabetes gestasional melalui artikel berikut!

Gejala Penyakit Gula saat Hamil

Diabetes gestasional terjadi saat tubuh calon ibu gagal mengelola insulin dengan baik sehingga kadar gula darah melonjak di atas ambang batas normal selama masa kehamilan. Kondisi ini berbeda dari diabetes kronis karena umumnya baru terdeteksi pada trimester kedua atau ketiga dan cenderung pulih setelah bayi lahir.

Namun, data terbaru menunjukkan lonjakan kasus hingga 36% dalam sepuluh tahun terakhir, dengan prevalensi mencapai 9% dari total kehamilan. Secara biologis, kehamilan menjadi beban kerja tambahan bagi pankreas. Jika organ ini gagal memproduksi insulin yang cukup untuk mengimbangi kebutuhan tubuh, lonjakan glukosa tidak bisa dihindari.

Ada beberapa gejala penyakit gula saat hamil yang bisa Anda perhatikan. Pertama, biasanya ibu hamil akan lebih cepat merasa haus dan lapar. Kemudian, walaupun sudah makan dengan kenyang, Anda mungkin juga cenderung mengalami kelelahan berlebih. Selain itu, gejala penyakit diabetes ini juga membuat Anda ingin buang air kecil lebih sering.

Bahaya Penyakit Gula saat Hamil

Diabetes gestasional berisiko memicu makrosomia (bayi besar) yang menyulitkan persalinan, gangguan pernapasan, hingga hipoglikemia pada bayi baru lahir. Dalam jangka panjang, anak juga memiliki risiko lebih tinggi terhadap obesitas dan diabetes tipe 2.

Bagi ibu, penyakit gula saat hamil meningkatkan risiko preeklampsia dan memperbesar peluang persalinan caesar akibat ukuran janin yang besar. Meski sering membaik pasca melahirkan, ibu tetap memiliki risiko signifikan untuk mengidap diabetes tipe 2 secara permanen di masa depan.

Faktor Risiko Penyakit Gula saat Hamil

Meskipun setiap wanita hamil berpotensi mengalami diabetes gestasional, risiko tersebut meningkat ketika ibu memiliki riwayat kesehatan tertentu, seperti kondisi prediabetes sebelum masa kehamilan atau adanya faktor genetik dari keluarga yang mengidap diabetes. Kondisi medis khusus, seperti sindrom polikistik ovarium (PCOS), kolesterol tinggi, penyakit jantung, hingga masalah berat badan berlebih (overweight), sejak sebelum hamil juga menjadi pemicu utama.

Selain itu, faktor usia di atas 25 tahun serta gaya hidup yang kurang sehat dapat memperbesar kemungkinan munculnya penyakit gula saat hamil. Meski begitu, riwayat kehamilan sebelumnya juga memegang peranan penting dalam menentukan tingkat risiko seorang ibu. Mereka yang pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4 kg juga perlu lebih waspada.

Cara Mengurangi Risiko Penyakit Gula saat Hamil

Ibu hamil memang memerlukan pengawasan ekstra agar tidak terkena penyakit gula. Berikut tiga hal yang dapat Anda lakukan untuk mengantisipasi.

  1. Rutin berolahraga

Menjaga kebugaran fisik sebelum merencanakan kehamilan membantu tubuh menjaga sensitivitas insulin dan berat badan ideal. Jika Anda sudah terbiasa aktif, tubuh akan lebih siap beradaptasi dengan perubahan hormonal saat mengandung. Namun, jika olahraga dilakukan selama masa kehamilan, jenis dan intensitas gerakannya harus dilakukan dengan bimbingan dan pengawasan dokter spesialis untuk memastikan keamanan janin serta menghindari risiko kelelahan ekstrem.

  1. Mengurangi konsumsi gula tambahan

Membatasi asupan gula tambahan, seperti pada minuman manis, sirup, atau makanan olahan, sangat penting untuk mencegah lonjakan glukosa darah. Kebiasaan ini sebaiknya dimulai sejak masa persiapan kehamilan agar pankreas tidak bekerja terlalu berat. Dengan mengurangi beban gula pada tubuh sejak awal, risiko terjadinya resistensi insulin saat hormon kehamilan meningkat dapat diminimalkan.

  1. Memperbanyak asupan serat, vitamin, dan karbohidrat kompleks

Pola makan yang kaya akan serat dari sayur-sayuran, vitamin dari buah-buahan, serta karbohidrat kompleks seperti gandum atau nasi merah sangat disarankan. Sebab, karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat oleh tubuh sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara mendadak. Memperbaiki kualitas nutrisi ini sejak dini membantu membangun cadangan energi yang stabil bagi ibu dan calon buah hati.

Untuk menurunkan risiko penyakit gula saat hamil, sebaiknya jadwalkan check up rutin menjelang dan selama kehamilan di SMC RS Telogorejo. Reservasikan konsultasi Anda bersama dr. Deni Dwi Ariani, Sp.OG melalui website resmi kami atau aplikasi MySMC yang dapat diunduh di Google Play Store maupun App Store!